RISAU

RISAU
DUA (pertunangan)


Di foodcourt, aku mendapatkan shift sama dengan sindi. Sindi menggantikan kasir di shiftku yang resign karena menikah. Sehingga aku dan sindi bisa kerja bareng.


" sin , band ku ditawarin kontrak rekaman" ucapku sambil menunggu pesanan yang harus diantarkan .


" waaah bisa jadi drummer terkenal nih sepupuku" raut muka sindi sumringah mendengarnya.


" tapi aku masih bingung, harus gabung atau keluar dari band" aku menerawang melamun memikirkan keputusan yang akan ku ambil.


" kata tante gimana?" tanya sindi penasaran.


" mamah sih oke ngizinin aku tapi entahlah aku masih bingung" ( menggaruk kepala yang tak gatal)


" sudah fikirin aja dulu, jangan buru-buru, kalau saran aku kamu ikut gabung deh, kan band itu dibuat pertama kali oleh kalian berempat, gak lucu juga kalau drummernya diganti yang lain, justru kamu itu jadi ikon di grup kamu" sindi memberi masukan yang sama dengan mamah, tapi tetap saja aku masih bingung.


" ya sudahlah yah aku fikirin dulu, aku nganterin pesanan dulu" aku pergi meninggalkan sindi yang sedang sibuk menghitung uang.


Jam istirahat ku dan sindi tiba, sengaja aku meminta pada manager agar sindi bisa beristirahat barengan denganku. Setelah sholat maghrib kami pergi untuk makan malam menuju kantin.


Kami memesan menu makanan dan minuman, kemudian melahapnya.


" sin kapan kamu tunangan dengan indra ?" (memainkan sendok ditanganku)


" bulan depan megan" sindi tersenyum bahagia mengatakannnya.


" wah selamat yah sindi"( memeluk sindi erat)


" makasih megan, gak nyangka aku akan segera mempunyai status baru" sindi masih tersenyum lebar.


" semoga semua lancar yah sin, sampai kalian menikah , bisa sama-sama terus,aku bahagia banget dengernya." aku belum melepaskan pelukan ku.


" waah kenapa ni kelihatannya ada yang habis menang lotre bahagia banget" Raka tiba-tiba muncul di sampingku. Aku melepaskan pelukan sindi.


"kapan kamu datang?" tanyaku


" barusan, aku nyari kamu di foodcourt gak ada , manager bilang kamu break, ya udah aku kesini" Raka menyomot makanan yang ada di piringku, sindi hanya tersenyum.


" kamu belum makan sayang?" tanyaku


Raka hanya menggelengkan kepalanya.


" ya udah aku pesenin makanan ,mau?" tanyaku lagi.


" boleh tapi kamu yang suapin" rengeknya manja


" aish kumat lagi manjanya" ( kesal tapi suka)


" hehehe" (tersenyum puas)


Aku memesan menu yang sama untuk Raka .Karena dia lagi manja aku menyuapinya, untung keadaan kantin sedang sepi.


" kamu tadi bahagia banget sin, lagi ngomongin apa?" ucap Raka dengan makanan yang penuh di mulutnya.


" oh itu, aku ada rencana tunangan dengan pacarku bulan depan, oh ya, aku sekalian minta izin satu hari untuk acaraku" Sindi menatap Raka yang seperti anak kecil ketika aku menyuapinya.


" boleh, kamu bilang sama manager nanti aku acc" ucapnya


" terima kasih pak" sindi tersenyum.


" jadi kapan kita tunangan sayang" Raka merengek manja. Aku yang sedang minum tersedak. Sindi mengusap punggungku


" pelan- pelan sayang minumnya"


" jadi kalian udah berencana tunangan?" tanya sindi keheranan.Matanya terbelalak mendengar ucapan Raka


"kemarin aku sempat melamarnya ,tapi ku urungkan niatku.." Raka menghentikan ucapannya , dia kembali melahap makanan pada suapan tanganku.


