
Cahaya matahari masuk melalui jendela apartemen . Raka menggeliat mengucek matanya. Semalam Raka bisa tidur nyenyak setelah 2 tahun Raka selaku terjaga. Hari ini tubuh Raka terasa lebih fresh lingkaran hitam dibawah matanya sedikit memudar. Raka masuk ke dalam kamar mandi, kemudian membersihkan badannya.
Hari ini Jimmy telah menyusun schedule Raka. Sebagai asisten bosnya, jimmy selalu bisa menghandle semua kerjaan yang ditugaskan Raka padanya.
Jimmy sudah berada di apartemen Raka ketika Raka sudah keluar kamar dengan pakaian rapi.
" jim pagi sekali kamu datang, kamu sudah sarapan?" tanya Raka ketika melihat Jimmy yang sudah duduk di ruang tv dengan dokumen ditangannya.
" sudah pak, saya sudah menyiapkan sarapan di meja makan, kebetulan istri saya memasak banyak pagi ini" Raka melihat roti panggang dan pancake di meja makan nya. ada segelas jus mangga di samping roti itu.
" wah senang yah jika punya istri . makan saja ada yang menyiapkan." Raka melahap sarapan yang telah jimmy siapkan di meja.
" segeralah pak" ketus jimmy.
" segera apa? nikah maksudnya" Raka melotot menatap jimmy
" ...." jimmy tersenyum kecut menyesal telah menyinggung bosnya.
"saya akan menikah jika sama megan." Raka menenggak jus mangganya.
tuan kenapa anda seperti itu. Perempuan masih banyak. Apa anda bisa menahan hasrat untuk tidak menyentuh perempuan selama itu. Bahkan membuat nona megan menjadi janda saja sangat tidak mungkin.
( jimmy menggerutu dalam hatinya)
" pak , informasi yang bapak mau sudah saya dapatkan mengenai nona megan saya sudah mengirimkan ke email bapak" Jimmy menatap Raka yang masih sarapan.
" bagus" Raka tersenyum puas.
" setelah bertemu Mr, Park kita kemana jim?" timpalnya lagi.
" sepertinya kita akan seharian di sana pak" ucap jimmy
" kenapa" Raka mengerutkan dahinya .
" karena Mr, Park ingin anda melihat proses produksi mereka dari awal" jimmy menjelaskan perihal keinginan investor nya itu.
" Dia kan hanya berinvestasi saja jim, kenapa harus melihat produksi mereka?" Raka masih enggan untuk berlama-lama . Dana Raka yakin disana akan membosankan.
" Itu keinginan dari mereka pak, saya harap bapak bisa bekerja sama" Jimmy tau apa yang difikirkan tuan mudanya itu.
" baiklah " Raka mendengus kesal . Baru kali ini ada seorang investor menginginkan hal seperti itu.
Setelah selesai sarapan, Raka dan Jimmy meninggalkan apartemennya. Jimmy melajukan mobilnya ke arah timur kota Bandung . Disana banyak industri berdiri. Walaupun hanya beberapa tapi industri di daerah ini cukup membantu para warga sekitar memenuhi nafkahnya.
" jimmy , megan tinggal di daerah timur kota ini. Apakah kita akan melewati daerah itu sekarang" Raka menatap jalanan yang begitu sesak dengan kendaraan .
" benar tuan . Di depan adalah daerah dimana nona megan tinggal " Jimmy menatap Raka di balik spionnya. Melihat Raka tersenyum, dan wajahnya mulai ceria ada perasaan tenang di hati Jimmy.
Pertemuan Raka dan Megan kemarin. Membuat Raka sedikit senang. Walaupun dia tidak mengerti alasan megan menikah dengan pria itu.
Sampailah mobil Raka di depan pabrik industri garment Mr, Park. Jimmy memencet klakson untuk memanggil security di dalamnya. Jimmy membuka kaca mobilnya. Tidak lama keluar seorang satpam memberikan hormat kepada jimmy .
" Siang pak, Bapak darimana?" tanya satpam yang berdiri tegak.
