RISAU

RISAU
DIMANA (Hengkangnya Megan)


Jimmy mengetuk pintu ruang direktur.


" pak boleh saya masuk" terdengar suara jimmy dari balik pintu.


" masuk jim" Raka menghisap kembali rokoknya.


Jimmy membuka pintu, dan jimmy terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya.


" pak sejak kapan anda merokok?" tanya jimmy dengan wajah penuh penasaran .Raka kembali menghisap rokok itu, dan membuang asap yang berada dalam mulutnya.


" seterusnya kamu akan mendapatkan perintah untuk membeli rokok"Raka menyunggingkan senyum terpaksanya. Raka mematikan rokok yang hampir habis itu di asbaknya. Kemudian dia duduk di kursi singgasananya


" pak ,ini dokumen yang harus bapak tanda tangan sekarang" jimmy meletakkan tumpukan dokumen di meja Raka. Raka membuka lembar demi lembar setiap dokumen itu .


" bapak mau makan siang apa ? perlu saya pesankan?" tanya jimmy di sela kesibukan Raka.


" saya makan diluar saja" Raka melirik jam ditangannya. Sekarang waktu sudah menunjukan jam 11.


" baik pak, saya permisi" jimmy melangkahkan kakinya , namun tiba-tiba Raka memanggilnya.


" jim,. Rika sudah naik pesawat kan?"


" sudah pak, sebentar lagi pesawatnya akan lepas landas" ucap jimmy penuh keyakinan


" baiklah" Raka mengisyaratkan jimmy untuk keluar dari ruangannya dengan lambaian tangannya.


Jimmy meninggalkan ruangan setelah mendapat perintah dari atasannya. Raka menyimpan bolpoin di tangannya. Kemudian membuka galeri foto di hapenya. Raka membuka foto-fotonya bersama megan . Perasaan Raka bergemuruh , rasa rindu selama setahun , bahkan Raka mengunci rapat hatinya.


Selama setahun Raka gelisah, ketika mendengar pertama kali megan menghilang secara misterius. Dan tidak ada yang mengetahuinya ,tanpa terkecuali ketiga sahabatnya. Keluarganya seakan menghilang. Tidak ada informasi yang berhasil Raka temukan.


Sekarang saat dimana Raka berada di Bandung pun, rasanya berbeda. Hampa ,hatinya bahkan sudah membeku saat melihat foto pernikahan megan bersama seorang lelaki.


Di foto itu, megan tersenyum bahagia dengan menggunakan kebaya putih. Disampingnya, ada lelaki tinggi dengan perawakan kurus. Wajahnya cukup tampan menurut Raka. Tangannya melingkar di pinggang megan yang kecil. Raka frustasi membayangkan foto itu di fikirannya. Siapa sebenarnya lelaki ini. Raka bahkan tidak pernah melihatnya sama sekali .


Raka membanting asbak yang berada di sampingnya. Asbak itu terlempar jauh ke arah jendela . Abu rokok berserakan di lantai.


" megan apa yang sebenarnya terjadi, benarkah lelaki itu yang kamu cintai saat ini, kenapa kamu tidak menungguku padahal kamu sudah berjanji" lirihnya.


Tak terasa air mata Raka menetes. Perasaanya kali ini tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Raka masih dengan lamunannya, sampai ia tersadarkan oleh bunyi getaran dari handphone nya.


" Raka ini gue alex , bisakah kita bertemu hari ini" Terdengar nada suara ketus alex di balik telepon.


" ada apa?" tanya Raka dengan mimik muka kaget


" tentang megan, gue tau lu pasti kebingungan saat ini" terdengar suara nafas alex yang berat .


" baiklah, siang ini jam 12 di restoran Atmosphere"


bipp


Panggilan itu terputus, Raka sudah tau watak alex yang dingin. Raka semakin tidak sabar ingin mengetahui tentang megan selama ini .


Alex adalah orang yang frontal . Dia bahkan mengerti Raka sedang kebingungan kali ini.


Sedikitnya alex mengerti bagaiman megan bisa menghilang tanpa jejak.


Raka mengambil gagang telepon di ruangannya.


