RISAU

RISAU
NANDA ( PART 1)


Dalam kebahagiaan , Tuhan selalu menyelipkan rasa kecewa, agar kita sadar akan satu hal, bahwasanya sebagai manusia kita hanya patut bergantung pada Tuhan , bukan pada sesama manusia. Tuhan memberi kita satu pelajaran agar kita bisa bertahan ,bisa kuat dalam menghadapi kehidupan selanjutnya. Tuhan memberi kita ujian agar kita tahu diri untuk kembali dan memohon segala apapun hanya pada-Nya.


Seminggu sudah berlalu setelah kami meresmikan pacaran, kami sama-sama sudah mengenal karakter dari masing-masing sifat kami. Aku adalah type yang sangat santai, bahkan terkesan cuek pada Raka. Berbanding terbalik dengan Raka yang selalu mengatur apa saja yang aku lakukan. Kadang aku suka jengkel dengan sifatnya itu, tapi lama-kelamaan aku terbiasa. Toh aku hanya di rumah dan bekerja .


Hari ini aku free, aku ingin bersantai dirumah, rebahan ,hanya rebahan dan tiduran saja (kaum rebahan pasti bisa merasakan nikmatnya melakukan hal itu) .Aku melamun, kulihat sekeliling kamar ada foto aku bersama 3 sahabat idiotku. Aku merindukan mereka. Sudah 2 bulan aku tidak bertemu dengan tiga sahabatku, aku memutuskan untuk mengajak mereka latihan band. Aku menghubungi iko rahmansyah terlebih dahulu.


tut.tut.tut.tut.tut.


tanda panggilan sedang terhubung namun iko tidak mengangkatnya. Aku menekan tanda hijau kembali. Namun iko tetap tidak menjawab panggilanku. Dan ketiga kalinya akhirnya iko mengangkatnya.


" hei bocill, lu ngapain ganggu tidur gue" terdengar suara parau iko di ujung telepon. Dia menggerutu kesal padaku.


" wey bangun ini udah siang, bangke lu" aku kesal dimarahin iko seperti tadi.


" emang jam berapa" iko masih belum mengumpulkan nyawanya.


" jam sebelas woii" aku berteriak.


" berisik dasar bocil, lu ngapain telepon gue, kangen yah" nyawanya sudah full , dia sudah bangun sepenuhnya.


" tumben tebakan lu bener, gue kangen banget sama lu, sore ini latihan yuk ,lu ajak rasya ama alex " usulku , lama iko tak menjawab perkataanku


"iko woy, lu tidur lagi?" tanyaku kesal


"apaan sih megan teriak-teriak kayak tarzan aja, gue gak mau lu aja yang ajak mereka" iko menolak usulanku kali ini.


" kenapa ko, lu kan udah janji sama gue katanya lu mau bujukin rasya sama alex. " aku cemberut mendengar iko yang menolak usulanku.


" gue baru inget pas malam itu ,gue nurunin mereka di tengah jalan. Gue belum minta maaf , kalau gue ajak mereka duluan tengsin ah" iko terkekeh mengingat kejadian malam itu


" sumpah lu ko, beneran lu berani sama mereka berdua?" tanyaku penasaran


" sumpah, lu bayangin deh wajah mereka gimana gue turunin di tempat yang sepi, si alex ngedumel ,si rasya nendang mobil gue, hahahahahaha ternyata gue bisa jahat yah" iko terbahak bahak mengingat kejadian itu. Aku pun ikut tertawa membayangkan wajah alex dan Rasya kalau lagi kesal


" hahahaha, serius lo? kebayang deh kan mereka lagi berantem gimana ceritanya pas lu turunin?" aku semakin penasaran dengan cerita iko yang bisa seberani itu, biasanya nyali dia paling payah diantara kami berempat.


" kayaknya mereka udah baikan , gue gak tau juga,gue males nanya, kan mereka dendam kesumat sama gue,habislah gue kalau ketemu mereka" iko bergidik membayangkan apa yang akan terjadi kalau ketemu alex sama Rasya.


