
Lama sekali mereka berpelukan . Rasa rindu, perasaan dalam yang pernah mereka rasakan tersirat melalui pelukan itu. Megan masih diam ketika Raka memeluknya. Tubuhnya masih kaku. Tangannya masih meremas celana nya dengan kuat. Raka melepas pelukannya. Menggenggam tangan Megan.
" apa kamu bahagia?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Raka. Tatapan Raka begitu dalam. Megan jatuh kedalam sorot matanya yang teduh .
Megan hanya membisu mendengar pertanyaan Raka. Dia sudah tidak tahu harus berkata apa.
" Kenapa setiap kali bertemu denganku kamu selalu menangis. Apa kamu bahagia?" Lagi Raka memberikan pertanyaan konyol.
" kamu lah yang selalu membuatku menangis" megan akhirnya mengeluarkan suaranya.
" kenapa aku? aku bahkan merelakan kamu menikah dengan pria macam itu" Raka melepaskan genggaman tangannya dengan kasar.
" maksudmu pria seperti apa?" megan nampak bingung dengan segala ucapan Raka.
" dia bahkan membiarkanmu bekerja , pria macam apa dia itu?" Raka mendengus kesal.
" aku sendiri yang ingin bekerja bukan dia yang menyuruhku" Megan tidak mengerti Raka berbicara seperti itu.
" kamu bahkan harus naik turun angkot untuk bekerja. Apa dia tidak sanggup menafkahimu. Atau dia tidak bertanggung jawab sebagai kepala keluarga?" Raka berbicara meremehkan pria yang sedang dia bahas.
" jangan sekali kamu menghina suamiku" Megan geram mendengar perkataan Raka. Walaupun dalam hati kecilnya megan sadar suaminya memang selalu mengabaikan dirinya . Bahkan kepada Tasya pun suami Megan sangat acuh. Padahal jelas Tasya adalah anak kandungnya. Tapi ketika Raka menjelekkan suaminya langsung megan marah , dia tau pengorbanan apa yang telah dilakukan suaminya selama ini.
Raka tidak percaya dengan apa yang di dengarnya . Sorot matanya menggelap, wajah suramnya kembali muncul . Dalam hitungan detik Raka mencibir lagi
" cih,, kamu bahkan membela pria seperti itu" kali ini raut muka Raka berubah menjadi kebencian dan kedengkian.
Selama ini megan menganggap suaminya adalah dewa penyelamat hidupnya. Bahkan berkali-kali suaminya melakukan kesalahan megan selalu memaafkan. Hati megan memang sudah kebal. Bahkan sudah mendingin . Megan sadar suaminya bertindak seperti itu karena kesalahan megan sendiri.
Permasalahan yang selalu muncul dalam rumah tangganya ,megan selalu menyalahkan diri sendiri. Dan tanpa dia sadari orang lain menyadari setiap raut kesedihannya. Megan selalu mengalah setiap kali dia berdebat dengan semuanya. Sampai dia tidak bisa membedakan kesedihan dan kebahagiaan .
" bagaimanapun dia tetap suamiku ,kamu tidak berhak menjelekannya dihadapanku" megan berusaha menyembunyikan semua masalah nya . Padahal Raka jauh lebih tahu permasalahan yang megan hadapi. Dia bahkan tahu kelakuan suami megan seperti apa di belakang megan.
" jangan sekali lagi kamu menangis. Apalagi menangisi pria macam dia" Raka menggertakan giginya . Entah kenapa Megan begitu membela suaminya fikir Raka.
"pak jimmy kenapa kamu tau arah rumahku" Megan menatap jimmy berusaha mengalihkan pembicaraan .
" maaf nona, bahkan saya tau semuanya" Ucap jimmy .
" kamu memata-mataiku" megan mebelakakan matanya.
" sudah dari dulu nona" jimmy menjawab seperlunya.
" kamu" Megan menunjuk Raka yang dengan santainya menatap megan . Raka hanya tersenyum
" kenapa kamu memata-mataiku?" Megan menatap Raka tajam
" sudah kubilang kamu berhutang banyak penjelasan padaku" ucap Raka.
