
"Alex dasar brengsek kenapa lu mukul gue" Rasya berteriak , tangannya dikepal . Alex masih menatap Rasya dengan marah. Pipinya membiru akibat bogem mentah dari rasya.
" Lu yang brengsek, lu lebih brengsek dari si Raka" alex berteriak. Iko masih melerai alex dan Rasya .
"CUKUP!" Teriakku.
" kalau kalian masih mau bertengkar, keluar dari rumah gue". bentakku menunjuk alex dan Rasya.
Akhirnya Alex dan Rasya bisa tenang. Aku duduk dekat Alex sedangkan iko menenangkan Rasya.
"Lu brengsek Rasya, lu udah punya cewek masih berani bilang lu suka megan dan cemburu. Lu bahkan lebih brengsek dari si Raka" alex masih menahan amarahnya.
"cukup alex" aku melotot menatap alex, sedangkan alex masih menggebu dari rasa marahnya. Nafasnya memburu tak teratur.
" gue baru sadar sekarang, ternyata gue gak rela megan deket sama cowok lain, setelah kejadian malam itu gue sadar selama ini gue menyayangi megan sebagai gadis ,bukan sebagai adik yang ingin gue jaga" Rasya menundukkan wajahnya ,di bibirnya ada luka bekas pukulan alex. Mendengar pernyataan Rasya perasaan ku campur aduk. Aku sama sekali gak senang dengan perkataannya.
" brengsek lu, apa lu gak sadar dengan semua perkataan lu, lu tau gak selama ini megan udah mendem perasaan nya ke lu , di saat dia sudah menemukan orang lain pengganti lu , lu seenaknya menghakimi dia" alex semakin emosi namun aku memegang tangannya. agar dia tak beranjak dari tempat duduknya.
" apa benar itu megan?" Rasya tak mempercayai dengan apa yang dikatakan alex. Rasya menatapku tajam . Aku menghela nafas panjang.
" benar Rasya , tapi itu dulu gue udah lupain semuanya dan benar gue hanya menganggap lu sebagai abang gue" aku menatap lirih Rasya, kemudian menatap alex. Alex masih dengan emosinya. Sementara iko hanya terdiam, dia bingung apa yang harus dia lakukan melihat 3 sahabatnya adu mulut.
brakkk
Rasya menggebrak meja mendengar perkataanku. Tangannya mengepal. Untung meja nya tidak pecah, kalau pecah aku pasti diomelin mamah.
"kenapa lu gak ngomong megan ?" Rasya mendekatiku menggoyangkan badanku.
" Gimana dia mau ngomong,lu udah jadian sama Desti, emang lu gak sadar megan memendam perasaannya sama lu" alex membentak Rasya.
" diam lu alex, megan maafin gue, gue udah nyakitin lu megan" Rasya berlutut dihadapanku. Tangannya menggenggam tanganku. Kemudian alex menepis tangan Rasya
" lu kenapa sih lex?" Rasya menatap alex dengan penuh kebencian .
" sudahlah Rasya, alex , lupain kejadian dulu. Rasya gue harap lu bisa bersikap dewasa. Ada Desti, perasaan lu ke gue hanya perasaan khawatir seorang kakak. Gue tau itu, Gue harap lu bisa nerima apapun tentang siapa yang akan berteman dengan gue, bahkan yang akan menjadi pacar gue nanti , tolong hargain privasi gue" aku menghapus air mataku. Menata hatiku lagi.
" megan benar, kita hanya sahabatnya, kita gak bisa ngatur hidup dia, kita cuman bisa saling support apapun keputusan dia, " iko mencoba meredam suasana.
"kalian boleh pulang ,gue mau istirahat ,gue capek" aku pergi meninggalkan mereka di ruang tamu ,pergi menuju kamarku. Terdengar suara langkah kaki menjauh dari rumah , terdengar pula suara pintu di tutup.
Suasana rumah hening. Aku bergelut dengan perasaanku. Kuambil hapeku . ada beberapa pesan whatsapp masuk.
