
Megan sugan menunggu tante Veronica di ruang besuk. Tak sampai 10 menit Tante veronica menemui Megan . Duduk berhadapan dengan seseorang yang telah menghancurkannya adalah hal yang sulit Megan lakukan. Terlebih Tante Veronica adalah ibu kandung dari Raka, orang yang selalu megan cintai dalam hatinya.
" apa tante tau siapa yang memenjarakan tante?" megan bertanya dengan sikap tegasnya. Kali ini megan akan melawan tante veronica.
" apa kamu senang melihatku menderita" Wajah jutek tante veronica penuh kebencian. Megan hanya tersenyum menatapnya.
" aku tidak pernah senang melihat orang lain menderita. Tidak seperti tante menghancurkan kehidupanku hanya karena anak tante menyukaiku" megan berbicara dengan diplomatis
" hahahahah" Tante veronica tertawa sangat kencang . Membuat Megan mengerutkan dahinya.
" kamu belum sadar diri kamu itu siapa?" ucapnya dengan mata melotot.
" saya manusia seperti tante. Hanya saja Tuhan tidak menitipkan materi lebih untuk saya. Tapi sayangnya anak tante mencintai saya sampai detik ini. " megan tersenyum menyeringai. Wajah tante veronica merah padam. Tangannya mengepal .
" kamu mau memanfaatkan anakku untuk mengancamku?" tanya tante veronica dengan nada tinggi.
"apa anda merasa terancam? baiklah mulai sekarang dan selamanya aku tidak akan dengan bodoh meninggalkannya. Aku tidak akan sedikitpun meninggalkannya apalagi untuk menjauhinya" Seperti biasa megan tak pernah emosi berhadapan dengan tante veronica. Megan tampil sangat elegan dan dewasa.
" kau ? beraninya kamu? " tante veronica menggebrak meja satu tangannya menunjuk megan .Matanya melotot . amarahnya memuncak kali ini.
" tante aku tidak akan menyerah mulai sekarang. Maafkan aku . Aku tidak akan sepolos dan sebodoh dulu lagi" Megan berlalu meninggalkan tante veronica yang masih mematung dalam amarahnya.
Raka dan Jimmy menunggu Megan diluar. Megan melihat Raka sedang merokok. Wajahnya sangat tampan. Satu tangannya memegang rokok. Raka selalu tampak gagah ketika mengenakan tampilan kemeja dengan tangan dilipat sampai ke sikut. Rambutnya yang terkena angin membuat wajahnya nampak sempurna. Kharismanya tidak pernah hilang dari dulu.
Megan menghampiri Raka .Kemudian Megan memeluk lengan Raka dengan sangat erat. Raka yang merasa mendapat serangan mendadak dari Megan refleks membuang sisa rokoknya. Jimmy yang masih berdiri di sebelah Raka tak kalah kaget melihat sikap Megan.
" ayo pulang" megan mematung dengan tangan yang masih melingkar kuat di lengan Raka .
Tanpa kata-kata Raka memerintahkan Jimmy untuk segera pergi dari rutan . Di dalam mobil Megan masih mengeratkan lengannya pada Raka. Sampai Raka kebingungan sendiri dibuatnya.
" kamu kenapa?" tanya Raka. Dahinya mengkerut menjadi 3 kerutan. Raka menatap Megan masih dengan ekspresi bingung
" apa kamu keberatan?" megan balik bertanya melihat ekspresi di wajah Raka.
" hei wanita , ketika aku bertanya jawab dulu jangan balik bertanya" Raka menarik hidung mancung megan dengan gemasnya.
Megan tak berkata apapun ,Megan terus memeluk lengan Raka yang kuat. Tatapan Megan lurus ke depan.
" jawab pertanyaanku ada apa denganmu ?" Raka menarik dagu lancip Megan.
" aku ingin bermanja-manja denganmu apakah harus ada alasan" Megan selalu berkata diplomatis. Raka hanya diam menikmati sikap manja Megan padanya.