" aku sudah menjelaskannya, mulai sekarang dan selanjutnya raihlah kebahagiaanmu tanpa aku" megan berkata lirih.
" apa kamu tidak ingat dengan kata-kataku ?" Raka menarik dagu megan agar dia bisa menatap wajahnya.
" ..." megan hanya diam .
" aku tidak akan pernah menikah jika bukan sama kamu" ucap Raka dengan tegas.
"bahkan aku sudah menikah kenapa kamu mempersulit dirimu sendiri. " megan tak menyangka Raka akan berkata seperti itu.
" itu urusanmu jika kamu sudah menikah. Dan jika aku hanya ingin menikah denganmu itu juga urusanku" Raka sekarang menjadi keras kepala.
Jimmy terus bergumam dalam hatinya. sesekali dia menepuk dahinya dengan keras. menggelengkan kepalanya tak percaya.
" mengapa kau bodoh" megan kesal mendengar ucapan Raka. Megan melepaskan tangan Raka dari dagunya
benar nona semenjak tuan muda bertemu lagi dengan anda dia jadi bodoh dan sangat bodoh ( batin jimmy)
" beraninya kamu mengataiku bodoh?" wajah Raka memerah saat itu.
" kenapa kau tidak menikah saja dengan nanda. Dia cantik dan kaya . Dia pantas bersanding denganku" kata megan
Wajah Raka memerah mendengarnya. Kali ini Megan salah telah mengungkit Nanda di depan Raka
" bahkan jika di dunia ini wanita hampir punah aku tidak akan menikahinya" Raka menatap keluar jendela . Raka kesal mengapa megan sama sekali tidak menghargainya.
Tiga tahun dia bertahan dan tersiksa karena megan menghilang. Ketika Raka bertemu megan kenapa dengan mudah mengatakan untuk Raka menikah dengan nanda. Hatinya saja bahkan baru pulih dari tidur yang panjang. Baru saja hatinya memerah kembali setelah waktu yang begitu lama menghitam karena tak pernah menemukan celah .
Megan membisu. Dia sadar telah membangunkan macan tertidur.
" kamu bahkan sama sekali tidak menghargai usahaku, apa di hatimu aku sudah mati?" Raka berusaha menahan amarahnya.
deg
Hati megan terasa perih mendengar perkataan Raka . Dadanya sesak. Jantungnya terasa sudah berhenti berdetak. Megan tertunduk. Dia tidak bisa membohongi perasaannya. Karena sampai sekarang Raka lah yang masih megan cintai dengan sepenuh hatinya.
" iya di hatiku kamu sudah mati" megan berbohong. Megan meremas celananya dengan kuat. menyembunyikan segala kebohongan walaupun itu menyakiti dirinya.
" berhenti jim" Raka menyuruh jimmy untuk menghentikan mobil.
Jimmy menuruti perintah Raka.
" keluar" ucap Raka .
Megan tak paham dengan perkataan Raka. Dia hanya diam
" keluar ,apakah kau tuli?" Raka menatap megan dengan suara sedikit keras membuat megan terperangah tak percaya.
Mendengar teriakan Raka megan keluar dari mobil itu.
" jalan jim" perintah Raka lagi.
" anda yakin pak, rumah nona megan masih jauh" ucap jimmy berharap Raka menarik kata-katanya.
" cepat" bentak Raka.
Jimmy menginjak pedal gas melajukan kendaraannya. Jimmy menatap Megan melalui kaca spion. Megan masih mematung disana.
Setelah melajukan kendaraannya tiba-tiba terlihat kilat disambut suara petir. Tak lama hujan pun turun . Jimmy khawatir dengan megan
" pak apa tidak sebaiknya kita berbalik . Diluar hujan dan ini sudah hampir malam" Jimmy menatap Raka .
" diam kau" bentak Raka lagi.
Jimmy pun terdiam tak berkata apapun lagi. Dia mengerti situasi yang dihadapi bosnya.
*Jangan lupa vote nya dong. Terus like dan komen nya author tunggu yah*