***Fans Gila
Hai ,lagi apa?
sudah tidur yah?
ya sudah selamat tidur manis
megan mamah pulang akan larut karena acara pernikahan akan diadakan sangat pagi jadi mamah harus menyiapkan katering tante nur. Kuncilah pintu jangan tidur terlalu malam.
Hari ini sangat melelahkan, aku tidak ingin lagi memikirkan semua yang membuatku penat. Aku pergi ke kamar mandi menunaikan sholat isya ku. Dan tertidur ..
Di Mobil
Rasya , alex dan iko keluar dari rumah megan, setelah megan mengusir mereka. Mereka berada dalam satu mobil ,mobil iko. Alex dan Rasya tidak bersuara. Iko kesal dibuatnya.
"sampai kapan lu berdua kayak gini,gue males liatnya. Turun lu berdua." Iko memberhentikan mobilnya di jalan yang begitu sepi.
" lu tega ko?" alex meninju jok kemudi iko karena dia duduk dibelakang. Rasya yang duduk di sebelah iko menatap iko dengan tajam .
" kalau lu pada kayak gini mening lu turun dari mobil gue. Gue ogah kalian kayak anak kecil gitu. Noh sana nyari taksi atau ojeg online." iko mendengus kesal.
bruggg
Rasya keluar membanting pintu mobil iko. Di susul dengan Alex . Setelah mereka keluar, iko melajukan kendaraannya dengan begitu cepat. Jalanan sangatlah sepi, jam menunjukan pukul 10. Tidak ada kendaraan lewat. Rasya berjalan mengotak ngatik hapenya. di belakangnya ada Alex
" ngapain lu ngikutin gue" Rasya menatap alex sinis.
" siapa yang ngikutin lu, pede amat lu" ketus alex
" lu sebenernya kenapa harus mukul gue tadi" Rasya mendekati alex . Rasya tau type seperti apa alex. Dia akan sedingin freezer kalau tidak ada yang mencairkan suasana. Dan benar kata iko , kelakuan kami memang kekanakan sekali.
" itu pantes buat cowok brengsek kayak lu, lu gak pernah tau gimana sakitnya megan melihat lu sama Desti dan dengan entengnya sekarang lu bilang cemburu" alex masih kesal dengan kebodohan Rasya
" jadi dulu dia ngejauhin gue karena itu, dia kecewa sama gue?" Rasya menekankan ucapannya.
" gue dan iko saksi gimana megan berusaha keras mengubur perasaannya, sikap hangat lu buat dia salah paham,gue harap sekarang lu gak ganggu dia dengan omongan sampah lu itu" alex berkata dengan penuh ancaman
" apa lu tega ngebiarin megan dengan si brengsek itu, kalaupun bukan gue kenapa harus si brengsek itu? " Rasya mengepalkan tangannya.
" gue udah selidiki Raka, sepupu gue Nanda yang ngejar-ngejar dia. Raka emang playboy tapi gue yakin dia cuman suka sama megan. gue udah pastiin itu" alex melamun dalam ucapannya.
" kenapa lu se-care itu sama megan?" telisik Rasya.
"gue kasian sama dia, lu aja bego gadis sebaik dia di sia-siain, baru tau rasa kan sekarang dia udah sama cowok lain sakit hati lu?" alex tersenyum sinis.
" lu suka sama megan" Rasya mebelalakan matanya pada alex.
" apaan sih lu, gue kasian aja liat dia," alex memalingkan wajahnya .
" waktu di festival lu yang paling sewot si Raka deketin megan, apa kerena lu udah jatuh cinta sama megan" Rasya masih bersikeras dengan ucapannya.
" apa urusan lu, suka-suka gue mau sewot , bukan berarti gue jatuh cinta sama dia" alex kembali menghindari agar dia tak bertatap muka dengan Rasya
" lex gue kenal lu udah 5tahun dan lu masih bisa bohong sama gue, seinget gue lu gak pernah nyelidiki cewek kayak gini, ngejagain sampai kayak gini, gue tau lex ,karena gue ngerasain apa yang lu rasain sekarang" Rasya meracau.