" Saya dari perusahaan Regan sudah ada janji dengan Mr, Park" Jimmy memperlihatkan id perusahaannya.
" silahkan masuk pak, ini tanda pengenalnya" Satpam itu memberikan tanda pengenal tamu, kemudian membuka pintu gerbangnya.
" selamat siang, saya ingin bertemu Mr, Park" ucap jimmy menghampiri meja resepsionis.
" Bapak dari Regan clothing?" tanyanya ramah
"iya benar" jawab Jimmy .
" silahkan Mr, Park sudah menunggu bapak. Bapak bisa mengikuti saya. Saya akan mengantar Bapak ke ruangan direktur "
Resepsionis itu berdiri . Melangkah ke dalam gedung. Raka dan Jimmy mengikutinya dari belakang. Sampailah mereka di depan pintu bertuliskan kata direktur dibawahnya ada tulisan lagi Park Minho. Resepsionis itu mengetuk pintu kemudian mempersilahkan Raka dan Jimmy untuk masuk disana Mr, Park sudah menunggu di singgasananya.
" good morning " Mr, Park mengulurkan tangannya pada Raka
" good morning" jawab Raka sopan membalas uluran tangan Mr, Park.
" sit down please" Mr, Park mempersilahkan Raka untuk duduk . Raka dan Jimmy duduk di sofa dalam ruangan itu. Jimmy menyerahkan dokumen berisi kontrak kerja kepada Raka
"This is our company's cooperation contract. Mr. Park can read it " Raka menyerahkan dokumen itu kepada Mr, Park.
Mr, Park membaca dokumen itu dengan teliti. Dia kemudian mengambil bolpoin dari saku jasnya.
"This employment contract is no problem. I will sign it now" Mr Park menandatangani dokumen itu. Kemudian menyerahkan pada Raka.
"Thank you very much" Raka tersenyum . Memberikan salinan kontraknya pada Jimmy
"Would you like to see the production process in our company?" Mr , Park menatap Raka
" of course" Jawab Raka sumringah.
"We start from the laboratory" Mr,Park beranjak dari kursi , berjalan keluar diikuti Raka dan Jimmy. Mereka melewati beberapa ruangan. Sampailah mereka pada ruangan dengan banyak ac . Disana semua karyawan memakai baju putih dengan masker menutup wajahnya. Mereka sedang bergelut dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Raka dan Jimmy memasuki ruangan itu. Salah satu dari mereka menyapa Mr, Park .
" good morning Mister!" Wanita dengan perawakan mungil itu menundukkan badannya. Rambutnya di ikat setingginya. Hanya matanya yang terlihat.
" good morning, we just want to look around. What style are you checking?" Mr Park melihat sekeliling ruangan itu. Semuanya tertata rapi dan bersih. Walaupun banyak bertumpuk kain tapi tidak mengurangi kerapihannya.
" for style Su-455675" perempuan itu menjawab dengan suara sedikit keras karena terhalang masker.
Raka tiba-tiba memperhatikan perempuan itu secara seksama. Dia mengenal betul siapa pemilik suara itu. Begitupun dengan Jimmy dia menatap perempuan itu lekat-lekat.
" can you explain the cloth checking process to Mr. Raka?" ucap Mr Park.
" of course mister" dengan cepat perempuan itu menjawabnya.
"I do appologized Mr. Raka, I have an internal meeting soon. Manager Kim and Megan will explain in detail. Next, Mr. Kim will take you around the factory" Mr Park menyalami Raka dan Jimmy. Raka masih menatap perempuan yang berada didepannya .
Mr park menyebut nama megan. Apakah wanita yang dihadapannya adalah megan yang ia kenal. Raka menatap lekat perempuan itu. Raka yakin perempuan di depannya adalah megan.
" pak Raka mari ikut saya" Mr Kim membuyarkan lamunan Raka.
" anda bisa berbahasa indonesia?" tanya Raka pada Mr Kim
" tentu saja saya sudah menetap disini selama 10tahun dan sudah menjadi warga negara indonesia" senyum ramah terkembang dari wajah Mr Kim. Raka hanya mengangguk kemudian mengikuti Mr Kim.