RISAU

RISAU
NESTAPA (Aku Lelah )


Raka bermain-main dengan bibir megan. Raka sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Melihat megan yang tak memberi penolakan lagi,satu tangan Raka mengusap punggung megan . Satu tangan yang lainnya membuka kancing baju pasien yang dipakai megan. Megan menikmati sentuhan yang di berikan Raka padanya. Sentuhan hangat yang tidak pernah diberikan Rizal. Kelembutan yang mampu membuainya terbang bahkan lupa daratan .


Tangan Raka mulai menelusup ke bagian sensitif megan. Megan mulai mengerang dan mendesah, namun masih dengan kesadarannya. Megan memegang tangan Raka dengan kuat.


"aku mohon berhentilah" megan berkata dengan tersengal. Megan berusaha menguasai nafsunya. Megan menjauhkan wajahnya. Sekarang tatapan Raka begitu menakutkan. Seperti seseorang yang akan kehilangan nyawanya, mata Raka menggelap menusuk hati Megan.


"biarkan aku tidur disini, aku sangat lelah" Mata Raka menutup. Jari-jarinya tidak bergerilya lagi. Raka memeluk megan lagi. Dan benar saja tak lama Raka tertidur. Nafasnya teratur. Bahkan dahinya mengkerut saat tertidur. Mungkin benar hari ini hari yang melelahkan untuk Raka.


Selama ini Raka tidak pernah memiliki hasrat seperti ini. Dia selalu bisa menahannya, karena memang hanya dengan megan lah yang mampu membuat Raka bergejolak. Setiap kali Raka di dekati perempuan, Raka hanya diam bak patung pangeran yang tak terjamah. Sekalipun dengan Nanda , Raka pernah melakukan hal bergairah dengan Nanda namun tak sampai pada hubungan terlarang. Nanda selalu mendominasi. Tapi ketika megan datang. Semuanya berubah. Hanya dengan Megan hasrat kelelakiannya akan datang.


Megan menatap Raka. Bulu matanya yang lentik ketika tidur membuat ketampanannya lebih terpancar. Tulang rahang yang tegas dan menonjol. Otot tangan yang kuat. Semuanya kesempurnaan yang dimiliki Raka. Tidak ingin melewatkan kebahagiaan semu ini,megan mengusap pipi Raka dengan lembut.


aku bahkan tidak pernah bisa melupakanmu Raka. Hanya saja aku takut . Aku takut akan mengecewakanmu lagi.


Hari ini perasaan Megan seperti diaduk-aduk. Gelombang hatinya mulai terombang ambing lagi. Pertahanan dan benteng yang megan bangun setinggi mungkin , dengan satu hari saja langsung hancur. Megan menarik nafasnya, membuangnya dengan kasar. Megan pun tertidur. Satu tangannya masih memegang pipi Raka.


Pagi sekali Jimmy sudah berada di rumah sakit. Menunggu di luar rawat kamar megan . Jimmy tahu bahwa pagi ini tuan mudanya belum bangun. Jimmy menunggu sambil mengerjakan beberapa pekerjaan di iPad nya.


Raka membuka matanya. Entah jam berapa semalam Raka tertidur. Raka merasa tubuhnya lebih segar. Raka merasakan tangan mungil megan berada di pipinya. Senyum Raka terkembang. Raka membiarkannya. Raka tak beranjak dari ranjang walaupun matanya sudah terbuka.


Perlahan mata megan pun terbuka karena cahaya matahari sudah masuk melalui jendela. Megan terkejut karena pemandangan yang pertama kali dia lihat senyuman Raka dengan lesung pipitnya. Megan sadar tangannya masih berada di pipi Raka. Megan menarik tangannya dengan cepat.


" kamu sudah bangun"kata megan gugup. Megan menggerakan tubuhnya untuk duduk di tepi ranjang. Raka tersenyum melihat tingkah Megan.


" Kamu sudah baikan?" tanya Raka


"aku jauh lebih baik. Bisakah aku pulang hari ini. Aku sangat merindukan tasya" ucap megan sendu.


" sebentar lagi dokter akan memeriksamu, tidurlah" Raka melangkah dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi. Lama sekali Raka di kamar mandi. Membuat Megan mengetuk kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.


"apa kamu sudah selesai" Megan mengetuk kamar mandi. Namun tidak ada jawaban. Samar terdengar suara desahan Raka dari dalam kamar mandi.


sedang apa dia? kenapa dia mendesah seperti itu ( gumamnya)


Megan bergidik. Dia memikirkan hal aneh yang dilakukan Raka. Megan duduk di sofa sambil menunggu Raka keluar dari kamar mandi .


