RISAU

RISAU
LUKA (BERTAHAN)


(smirk- tersenyum sinis)


" nyonya anda tidak perlu khawatir. Tuhan sudah mengatur jodoh saya siapa. Jika memang Raka jodohku bagaimanapun anda ingin memisahkan kami itu tidak akan terjadi , sebaliknya jika kami bersikeras untuk bersatu kalau Tuhan tidak menakdirkannya maka kami akan terpisah. Jadi untuk anda nyonya, jangan bersusah payah mengancam atau memisahkan kami. Kita lihat nanti biarlah tangan Tuhan yang menentukan. Terima kasih untuk coffe nya, saya permisi nyonya" aku berdiri meninggalkan tante veronica yang masih duduk. Hatiku terasa perih, sakit hati dengan semua perkataan tante veronica.


Aku meninggalkan cafe dengan perasaan kacau, aku menaiki taksi yang ku hentikan. Belum pernah aku merasa sakit hati seperti ini. Kata-kata tante veronica benar-benar menjadikan titik balik hubunganku. Air mata ini semakin deras ketika kulihat wajah Raka di layar hapeku. Sesak sampai aku tidak bisa bernafas. Baru saja sebentar aku merasakan kebahagiaan dan aku harus kehilangan kebahagiaan itu.


" Tuhan kenapa kamu tidak bisa membiarkanku tenang dan bahagia, Engkau selalu membuat hidupku diterpa ujian. Kuatkan aku Tuhan aku sudah tidak kuat" batinku . Aku menutup kedua wajahku dengan tanganku. Menghapus air mata yang menetes di pipiku.


Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku sudah sangat menyayanginya sampai aku tidak rela jika harus melepasnya. Di sisi lain aku tidak ingin Raka melawan orang tuanya. Ini semua terlalu sulit untukku.


Hapeku bergetar , ada panggilan masuk. Mamah meneleponku, aku tidak bisa menjawabnya. Akupun mengabari mamah dengan mengirim pesan.


***to mamah


Mah aku ada urusan , mamah tidur saja jangan menungguku pulang, aku makan diluar yah mah.


Aku mengirimkan pesan. Agar mamah tidak mengkhawatirkanku.


" nona mau diantar kemana?" supir taksi tiba-tiba menanyaiku.


" antar aku ke daerah punclut pak" kataku sambil menahan isak tangisku..


Setelah beberapa jam akhirnya aku sampai. Kulihat pemandangan kota Bandung yang sangat indah dari atas daerah ini. Kerlip Bintang di langit dan cahaya lampu di gedung membuatnya semakin indah. Namun semua itu tidak menyembuhkan rasa sakitku. Rasa sakit hati dengan semua keadaanku. Aku memflash back kehidupanku. Dari masa SMA ku yang penuh bullyan. Aku kecil dulu dengan segala pertengkaran orang tuaku. Aku semakin terisak mengingat semua hal itu. Sampai akhirnya. Aku menemukan sosok Raka yang bisa menghangatkan dingin dalam hidupku. Raka adalah sosok yang dalam sekejap waktu mengeringkan air mataku. Raka membantuku menghempaskan semua beban hidup yang selama ini ada dihidupku. Dia yang Tuhan bawa untuk kebahagiaan ku. Namun itu akan segera berakhir .


" Tuhan sampai kapan penderitaan ini selesai"


aku berteriak tidak peduli semua orang menatapku. Aku pun terisak semakin menjadi.


" Tuhan aku sudah tidak kuat menanggung ini" Aku pun terduduk lemah diatas tanah. Aku menangis sejadi-jadinya. Dalam tangisku, aku merasakan seseorang memegang kedua bahuku.


" kau kenapa?" terdengar suara wanita . Aku hanya tertunduk dalam tangisanku. Aku sudah lelah ,bahkan tidak kuat untuk berdiri. Wanita itu menuntunku untuk berdiri, memapahku untuk duduk di sebuah kursi. Lalu memberikanmu sebotol air mineral


" minumlah , kau sudah sangat pucat, kau kelelahan" wanita itu terus memegang bahuku. Sesekali dia mengusapnya lembut . Aku mengambil air itu kemudian menenggaknya. Aku mulai tenang. Hanya ada suara nafasku yang semakin berat.


" terima kasih" lirihku. Aku melihat wanita itu, ada rasa khawatir di wajahnya ketika melihatku.


" kuatlah , kadang kau harus merelakan semua hal yang kau inginkan, Tuhan sudah merencanakan hal yang lebih baik selanjutnya, Kau hanya perlu menerimanya dengan ikhlas pada bagian ini" wanita itu memelukku erat, aku membalas pelukannya. Beban yang menghimpit perasaanku sedikit terangkat. Aku menitikkan air mataku kembali


" jangan menangis lagi, kasihanilah dirimu yang sudah seperti ini" dia terus menenangkanku. Aku pun terus memeluknya . Dia mengusap punggungku.


" kau sudah tenang , kau harus pulang ini sudah sangat malam. Kau kuantar saja." ucapnya sambil melihatku yang sudah tenang.


" terima kasih, tidak usah aku akan memesan taksi online" ucapku.


