RISAU

RISAU
STIGMA (Saya Menyesal Tuan, Jangan bunuh Saya)


Tepat pukul 5 sore Megan keluar dari pabrik. Dia sudah memesan taksi online menuju mall Fx . Mall dimana Megan dan Raka bertemu. Jalanan Bandung pada saat seperti ini sangatlah tidak bersahabat. Polusi udara yang tercemar. Serta semrawutnya lalu lintas , kemacetan dan suara klakson membuat Megan menekuk mukanya. Lelah , itu yang dirasakan megan saat ini.


***to Rakus


aku sudah di mall fx.


Lama megan menunggu jawaban. Kakinya sampai kebas menunggu berdiri di lobby. Megan memutuskan untuk melaksanakan sholat maghrib dulu.


***rakus


ke foodcourtku lantai 4.


Raka akhirnya membalas pesan megan .


Jimmy sudah menemani Raka di foodcourt bersama seseorang yang Raka perintahkan. Laki-laki kurus tinggi. Seseorang yang mungkin akan mengingatkan megan pada kenyataan pahit dalam hidupnya. Tapi Raka sudah yakin dengan tindakannya kali ini.


Raka menunggu di kursi pojok foodcourt. Sedangkan jimmy dan pria kurus itu menunggu di dalam ruangan manager. Tak lama megan datang . Wajahnya pucat. Tidak ada balutan make up atau hanya sekedar polesan lipstik di wajahnya. Rambut lurusnya tergerai. Megan menggunakan celana jeans dan sweater Hoodie. Style Megan sebelum dia menikah. Raka terpaku dan memorinya kembali ke masa lalu. Raka masih mencintai dengan dalam wanita dihadapannya. Megan mendekat ke arah meja Raka. Dan duduk di berhadapan dengan Raka.


" pelayan, bawakan makan malamnya. " Raka memanggil seorang pelayan wanita. Dan tak lama pelayan itu menghilang dari ruangan. Megan masih terdiam. Air muka nya tak berubah, terlihat muram dan gelisah. Raka pun tak banyak bicara sampai pelayan itu menghidangkan beberapa menu makanan di meja.


" makanlah dulu aku tau kamu pasti sangat lapar" Raka mengangkat sendok dan garpunya. Melahap makanan yang telah disiapkan.


Karena megan sudah sangat lelah dan lapar tanpa berdebat dia pun menyantap hidangannya. Hanya keheningan yang terjadi selama mereka makan. Sesekali terdengar suara nafas Raka yang berat. Raka fokus dengan makanannya. Namun megan tampak gelisah sesekali dia mencuri pandang ke arah Raka.


"are you oke Raka" akhirnya megan mengeluarkan sebuah kalimat yang ingin dia tanyakan dari tadi.


akhirnya kamu bisa berbicara sekarang megan. Tidak sia-sia aku mendiamkanmu (batin Raka)


Raka menatap wajah sendu megan. Dia tersenyum singkat menatap megan .


"I'm ok" jawab Raka


" Are you sure?" tanya megan lagi . Masih dengan rasa penasaran nya.


" yes sure" jawab Raka lagi.


Lagi-lagi hanya keheningan yang tercipta diruangan itu . Mereka menghabiskan seluruh hidangan . Megan sudah tidak ingin berlama-lama lagi . Raka terus saja berdiam diri tanpa berkata apapun . Akhirnya megan membuka obrolan lagi dengan terpaksa.


" bicaralah waktu ku tidak banyak" ucap megan ketus.


" maaf kali ini aku akan sedikit menyita waktumu" Jawab Raka . Raka mengambil rokok dan pemantik nya . Ketika Raka akan membakar rokoknya, megan menghentikannya.


" aku kesini bukan untuk melihatmu merokok, bicaralah" kali ini megan berani mengungkapkannya. Sejak kapan Raka merokok. Megan sangat tidak menyukainya. Mendengar perkataan megan , Raka menyimpan rokoknya. Kemudian Raka mengambil handphone .


Megan masih bingung dengan Raka. Namun Raka masih tetap saja diam. Dari arah lain, Jimmy dan pria kurus itu mendekati meja megan. Jimmy tampak memegang erat tangan pria itu. Pria itu hanya tertunduk dan pasrah. Wajahnya terlihat sangat ketakutan.