" Dinda ke ruangan saya sebentar"


" Dinda tolong suruh ob membersihkan ruangan ini. Jika jimmy bertanya saya ada urusan dalam 2 jam ke depan , dan akan langsung ke cabang food court lain di mall fx, dan cx" Raka mengambil jas kemudian memakainya.


"baik pak" Dinda berjalan meninggalkan ruangan Raka.


Setelah bersiap,Raka meninggalkan kantornya dengan membawa mobil sendiri. Tanpa ditemani supir dan jimmy. Kali ini Raka ingin berbicara dengan alex secara leluasa. Ingin menikmati jalanan kota Bandung dengan kesendiriannya.


Jalanan kota Bandung kali ini sangat padat terlebih ini di jam makan siang. Raka melihat motor dan mobil berlalu lalang . Sudah lama Raka merindukan suasana ini setelah 2 tahun dia kuliah di Singapore.


Raka memarkirkan mobilnya di depan cafe atmosphere. Dia akan makan siang disini dan bertemu alex di cafe ini. Raka memesan beberapa menu makanan dan minuman. Raka mengeluarkan ponselnya dan menghubungi jimmy.


" jimmy ,jika ada hal mendesak di kantor kamu urus dulu hari ini saya tidak ke kantor lagi, akan mengecheck beberapa foodcourt"


" baik pak"


Raka memutuskan telepon dengan jimmy. Tak waktu lama pelayan menghidangkan menu makanan yang sudah di pesan Raka. Di arah pintu, alex masuk dan menghampiri Raka.


Raka berdiri dan menyalami alex, kemudian mempersilahkan alex untuk duduk.


" alex mau pesan apa?" tanya Raka .


" samakan saja" jawab alex simpel.


" pelayan tolong buatkan menu satu porsi lagi"Raka menatap pelayan yang masih mematung di samping nya


" baik, ada tambahan lain pak?" tanya pelayan itu ramah.


" cukup mbak"


Pelayan itu pergi meninggalkan meja makan. Raka mulai membuka pembicaraan karena Raka tahu tipe seperti apa Alex,dia tidak akan membuka suara kalau Raka tak berbicara duluan .


" jadi apa yang mau kamu bicarakan" Raka menatap Alex . Raka tak memungkiri Alex salah satu sahabat yang selalu ada saat megan kesusahan. Raka yakin alex akan menceritakan semuanya kali ini.


"lu tau megan sudah menikah?" tanya alex dengan nada sedikit menelisik.


" aku tahu" Raka menjawab dengan jujur. Walaupun saat ini dia sedang tidak ingin mengingat itu.


" Gue juga terkejut seperti halnya lu mendengar ini. Kita tidak pernah tau awal semua itu, tiba-tiba megan mendapat sanksi bahwa dia dikeluarkan dari label musik" Alex menghentikan omongannya.


Raka tidak menanggapi omongan alex dia hanya ingin mendengarkan semuanya.


" tentu saja kita menentang keras hal itu, sampai pada waktu itu band kita akan bubar, namun kita sudah terikat kontrak jika kita bubar kompensasi yang harus kita bayar sangat banyak" Alex kembali menarik nafasnya. Ada rasa kecewa yang menyelimuti dirinya saat ini.


" Megan adalah tipe wanita keras. Dia tidak pernah ingin menyusahkan kita. Dan dengan berat kita harus merelakan megan hengkang"


Alex menatap Raka yang tenang tanpa ekspresi. Pelayan datang membawa pesanan alex.


" makan dulu lex" Raka mempersilahkan alex , setelah pelayan menata meja mereka.


Alex dan Raka menyantap hidangan yang ada di meja. Tak ada suara lagi dari alex, hanya ada suara garpu dan piring yang beradu.


" Setelah aku selidiki. Label mempunyai foto megan berhubungan intim dengan seorang pria " Raka tersedak mendengar perkataan alex


"apa!" Raka membelakakan matanya tidak percaya dengan semua yang dia dengar. Raka menyimpan garpu dan menenggak minuman nya.


" sepertinya label membungkam semua informasi dari kami, hanya megan yang tahu. Itulah alasan label memberi sanksi. Karena tidak ingin foto itu menyebar pihak label menekan megan. Aku tahu siapa dibalik itu semua yang mengancam label musik kami" Tampak di wajah alex emosi yang membuncah. Kekecewaan nya kali ini sudah memuncak di ubun-ubun.