RISAU

RISAU
LUKA ( Sepasang Cincin)


" aku tau kamu masih nenyembunyikan hal lain dariku, apa yang kamu takutkan ? jawablah dengan jujur kamu gak boleh gak bicarain sama aku apapun itu kamu harus cerita" Raka masih memaksaku, namun aku tak bisa harus bercerita sekarang tentang apa yang aku takutkan. Apa yang membuat fikiranku tidak senang.


" Raka aku hanya bisa nerima apa yang akan kamu lakukan tentang hubungan kita, namun aku akan mengingatkan satu hal jangan sampai kamu menyakiti orang tuamu, gimanapun kamu menyayangiku. " Aku melihat Raka dia hanya diam mendengar perkataanku, tanpa respon apapun


Raka memarkirkan mobilnya di gang rumahku . Dia masih belum berbicara . Aku keluar dari mobil. Rakapun mengikuti ku dari belakang.


" asalamualaikum" aku masuk ke dalam rumah. Raka pun masuk mengikutiku, Kami duduk di sofa ruang tamu. Tak lama Mamah datang dari arah dapur .


" waalaikumsalam, jam berapa ini sayang?" tanya mamah menyindir.


"maaf mah saya terlalu lama membawa megan pergi. Tadi megan saya ajak dinner dulu sama orang tua saya" Raka tersenyum .


" wah ,udah dinner aja nih. Ya udah, kamu mau minum apa?" tanya mamah .


" aku langsung pulang aja mah, ni sudah terlalu malam" Raka menyalami mamah.


" kamu hati-hati dijalan yah nak, jangan ngebut " ucap mamah penuh perhatian.


Aku mengantar Raka ke teras rumah.


" Rakus makasih yah buat hari ini, aku seneng banget" Aku menggenggam tangan Raka .


" oh iya aku punya sesuatu buat kamu" Raka mengeluarkan sebuah kado kecil dari saku jaketnya.


" kamu buka kalau aku udah pergi, aku pulang dulu, kamu istirahat yah." Raka pergi meninggalkan ku. Aku pun masuk ke dalam rumah .


Aku pergi ke kamar menyimpan kado kecil yang diberikan Raka padaku. Kulihat ada 4 buah kado tergeletak diatas kasur, namun aku belum mau membukanya. Aku membersihkan tubuhku yang sudah lengket. Ingin segera tidur karena sudah lelah seharian. Mamah hari ini tidak terlalu banyak mengintrogasiku. Baguslah, aku tidak ingin mmah khawatir padaku.


Selesai mandi, aku merapikan kado yang tergeletak di kasur menyimpan nya di meja . Aku membaringkan tubuhku yang sudah lelah seharian ini. Lelah badan, lelah fikiran. Aku melihat langit kamarku. Melamunkan kejadian tadi di rumah Raka. Perasaanku berkecamuk.


Ku lihat bingkisan dari Raka. Aku mengambilnya, Aku buka pita kado itu. Aku membuka bungkusnya. Didalamnya ada box perhiasan berbentuk hati. Ada lipatan kertas tertempel di box itu.


Selamat ulang tahun sayang.


Panjang umur dan sehat selalu.


Menualah bersamaku ,


Mungkin kamu ragu, tapi aku sudah yakin.


Kamu tidak percaya, tapi aku sudah percaya.


Kamu adalah satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi.


Pakailah cincin ini, walaupun aku belum resmi melamarmu.


Anggaplah aku sudah melamarmu di awal, Aku sudah memakai cincin lainnya dijari ku, kamu pakailah cincin ini di jarimu


aku mencintaimu megan. Tetaplah bersamaku, jangan pernah menghilang dari pandanganku. aku tidak akan pernah mengizinkan kamu pergi dari bumi ini


Raka mu tersayang💜


Aku menitikkan air mataku, aku terharu bahagia. Aku bahkan belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Merasa sangat dicintai. Namun aku tidak ingin terbuai dengan semua ini. Mengingat jurang pemisah diantara kami begitu terjal. Aku menitikkan air mataku aku tidak bisa membayangkan jika aku harus melepas Raka, atau Raka harus jauh dari kehidupanku. Aku bahkan lebih mencintai Raka dibandingkan diriku. Sikapku yang terkesan cuek hanyalah benteng agar aku tidak terlalu jauh mencintai Raka , aku tidak sanggup membayangkan ketika aku harus kehilangannya.