" Kenapa kamu lama sekali?" tanya megan sambil masuk ke dalam kamar mandi. Raka yang hanya maju beberapa langkah ,kemudian masuk ke kamar mandi sebelum megan menutup pintunya. Raka mengunci pintu kamar mandi.


" hei apa yang kamu lakukan" Megan menarik tangan Raka untuk keluar menyeret tubuh Raka walaupun tak bergerak .


" keluarlah aku ingin menggunakan kamar mandi" megan memegang gagang pintu kamar mandi.


Raka hanya menatap megan dengan tatapan tajam . Seketika tangan Raka mendorong tubuh megan menempel di dinding.


" aku lelaki normal Megan, kamu selalu menjadi perempuan pertama yang bisa menggodaku" Raka mengulum bibir mungil megan dengan kasar. Megan kaget dengan perlakuan kasar Raka. Megan mendorong tubuh Raka.


Raka kemudian meninggalkan kamar mandi. Dari semalaman Raka menahan hasratnya. Ketika bermain solo di kamar mandi pun tidak membuat Raka memuaskan nafsunya. Raka benar-benar frustasi saat ini.


arrght sial. Apa yang aku lakukan sampai megan ketakutan begitu. Dia akan semakin membenciku. Kenapa aku bertindak sampai sebodoh tadi!'


Raka meninggalkan kamar inap . Ketika sudah diambang pintu. Raka melihat Jimmy sudah berada di kursi.


" kapan kamu datang?" tanya Raka. Wajahnya masih dengan tatapan suram dan sayu. Jimmy bisa mengartikan raut muka Raka.


"saya sudah dari pagi sekali disini. Anda mau kemana pak?" tanya Jimmy.


" kamu tunggu disini antar megan pulang. Saya ada urusan sebentar. Kalau dia ingin menemui saya bilang saja saya lagi sibuk banyak kerjaan" Raka meninggalkan Jimmy yang masih duduk di kursi.


Jimmy mengerutkan dahinya ketika Raka sudah pergi . Tak lama dokter dan seorang suster datang. Jimmy yang masih diluar mengikuti dokter masuk ke dalam ruangan.


" pagi nona, bagaimana keadaan anda hari ini" Dokter itu mulai memeriksa dada dan perut megan .


" kondisi anda sudah membaik, anda bisa pulang. Namun anda jangan terlalu capek dulu yah. Apalagi memikirkan hal yang membuat anda stress. Hindari itu dan jaga pola makan anda" Dokter itu pun menyimpan alat check medisnya.


" saya akan memberi anda vitamin. Setelah ini anda bisa bersiap untuk pulang" imbuh nya lagi.


" terima kasih dok" megan tersenyum kepada dokter dan suster. Tak lama dokter beserta suster pun meninggalkan ruangannya.


" pak jimmy , dimana Raka?" Megan celingukan . Matanya tak menangkap sosok Raka setelah tadi dia keluar dari kamar mandi.


" tuan muda sibuk dia harus mengurus pekerjaan. Apa ada yang ingin anda sampaikan?" Jimmy berkata dengan hati-hati , agar kebohongannya tak terlihat megan.


" begitu yah, tidak usah saya bisa menghubunginya sendiri" jawab megan kesal .


" nona bersiaplah saya akan mengantar nona megan pulang" Jimmy duduk di sofa .


" tunggu sebentar saya ganti baju dulu" Megan kemudian masuk kedalam kamar mandi. Megan mengganti pakaian dengan pakaian yang dia pakai kemarin .


" Pak Jimmy ,saya kehilangan tas saya. Apa anda melihatnya?" tanya megan sopan


" oh itu nona di dalam laci di dekat ranjang. Handphone nya sudah saya masukan ke dalam tas"


" saya mau bertemu mami Raka , apa bisa pak Jimmy mengantar saya?" Megan ingin menemui mami Megan meminta penjelasan tentang semua kejahatan yang dia lakukan pada Megan .


" sebaiknya nona beristirahat dulu. Besok tuan muda Raka akan menjemput anda untuk menemui nyonya besar. " Raka tidak menyuruh Jimmy untuk mengatakan ini. Tapi Jimmy paham dengan pemikiran tuan mudanya. Jimmy tidak pernah membuat kesalahan .


* Jangan lupa like, komen, dan vote nya yah*