RISAU

RISAU
ASA (SEPI)


Setelah kejadian itu, Rasya menghilang seperti di telan bumi . Tidak ada kabarnya sama sekali. Persahabatanku hancur karena keegoisannya, andaikan dia bisa mengerti tanpa harus bersikap kasar .Aku menghubungi alex. Membuat sambungan telepon dengan alex.


" hallo alex,lu lagi dimana" tanyaku tanpa basa basi. karena aku tau alex orangnya to the point.


" dikampus ,kenapa? jawabnya simple.


" kalau ada waktu nanti sore datang ke food court yah aku mau cerita" aku berusaha untuk tenang.


" kenapa gak lewat telepon aja?" tanya alex


" panjang kalau lewat telepon , langsung aja yah lex, bisa kan lex, ajak iko juga boleh" jawabku.


" masalah Rasya?" alex bertanya dengan nada penuh penasaran .


" iya" jawabku singkat.


" oke nanti gue kesana bareng iko"


" oke maksih lex ,bye"


" bye"


Kami mengakhiri percakapan.


Sudah 6 hari aku bekerja di foodcourt ini, semenjak kejadian waktu itu Raka tidak pernah sama sekali menampakkan batang hidungnya. Terakhir aku melihatnya saat hari dimana aku menabraknya. Sesekali aku melihat ke ruangannya , masih saja tidak ada Raka. Ada yang hilang dariku, sepertinya aku mulai merindukan Raka. Sepi. Rasya pun menghilang bersama dengan Raka. Apa sikapku keterlaluan.


Raka menepati janjinya dia tidak akan lagi menampakan batang hidungnya lagi di hadapanku. Tapi mengapa aku gak rela? Mengingat malam itu,rasanya dada ini begitu sesak. Saat ini aku bemar-benar merindukannya.


" megan " manager foodcourt memanggilku yang sedang menunggu hidangan dari koki.


" iya pak" aku menghampiri nya


" masuk ke ruanganku biar jimmy saja yang menghandle pembeli" pak manager memasuki ruangannya. Dulu di ruangan ini ada Raka yang selalu menganggunya. Tapi sekarang ruangan ini kosong


" silahkan duduk" manager mempersilahkan ku duduk.


" megan , hari minggu adalah hari liburmu kan?" tanyanya.


" iyah benar pak" jawabku tegas. Di foodcourt ini libur karyawan berbeda-beda karena foodcourt buka setiap hari.


" saya tau kamu akan mengikuti ujian pada hari senin-rabu, saya memberikan kamu libur dengan syarat minggu ke dua dan minggu ke 3 kamu harus tetap masuk sebagai ganti liburmu " manager duduk dengan wajah yang begitu ramah.


" sebenarnya tidak usah repot pak, saya masih bisa bekerja walaupun sedang ujian akhir " jawabku meyakinkan manager .Tidak enak kalau aku harus libur lama , karena aku baru seminggu kerja.


" ini perintah langsung dari bos, saya harap kamu bisa menerima, dan bisa fokus mengikuti ujian " manager kembali menjelaskannya.


" baiklah kalau begitu pak, terima kasih atas pengertiannya. Saya pamit bekerja kembali"


"silahkan " jawab pak manager ramah .


Aku pergi meninggalkan ruangan manager. Apa aku tidak salah dengar , ternyata Raka lah yang menyuruhku untuk libur agar bisa mengikuti ulangan. Dia masih saja memperhatikanku walaupun dia tidak pernah muncul sama sekali. Aku ingin sekali berterima kasih padanya . Tapi aku gengsi kalau harus menghubunginya. Dalam hatiku aku sudah memaafkannya.


"megan " iko meneriakiku dari kejauhan . Aku lihat tangannya melambai-lambai ke arahku. Terlihat alex disamping iko sedang memainkan hapenya. Aku menghampiri mereka.


" kalian apa kabar,gue kangen tau" tanyaku sambil memanyunkan bibir


"lebay lu megan" iko memjawab sambil terkikih kikih dengan perkataanya.


