
Handphone Rasya bergetar tanda ada panggilan masuk , Rasya kemudian mengangkatnya.
" iya kenapa" Rasya nampak ketus menjawab telepon yang masuk itu.
" kenapa kamu akhir-akhir ini berubah?" tanya desti yang berada di ujung telepon.
" maksud kamu?" tanya Rasya berpura-pura .
" kamu sudah jarang menghubungiku, ketika aku ngajak kamu keluar kamu menolak, apa aku punya salah sama kamu?" Desti memberondongi pertanyaan pada Rasya. Desti sudah cukup sabar, sudah 2 bulan dia di acuhkan Rasya. Bahkan bertemu hanya 3x saja dalam waktu 2 bulan ini. Desti harus meluruskan semuanya.
"Aku sibuk sekali dengan kuliahku begitu banyak tugas mata kuliah , apakah kamu tidak sibuk kamu sama-sama berada di semester 4 denganku?" Rasya bertanya seolah dia tidak ingin disalahkan atas sikapnya.
" ya aku tau, setidaknya kamu memberiku kabar, meluangkan sedikit saja untuk berkomunikasi denganku" Desti berkata lirih, air matanya hampir menetes. Dia menyadari ada hal aneh pada Rasya
" maafkan aku des" Rasya merasa bersalah pada Desti, dia yang memulai semuanya , Rasya pula yang bimbang dengan perasaannya.
"Apakah ada perempuan lain selain aku?" Desti menahan tangisnya. Suaranya terdengar sangat berat
Raka hanya diam , Memang benar ini tidak lah adil untuk Desti ,sudah satu tahun mereka berpacaran, dan semuanya baik-baik saja. Sampai Rasya melihat megan berciuman dengan Raka membuatnya begitu marah dan cemburu, melupakan Desti seketika. Rasya baru menyadari ternyata yang dia rasakan pada megan adalah rasa sayang sehingga sekarang dia tak mampu lagi kehilangannya, tak sanggup melihat megan bersama pria lain.
" apa itu benar Rasya?" Desti sudah tak bisa menahan air matanya, Dia terisak.
Rasya terus saja berdiam, Rasya tidak tau apa yang harus dia katakan.Dia tidak ingin menyakiti Desti lebih jauh lagi dengan berpura-pura terus berada di sisi-Nya.
" kalau kamu tidak ingin menjawabnya gak apa- apa Rasya, aku sudah tahu jawabannya" Suara Desti terdengar sangat parau. Desti menutup teleponnya.
Rasya duduk di cafe itu, dia melamun. Mendengar perkataan Desti ,dia begitu pengecut tidak tau dengan perasaannya sendiri. Rasya sudah menyakiti hati Desti. Dan dia harus tersiksa karena megan menjauhinya bahkan sekarang megan membencinya. Persahabatannya dengan megan harus hancur karena cinta nya yang egois.
Raka meminum kopi yang dia pesan, kopi yang begitu manis terasa pahit saat ini. Rasya benar-benar harus mengambil keputusan sekarang. Dia mengambil handphone di saku celananya.
" kamu lagi apa des?" tanya Rasya dengan nada lembut
" Aku lagi di rumah, kenapa sya?" Desti masih dengan suaranya yang serak sehabis nangis.
"bisa kah kita bertemu malam ini?ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan" Rasya berusaha membuat keputusan untuk kebaikan semuanya.
"baiklah" Desti mengiyakan ajakan Rasya
" Jam 7 malam nanti aku jemput" Rasya menutup teleponnnya.
Rasya pergi meninggalkan cafe, melajukan kearah rumahnya. Rasya sudah membuat keputusan saat ini.
Waktu maghrib telah berkumandang, Rasya bersiap-siap. Rasya mengenakan kemeja hitam dipadukan celana jeans, tak lupa jaket jeans yang membuat dia lebih fashionable.
Dirumahnya, Desti sudah bersiap. Desti menggunakan blouse berwarna pink dengan celana jeans berwarna biru. Rambutnya yang lurus tergerai sangat indah. Desti gadis cantik dengan kepribadian yang baik pula. Tubuhnya tinggi semampai, dengan berat ideal. Kulitnya putih mulus. Apapun yang dia kenakan akan terlihat bagus. Setelah touch-up desti menunggu Rasya di ruang tamu, Dia nampak cantik saat ini.
Rasya sudah memarkirkan motornya di depan rumah Desti. Mengetuk pintu rumah Desti.
" assalamualaikum" Rasya tersenyum ramah.