" kamu mengenalnya?" Raka menatap megan . Megan menatap pria itu dengan intens. Megan tidak ingat sama sekali siapa pria yang Raka perlihatkan padanya. Lama megan tertegun sambil berfikir, namun nihil dia tidak mengingat apapun tentang pria itu


" siapa dia?" tanya megan dengan dahinya yang mengkerut.


Jimmy mengeluarkan sebuah foto dari dalam saku jasnya. Menyodorkan pada Megan . Megan shock melihat foto itu. Foto dengan latar sebuah kamar hotel , ada wanita dan pria tertidur setengah telanjang disana. Megan ingat ini adalah fotonya yang sudah menghancurkan semua impian dan masa depannya. Megan melihat seksama pria dalam foto itu , membandingkan dengan pria yang berdiri di sebelahnya. Hati Megan seperti tersayat pisau. Masa lalunya yang kelam menyeruak ke permukaan. Menghantam harga dirinya di depan Raka. Megan menutup wajah dengan kedua tangannya. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


" katakan padanya, apa yang kamu lakukan malam itu" Raka memerintahkan pria itu untuk berbicara.


" maafkan saya nona" suara pria itu mengaung di telinga megan. Megan refleks berdiri.


plakkkk


Tamparan cukup keras mendarat di pipi pria itu. Membekas telapak tangan mungil megan di pipi kanannya. . Pipi dan telinga pria itu memerah seketika. Hanya satu tamparan belum cukup mengobati rasa sakit megan.


" bicaralah siapa kau sebenarnya ?" megan berteriak kepada pria di hadapannya. Sesekali megan meninju tubuh pria itu dengan kasar. Raka hanya diam melihat megan melampiaskan amarahnya.


" saya diperintahkan nyonya veronica" pria itu menghentikan ucapannya. Kemudian menatap Raka. Mendengar ucapan pria itu megan terduduk lemas di kursinya. Air matanya terus mengalir . Megan sudah tidak tahan lagi dengan semuanya. Megan mengusap wajahnya berkali-kali tak percaya dengan semua yang dia dengar.


"nona megan saya hanya berfoto saat itu tidak lebih bahkan saya tidak menyentuh nona sama sekali. Maafkan saya nona. Saya benar-benar tergiur uang pada saat itu" Pria itu berbicara panjang lebar. Wajahnya menunduk . Keberaniannya hilang seketika . Tubuh pria itu gemetar. Keringat dingin mengucur di seluruh wajahnya.


" apa kamu bilang, hiks,hiks" megan tidak bisa melanjutkan ucapannya. Megan terus menangis tanpa henti. Hatinya sungguh kacau. Betapa dia selalu merasa dirinya kotor selama ini. Sampai Megan mau dijodohkan dengan pria tak berperasaan seperti Rizal. Megan selalu dihantui rasa bersalah setiap saat pada Raka karena telah mengkhianatinya. Padahal kenyataannya semua hanya rekayasa dari ibu yang dicintai Megan.


" bawa dia jim" perintah Raka .


" tuan, saya menyesal. tolong jangan bunuh saya tuan" Pria itu terduduk di lantai memohon ampunan pada Raka.


" kematian nampaknya terlalu mudah bagimu, Jimmy biarkan dia merasakan penderiataan yang tidak mudah. Kamu bisa bermain-main dengan dia" Raka sudah muak melihat pria itu.


" dengan senang hati pak" Jimmy menarik kasar pria itu keluar dari foodcourt.


" sekarang kamu sudah mengetahuinya, maafkan mami sudah membuatmu menderita. Dan aku yakin kamu tidak akan memaafkannya, begitupun padaku. Kamu tidak akan memaafkanku kan?" Raka menatap megan yang masih terisak. Ingin sekali Raka memeluk megan saat ini. Tapi Raka sadar semua itu tidak akan membuat megan membaik. Raka membiarkan megan menangis. Sampai megan akhirnya lelah.


" drama apa lagi ini. Begitu tidak adilkah Tuhan padaku" megan mengutuk dirinya. Dia kembali menangis histeris.


" apa kamu ingin terus menangis, tidak kah kamu ingin mengetahui kebenaran lainnya? ini belum apa-apa megan!" Raka berbicara dengan tegas. Raka tidak ingin membiarkan Megan menderita lagi.


***jangan lupa like, komen, vote nya yah. kritik kalian author dengan senang hati menerima nya .


* masih galau apakah author harus melanjutkan kisah megan dan Raka, atau harus mengakhirinya beberapa episode lagi*. Aturan mangatoon membuat author lesu melanjutkan cerita**