" yey, gue beneran kangen , kalian mau minum apa ? capuchino choco with boba ?" tanyaku melihat kedua sahabatku.


" oke gue pesenin ,gue yang traktir karena gue yang undang kalian dateng" aku pergi meninggalkan iko dan alex . Memesan 2 hidangan untuk mereka. Tak lama berselang aku kembali membawa makanan dan minuman untuk kedua sahabatku itu.


" sebenarnya lu sama Rasya kenapa" alex yang dari tadi diam saja bertanya sambil menyeruput minuman yang ada di meja. Kebetulan sekali foodcourt sepi jadi aku bisa sedikit berbincang dengan mereka.


Aku menceritakan semuanya ,tidak termasuk menceritakan saat Raka menciumku. Alex pasti marah besar karena sepupunya adalah pacar Raka . Alex dan Iko mengerti dengan kesalahpahaman Rasya dan megan. Mereka akan membantu kedua sahabat ini berbaikan lagi untuk kedua kalinya. Dulu megan yang menghindar sekarang Rasya yang menghindari megan.


" memangnya tu cowok brengsek" alex mengepalkan tangannya menggebrak meja .


Aku berusaha menenangkan alex , aku memberi tahu bahwa aku hanya berteman dengannya. Dan alex pun mengerti .


" Selama ujian gue off kerja , karena mau fokus belajar. Kalau bisa Rabu sore lu ajak Rasya kerumah" aku melihat sahabatku menyantap makanan dengan lahap. Apalagi iko makannya sampai cepat ludes dipiring tak bersisa .


"oke gue bujuk Rasya, itupun kalau dia mau ." alex masih dengan kesantaian nya. Memang gak ada orang se kalem alex.


Mereka berpamitan setelah mereka kenyang.


Aku melanjutkan pekerjaan ku. Tak terasa jam kerjaku berakhir. Aku menuju tempat pemberhentian angkot. Sudah karut malam. Aku memesan ojeg online di aplikasiku. Sampai pada akhirnya aku sampai di rumah.


Keinginanku untuk berterima kasih aku akan melakukannya. Aku akan menghubungi Raka melalui pesan Whatsapp.


***To Fans Gila


Selamat malam pak , terima kasih telah memberikan libur untuk ujian akhirku.


pesan itu terkirim. Namun belum dibaca . Aku membersihkan badanku, kemudian mengambil wudhu. Sudah Hampir 30 menit aku menunggu, tidak ada balasan . Sepertinya dia sengaja mengabaikanku. Karena aku melihat status wa nya online. Tapi dia tidak membuka pesanku. Mataku sudah mengantuk tapi fikiranku masih tertuju pada Raka . Akhirnya aku bisa.memejamkan mataku


coretan risauku...


Tuhan....


Kenapa aku tidak pernah terlelap tidur ketika malam.


Kau tau itu.


Aku hanya ingin cepat memastikan bahwa aku masih di bumi ,masih bisa untuk bebenah diri.


Kau tau Tuhan aku masih ingin melihat ibu bahagia


.ketika aku takut akan kehilangan satu hal yaitu oksigen untukku dan mereka bernafas di bumi ini.


Tuhan ....


sepi yang aku rasakan sekarang begitu menyakitkan.


aku pernah merasa sepi namun tak pernah seperti ini.


aku pernah merasa sepi namun tak pernah sehampa ini.


Tuhan apapun yang menjadi doaku tolong kabulkan.


#Rumah Raka#


Raka melihat ada notif pesan wa masuk. Betapa terkejutnya dia ternyata megan lah yang mengirim pesan. Hatinya berbunga , hatinya bahagia. Ingin sekali Raka menjawab pesan itu segera. Namun di urungkannya.


Dia tidak ingin mengganggu istirahat megan yang sudah lelah bekerja seharian.


Raka akan membalas pesan itu besok. Raka memegang hp nya kemudian terlelap dengan perasaan senangnya.