"baiklah kalau begitu" dia tersenyum manis padaku


" maaf siapa nama kakak" ku lihat wanita itu sudah sangat dewasa, umurnya sebanding dengan abangku yang ke 4. Sekitar 29 tahun.


" Rika " katanya .


" oh yah namaku megan, terima kasih banyak kak. " Rika hanya tersenyum sendu mendengar perkataanku.


"aduh hapeku mati" aku melihat layar hapeku . Aku lupa maengecasnya tadi karena terburu menemui tante veronica . Aku menggarukan kepalaku. Aku menatap Rika yang sedang tersenyum padaku


"Terimalah tumpanganku adik manis, kau tidak akan bisa pulang kalau menolaknya" dia menarik hidung mancungku.


" baiklah, terima kasih banyak kak" aku menggenggam tangan Rika. Rika menarik tanganku .


"kita pulang , orang tuamu pasti mencemaskanmu" Rika membawaku kedalam mobilnya. Aku pun hanya mengikutinya karena tidak ada pilihan lain.


Rika melajukan mobilnya.


" Dimana alamatmu?" Rika menatapku.


" Di jalan, xx no x ." Aku memberika informasi rumahku dengan detail.


" Baiklah aku akan mengantar kau pulang, apa kau mau menceritakannya padaku?" Rika menatapku dengan wajah penasaran.


" yah menceritakan mengapa kau sampai begitu frustasi tadi disana?" ucapnya .


"oh itu. Aku memang sedang frustasi. Aku bingung dengan hidupku sendiri" jawabku sendu.


" wee. apa yang membuat kau sampai begitu frustasi, kau masih begitu muda?" Rika menatapmu .Kemudian dia kembali memfokuskan dirinya ke arah jalan.


" Aku harus memilih meninggalkan orang yang sangat kucintai, karena ibunya tidak bisa menerimaku" Aku menahan air mataku agar tidak kembali terjatuh.


" apa dia sangat kaya?" tanyanya .


" ya kenapa kau bisa menebaknya?". aku keheranan dia bisa menebak apa yang terjadi padaku.


" aku pernah merasakan di posisimu" Rika menghentikan ucapannya. Aku menatap nya lekat dia hanya fokuskan pandangannya ke arah jalan.


" Dulu orang tuaku menentang keras ketika ada pria biasa melamarku, mereka menolaknya , sampai akhirnya aku harus meninggalkan keluargaku" Rika menghentikan ucapannya.


" Maafkan aku " kataku yang melihat kesedihan yang amat dalm di matanya


" its okay adik manis, karena itu masa lalu ku, Kau hanya harus kuat . Apa yang membebani mu saat ini, lepaskanlah. Kau masih muda, masih banyak kebahagiaanmu di luar sana. Jika kau bisa sudah tidak kuat lagi kau hanya perlu meminta pada Tuhan untuk apapun yang terbaik untukmu" Rika melepaskan senyumnya ke arahku. Namun aku masih melihat kesedihannya


" boleh aku bertanya satu hal" tanyaku penasaran dengan ceritanya


" tanyakanlah" ucapnya datar


" apa kakak bahagia sekarang?" tanyaku dengan sangat hati-hati. Karena raut mukanya menyisakkan kesedihan setelah menceritakannya.


" kau tau aku sendiri sekarang, Aku tidak bersamanya. Dan aku tidak pernah bisa menemukannya sampai detik ini setelah malam itu." Bicaranya terbata . Aku melihat dia sedang menahan tangisnya.


"aku yakin kakak bisa menemukannya suatu saat nanti. " aku melihat ekspresi wajahnya, Wajahnya datar, dia sepertinya melamun.


Setelah itupun kami terdiam. Aku tidak pernah mengerti jalan fikiran apa yang ada dalam otak orang seperti tante veronica. Tidak kah dia tau, jika Tuhan mau , Tuhan akan mengambil semua harta yang dibanggakannya dalam sekejap. Rika mempunyai kisah sama sepertiku. Namun ,dia berada di posisi Raka . Orang tuanya lah yang menentang keras hubungannya.


Aku memikirkan betapa hancurnya dia dulu sepertiku saat ini. Raka bukanlah cinta pertamaku. Namun Dia lah orang yang mampu membuat mimpi-mimpiku yang lama tertidur mulai terwujud. Kesedihan dan air mata ku tidak pernah ada lagi ketika Raka di sampingku. Warna hidupku yang abu berubah menjadi pelangi indah bersamanya.


Katakan, katakan awal semula


Karena akhirnya begitu berat terasa


Dunia tak seindah katamu


Dunia menelan hatiku


Katakan entah ke mana perginya


Masa yang muda dan tawa-tawa yang cerah


Dunia yang terdiam tanpamu


Dunia yang menelan hatiku


Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri


Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpamu


Kurangi, kurangi lukaku


Oh, temani sepiku


Oh, temukan aku terlepas


Oh, ke mana harus berjalan


( lirik lagu noah-terbangun sendiri)


Rika menyalakan radio di mobilnya. Lagu itu diputar. Aku dan Rika hanya diam mendengar lirik lagu itu. Resapilah liriknya. Aku berada di posisi yang sulit seperti yang ada dalam lirik itu. Aku tak ingin terbangun sendiri. Aku tak ingin terjaga tanpamu.