" kenapa Raka?" tanya sindi penuh penasaran. Aku hanya bisa diam mendengar ocehan Raka yang semakin ngawur.


" aku belum mengenalkan megan pada orang tuaku" Raka meneruskan ucapannya.


"ya udah sih, jalani aja dulu pelan-pelan hubungan kalian kan baru sebentar, aku pun memutuskan pertunangan ini setelah 3 tahun pacaran dengan indra" Sindi memberi semangat karena perkataan Raka yang terkesan pasrah.


" maksudnya?" aku dan sindi berkata bersamaan sambil menatap Raka tajam.


"haih, tatapan kalian aku cuman bercanda, hahah" Raka tertawa dengan kencang


" huh dasar " (mukaku kesal)


" aku duluan yah, mau ke toilet" sindi meninggalkan ku berdua dengan Raka .


"sayang tadi di wa kamu mau ngomongin apa sama aku" Raka memainkan hapenya sibuk membalas pesan yang masuk.


"gini, band ku di tawarin kontrak rekaman" aku mengucapkan nya dengan hati-hati. Raka menyimpan hapenya kemudian menatapku.


" seriously?" tanya nya .


" yap, menurutmu gimana" aku berusaha meminta saran darinya


" itu kabar bagus, kamu sudah pasti menerimanya kan?( aku menggelengkan kepala)


" kenapa?" tanya Raka keheranan


" aku mau minta pendapatmu, aku takut kamu melarangku" jawabku .


" sayang , aku jatuh cinta sama kamu saat kamu main drum loh, masa aku melarangmu, apapun yang kamu suka aku akan selalu dukung,paham?( aku menggangguk pelan)


" soo, gapailah semua keinginanmu, aku akan berada paling depan untuk membantu dan mendukungmu" (tersenyum manis)


" makasih yah sayang" aku memeluk Raka.


" maksud kamu tadi nanya ke sindi apa?" aku terimgat ucapan Raka .


"ucapanku yang mana?"( mengernyitkan dahi)


" itu yang bilang apa indra tahan " aku menanyakannya walaupun aku tidak ingin,


"oh itu hanya bercanda sayang" (mengelus rambutku)


" yakin bercanda?" tanyaku masih penasaran .


(berbisik ke telinga)


" maksudku apa dia tahan , aku saja tidak tahan ingin memakanmu jika berada di dekatmu , imanku selalu goyah, makanya aku ingin segera menikahimu"


Mendengar ucapan Raka mukaku seketika memerah, Hatiku berdegup kencang


" dasar mesum" teriakku di telinganya.


" hahhhahahaha"( tertawa terbahak-bahak)


" hey sayang, mana aku berani merusakmu, aku sayang banget sama kamu, aku tadi bercanda" Raka masih tertawa.


" bercandamu gak lucu" aku msih kesal mendengar ucapannya(cemberut)


" aku memang ingin menikahimu" raut wajahnya berubah serius.


" nikah ,nikah,udah ah gak usah bahas itu" (masih cemberut dan kesal)


(menggenggam tanganku erat)


" aku serius aku ingin menikahimu.di hari ulang tahunmu , aku ingin mengenalkanmu pada mami dan papiku" tatapanya begitu serius , aku sampai kebingungan dengan apa yang harus ku katakan


"di hari itu aku akan memberitahu mami papi kalau aku akan melamarmu, mengajakmu bertunangan" wajahnya tidak menampakkan lagi gurauan. Aku hanya diam mematung melihatnya. Aku masih belum siap dengan apa yang akan di rencanakan Raka.


"apa ini tidak terlalu cepat?" tanyaku penuh keraguan


" setelah melamarmu setahun kemudian aku berencana menikahimu,tunggu aku" (tatapan penuh keyakinan)


" baiklah" aku hanya bisa menjawab sepatah kata. Karena aku tidak tahu dengan apa yang dibicarakan Raka . Aku takut semuanya hanya mimpi. ketika terbangun semuanya hilang.