" boleh aku bertanya?" Raka menatap Megan masih dengan ekspresi sama.
" tanyakan saja" jawab Megan dengan nada ketus
" apa yang kamu bicarakan dengan mami?"
" apa kamu benar-benar ingin aku jujur?" Megan selalu menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan.
"hmm" jawab Raka
" rakus aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi" Megan mengeratkan pelukannya.
" apakah kamu akan menerima lamaranku" Mata Raka berbinar, seperti mendapat angin segar di tengah teriknya matahari.
" aku akan mempertimbangkannya jika masa iddahku selesai. Bisakah kamu membantuku satu hal" Megan menatap Raka dalam.
" katakan apa yang bisa aku bantu. Apapun aku akan melakukannya"
" kamu jangan pernah sekalipun meninggalkanku. Apa aku terdengar egois" Megan bisa merasakan debaran jantung Raka ketika mendengar ucapannya. Kepala Megan yang bersandar pada dada bidang Raka membuat Megan bisa merasakannya.
" tidak kah kamu tahu aku tidak pernah meninggalkanmu. Tanpa kamu minta aku sudah melakukannya " Raka melepaskan pelukannya. Sedikit menegakkan cara duduknya.
"aku ingin kamu berusaha lebih keras lagi untuk tidak pergi jauh seperti dulu. Karena mulai sekarang aku tidak akan bertindak bodoh membiarkanmu sendiri berjuang dalam hubungan ini" Megan menatap Raka dalam. Raka tersenyum . Wajahnya terlihat bahagia.
Jimmy yang mendengar percakapan mereka hanya tersenyum di balik kemudi.
" aku janji" Raka menyandarkan punggungnya yang lelah .
" Megan kenapa kamu bisa bekerja di perusahaan Mr Park" Raka ingin menanyakan ini dari dulu.
" aku pernah menolong anaknya ketika di tempat bermain. Kebetulan aku bisa berbahasa Inggris jadi Mr Park menawari ku pekerjaan." Megan menjelaskan semuanya pada Raka.
" bagaimana malam pertamamu dengan Rizal?" pertanyaan Raka membuat megan melepaskan pelukannya.
" hei apa harus kamu menanyakan hal seperti itu?" Megan melotot menatap Raka.
" seharusnya aku yang menikmati itu terlebih dahulu. Sialnya malah si brengsek itu" Raka menghembuskan nafasnya kasar
" kamu beneran ingin tahu?" Megan menatap Raka yang masih cemberut.
" malam pertama romantis yang pernah ada" megan terkekeh menjaili Raka.
" jangan membohongiku Megan" Raka nampak marah sekarang.
" kenapa kamu ingin tahu masalah seperti itu. Toh bayangan kamu pun muncul saat aku melakukannya dengan Rizal" Megan segera menutup mulutnya. Habislah dia digoda Raka keceplosan berbicara seperti itu.
"waaahh benarkah?" mata Raka kembali secerah pelangi.
" sudah lupakan Raka. Kamu tidak perlu menanyakan hal memalukan itu lagi" Megan kesal Raka selalu menanyakan hal-hal aneh padanya.
Hari semakin sore. Dan senja sudah menghilang ditelan langit yang akan berganti malam. Raka dan Megan sudah lelah berada dalam mobil.
"kita makan malam dulu oke ?" ucap Raka melihat Megan memegangi perutnya.
" iya , aku sudah melewatkan makan siangku tadi" Megan tidak menolak lagi
"restoran jepang favorite mu" Raka berkata antusias. Megan mengiyakan ajakan Raka tanpa fikir panjang.
" Jimmy kita ke kantor dulu. Kamu pulang saja, biar Megan saya yang antar. Kamu sudah lelah menyetir sepertinya. Kasian istrimu jika kamu harus terus pulang malam" perintah Raka.
Jimmy membelokkan ke arah kantor. Jimmy tahu Raka tidak ingin diganggu kali ini.
*jangan lupa like komen dan vote yah*