" gimana dong gue pengen ketemu kalian terus latian lagi, nanti gue lupa lagi cara pegang stick drum gimana?" aku memanyunkan bibirku , mencari akal agar iko mau mengajak rasya dan alex latian band.


" lu ajak mereka di grup wa aja?" iko mengusulkan ide konyolnya


" mana mereka mau, gue udah usir mereka" aku masih belum yakin dengan usulan iko.


" coba dulu bocil,belum apa-apa lu udah nyerah,kan biasanya grup wa selalu lu yang ramein ,semenjak itu grup udah kayak kuburan, sepi, chatnya mati suri" iko meyakinkanku.


" oke gue coba, lu mandi gih bau jigong nyampe kesini" aku mengiyakan usulan iko


" dasar lu bocil, ya udah gue siap-siap dulu kalau mereka gak mau gue aja yang main ke rumah lu, oke?" ucapnya .


" oke ko,bye" aku menutup telepon itu.


Kulihat layar hapeku banyak pesan wa dari Raka.


Fans Gila


sayang lagi telepon siapa?


kok lama teleponnya


👿👿👿👿👿👿


sibuk terus sampai udah setengah jam teleponan


bikin emosi dan curiga


👿👿👿


Dasar Raka , kenapa suka nyebelin kayak gini . Aku menelepon Raka balik. Aku lihat Raka sudah mengangkatnya , tapi tak ada suara.


" Hallo Raka" aku menatap layar hapeku,panggilan nya tersambung namun masih tidak ada suara.


" halooo"aku kembali berbiacara, namun tetap saja sepi


" ya udah kalau gak mau ngomong aku tutup,jangan harap aku nelepon lagi" sebelum aku menutup panggilan ,akhirnya ada suara Raka


"aku loh yang seharusnya ngambek bukannya kamu, tadi habis teleponan sama siapa?" Raka harus mengalah, dia selalu mengalah kalau aku berbalik ngambek padanya.


" sama iko" jawabku ketus


"asyik banget,ngobrolin aku yah?" tanyanya terkikih


" pede banget kamu" aku masih kesal dengan sikap protective nya dia


" kok jadi kamu yang kesal harusnya aku loh yang kesal sama kamu" Raka mulai terdengar emosi


"abisnya kamu curigaan terus, gak percaya banget sama aku, aku aja selalu percaya sama kamu," aku meninggikan nada bicaraku.


" iya maafin aku, aku yang salah, ngobrolin apa sih sampai lama begitu?" tanya Raka lagi.


"kepo" jawabku


"ya udah kalau gak mau cerita" ucapnya ketus


" aku mau latian band sore ini sama temanku" aku menjelaskan pada Raka.


"udah baikan emang ?" tanyanya penasaran


" belum" jawabku singkat


"terus?" Raka berbalik tanya padaku


" aku mau coba memperbaiki kesalah pahaman ini" ucapku.


"ya udah kalau latian aku ikut" Raka mulai protective lagi


" gak boleh" aku menjawab dengan cepat.


"kenapa?" tanya Raka heran


" ada kamu nanti tambah kacau ,bukannya memperbaiki malah memperkeruh suasana" aku menjawabnya santai.


" sayang, lagi teleponan sama siapa,aku dari tadi nunggu kamu" terdengar suara perempuan di ujung telepon. Aku mengernyitkan dahiku. Sayang? siapa yang bersama Raka . Baru akan menanyakan tiba-tiba teleponku sudah terputus.


Hatiku bergejolak, aku belum pernah semarah ini, suara siapa itu? aku semakin emosi, terlebih Raka memutuskan panggilanku dan belum meneleponku balik. Aku kesal, darahku mendidih . Kali ini aku cemburu. Cemburu yah itulah yang aku rasakan. Aku selalu mempercayai Raka tapi kali ini aku meragukannya . Dia seperti maling yang kepergok , langsung memutuskan sambungan teleponku. Aku mendengus kesal.