" Maaf tante, saya ingin mengajak Desti makan malam di luar , jam 9 malam Desti sudah saya antar ke rumah, itu pun jika tante mengizinkan" Rasya tidak banyak bicara dia langsung ingin mengajak Desti diluar rumahnya.
" baiklah, hati-hati nak, jangan pulang terlalu malam, dan juga jangan jangan terlalu ngebut naik motornya." Ibunda Desti mengiyakan permintaan Rasya.
"baiklah bu, kami berangkat dulu takut kemaleman nanti" Desti mencium punggung tangan ibunya, begitupun Rasya . Mereka berpamitan untuk pergi ke luar.
(smirk)
Rasya menatap Desti yang begitu anggun malam ini. Andai dia tidak ada hati pada megan mungkin semuanya akan baik-baik saja. Raka memberikan helmnya pada Desti.
" apa kamu tidak kedinginan memakai baju seperti itu?" Rasya memberikan jaket jeansnya pada Desti.
Mereka pergi meninggalkan rumah Desti. Cuaca di Bandung sangat dingin malam ini. Desti begitu bahagia malam ini. Melihat Rasya begitu perhatian padanya. Desti melingkarkan tangannya di pinggang Rasya. Desti memeluk Rasya dengan erat, begitu dia merindukan Rasya. Rasya hanya diam melihat tingkah Desti. Dia membayangkan dulu megan selalu memeluknya hangat ketika menaiki motornya, megan selalu tertidur di punggungnya. Dan sekarang Rasya tidak pernah merasakan lagi kehangatan itu.Bahkan sekarang hubungannya menjadi sangat dingin dengan megan.
Perjalanan ke cafe tidak lah begitu jauh dari rumah Desti hanya 20 menit. Cafe pertama kali Rasya menyatakan cintanya pada Desti.
Rasya memarkirkan motornya, menggandeng tangan Desti. Desti tersenyum dengan semua yang dilakukan Rasya .
Rasya memesan beberapa menu makanan ,minuman serta dessert semuanya kesukaan Desti. Setelah siap, mereka menyantap nya dengan lahap ditemani live music, dan sekarang sedang dinyanyikan lagu slow bertema kan cinta oleh penyanyi di cafenya. Desti menatap Rasya sampai tak mengedip, dia begitu bahagia malam ini. Sedangkan Rasya hanya fokus pada makan malamnya.
" Desti malam ini kamu cantik sekali" Rasya membuka pembicaraannya.
" makasih Rasya" Desti tersenyum menatap Rasya.
" Pasti begitu banyak lelaki yang mengejarmu" Rasya menatap desti sayu. Sedangkan Desti tak mengerti apa yang dibicarakan Rasya.
"maksudmu?" Desti mengernyitkan dahinya.
" bagaimana kuliahmu?" Rasya mencoba bersikap tenang.
" lancar, aku tidak ada masalah dengan kuliahku, bagaimana dengan kuliahmu?oh yah apa kamu masih suka berkumpul dengan sahabat di band mu?" Desti menyantap dessert yang telah dipesan Rasya .
"begitu banyak tugas, aku bahkan tidak bisa menyempatkan waktu untuk bermain bersama sahabatku, tapi kemarin aku latihan band bersama mereka" Rasya menatap Desti yang begitu bahagia malam ini.
"syukurlah, kamu jangan lupa menjaga kesehatanmu" Desti tersenyum pada Rasya . Senyum yang sangat manis.
"Des aku ingin membicarakan sesuatu tentang hubungan kita" nada suaranya mulai serius.
" bicaralah, apapun yang ingin kamu katakan aku akan mendengarkannya" Desti masih penasaran sebenarnya apa yang ingin dikatakan Rasya.
" Desti bisakah kita mengakhiri hubungan ini" Rasya menatap Desti penuh dengan kebingungan. Desti yang mendengar ucapan kaget dan menjatuhkan sendok yang ada di tangannya. Desti menundukkan wajahnya, terdiam masih mencerna semua yang dia dengar.
" apa maksud perkataanmu" Terdengar suara Desti yang sangat berat, Desti tak bisa menahan lagi air mata yang menetas di pipinya.
"aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini" Rasya menarik nafas panjang , memegang tangan desti agar desti bisa menahan tangisnya. Seketika Desti melepaskang genggaman tangan Rasya, namun Rasya menahan nya.
" apa aku punya salah sehingga kamu melakukan ini padaku?" Desti masih tidak mengerti dengan sikap Rasya. Sudah begitu manis, namun dia menghancurkan kebahagiaanya seketika. Meninggikan ke langit, kemudian menjatuhkannya begitu keras ke bumi