Perlahan ku buka ,aku melihat sebuah cincin yang indah. Aku melingkarkan cincin itu di jari manisku .


" terima kasih Raka untuk kebahagiaan selama ini aku mencintaimu" batinku.


Aku menutup mataku. Akupun tertidur lelap .


Sinar matahari sudah menampakkan cahaya nya. Aku terbangun karena ada sedikit celah cahaya nya masuk melalui jendela . Aku terbangun. Aku meregangkan otot tubuhku. Kaki ku terasa pegal , badanku sakit semua. Mungkin efek outbond kemarin baru terasa hari ini. Aku melihat masih ada beberapa kado yang belum ku buka.


Bungkusan pertama berwarna coklat dengan ukuran sedikit besar, aku membukanya. Aku melihat ada kartu ucapan disana.


*Selamat ulang tahun sisterku,


aku selalu mendoakan semua yang terbaik buat kamu, apa pun yang kamu ingin bisa terwujud


Kubuka kotak dari sindi ternyata isinya sweater hodie berwarna hijau army. Aku mencobanya dan ternyata pas buatku.


Kulihat kotak yang kedua dengan bungkusnya berwarna gold kotak berukuran panjang. Aku membukanya. Isiya 3 stick drum . Aku tersenyum melihatnya.


*selamat ulang tahun bocil.


Panjang umur , bahagia selalu .


Ini cadangan stick lu. Sebentar lgi kita banyak tour lu harus semangat oke


IKO*


Kado ketiga berwarna merah dengan pita hitam, kotaknya berukuran besar . Aku menimbang apa isi dari kotak ini. Aku membukanya. Isinya sepatu sneaker merk va**. Aku tau berapa harga sepatu ini.


*selamat ulang tahun megan.


panjang umur dan bahagia selalu ya


alex*


Alex yang memberikannya dasar anak ini kenapa memberi kado padaku mahal begini.


Kulihat bungkusan terakhir , berukuran sedang. Aku membukanya, sebuah jam tangan bukan kaleng kaleng berwarna hitam.


from Rasya


Selamat ulang tahun bochil. Semoga doa yang setiap kamu panjatkan selalu dikabulkan Tuhan. Doa terbaik untuk umurmu yang semakin menua .


Sempurna hidupku walaupun tanpa kasih sayang ayah, aku punya mereka. Aku mengambil hapeku . Ada banyak pesan disana. Dari abang dan tetehku. mereka mengirimkan doa di hari ulang tahunku. Ada beberapa teman sekolah. Aku menscroll pesan lainnya. Dari 3 sahabatku dan dari Raka . Aku membalas pesan mereka satu persatu mengucapkan banyak terima kasih karena mereka begitu tulus menyayangiku.


" sayang sudah bangun" mamah mengetuk pintu kamarku.


" masuk mah aku udah bangun" Aku berkata setengah berteriak.


Mamah melihat kamarku yang berantakan penuh dengan bungkusan bekas kado .


" duh kadonya mahal ini" mamah menunjuk jam dan sepatu


" dari siapa sayang" tanya mamah


" sepatu dari alex, jam dari Rasya" jawabku.


" terus dari pacarmu dapat apa?" mamah penasaran melihat kado yang msih tergeletak di meja.


" ini " aku memperlihatkan cincin di jari manisku.


"wah ada yang udah dilamar ni" mamah mengedipkan matanya menggodaku.


" belum mah" jawabku.


" terus ?" tanya mamah dengan mimik muka menggoda


" gak ada terusnya, emang aku belum dilamar kok, masa aku dilamar tanpa persetujuan keluargaku" aku memanyunkan bibirku


" oh yah gimana dinnernya?" raut muka mamah masih menyiratkan rasa penasaran


" ah mamah kepo" candaku


" yah kamu gitu, gak mau cerita sama mamah gitu" goda mamah dengan menyenggol tanganku.


" gak ada apa-apa sih mah kami cuman makan malam aja, Raka mengenalkan aku pada orang tua nya itu aja" jawabku


" gitu ya, kita sarapan yuk mmah laper, kamu buruan cuci muka" Mamah menarik tanganku yang masih duduk di ranjang.


Aku membereskan semua sampah yang berserak dikamar, merapikan hadiah yang aku dapat hari ini. Setelah membereskan ranjang, aku pergi mencuci muka dan sarapan bersama mamah.