
" gombal ,dusta kamu tuh" aku memanyunkan bibirku.
Acara demi acara sudah selesai , semua para siswa dan siswi meninggalkan ballroom, begitupun orang tua siswa semua sudah meninggalkan ballroom..
" bagaimana kalau kita berfoto dulu disana?" Raka tiba-tiba menunjuk ruangan berfoto di samping ballroom. Studio dadakan yang disediakan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan sebuah studio foto di kota Bandung.
" ayuk mah ,yah , aku mau momen ini diabadikan " aku berjalan ke arah studio di ikuti mamah dan ayah. Disusul Raka dibelakangnya.
Sesampainya disana banyak sekali yang ingin berfoto sehingga kami harus menunggu, ayah dan mamah duduk menunggu di dalam ruangan , aku dan Raka menunggu di depan studio
" sayang kita wefie berdua ?" Raka mengeluarkan handphone dari saku celananya. Kami berfoto beberapa kali . Raka menjadikan nya wallpaper. Aku tersenyum melihatnya
"kamu cantik banget, gemes aku liatnya" Raka menarik hidungku yang mancung.
" sakit tau Raka" aku mengusap hidungku yang kesakitan .
" kamu sih cantik banget hari ini" Aku mengambil hp Raka, melihat hasil jepretan tadi, ada berbagai wajah berekspresi difoto-foto itu.
"yang ini lihat, bulu hidung kamu keliatan panjang" aku menunjuk foto sambil terkekeh.
" hapus aja " perintah Raka.
" jangan ada yang dihapus udah biarin" aku memberikan handphone nya kembali ke Raka .
" megan kamu mau foto juga?" Lidya dan hanum menghampiriku.
" iya" jawabku simple
" ya udah nanti kita foto bertiga oke " lidya menatapku dan hanum. Kami mengangguk mengiyakam ajakan lidya.
" megan gak dikenalin nih cowok ganteng di sampingmu ini" lidya tersenyum mentap Raka , Raka pun membalas senyumnya.
" ini Raka, Raka ini lidya ini hanum" aku menunjuk satu-satu dari mereka.
" hai saya Raka pacarnya megan " Raka menyalami hanum dan lidya.
" megan pacar kamu cakep banget" lidya tak hentinya menatap Raka, membuat Raka salah tingkah.
" yuk masuk sayang udah giliran kita berfoto" Raka menarik lenganku lembut.
Aku berfoto dengan ayah dan mamah, kemudian aku berfoto sendiri, aku berfoto dengan Raka berdua ,kemudian terakhir dengan dua teman sekelasku .
Sesi foto berakhir , kami pun keluar meninggalkan hotel menuju parkir mobil.
" om, tante bolehkah saya dan megan pergi jalan-jalan ?" Raka meminta izin orang tuaku untuk mengajakku pergi. Mamah menatap ayah .
" ya sudah jangan pulang malam" ayah mengizinkan Raka pergi denganku. Ayah kemudian meninggalkanku dan Raka di parkiran. Melajukan kendaraan nya.
" kamu mau ajak aku kemana ? aku kan belum ganti baju" aku menatap diriku yang sudah gerah mengenakan kebayaku.
" kita jalan-jalan aja, dan kita beli baju kamu dulu" Raka membuka pintu mobilnya. Aku duduk di samping kemudinya
" Hallo pak gimana" Raka menelepon dengan seseorang. Raka memakai seatbeltnya satu tangannya memegang hape.
" baik, terima kasih" Raka menutup teleponnya, Aku menatapnya penasaran dan Raka hanya tersenyum ke arahku.
Kami pergi meninggalkan parkir hotel. Sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan mobil Raka , suasana dan wangi aroma coffe dari mobil ini bisa membuatku nyaman .
Raka menghentikan mobilnya di sebuah mall besar di kota bandung. Kami memasuki area mall ,berjalan di depan beberapa brand pakaian dan sepatu.
" aku gak mau ah, ini kan baju mahal, kita cari brand lain aja yah." aku menolak memasuki brand mahal itu. Tapi tanpa berkata Raka menarik tanganku, aku mengikutinya memasuki tempat pakaian itu.
"selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu" ucap salah satu pelayan toko tersebut.
" tolong carikan pakaian yang sesuai untuk nona ini" Raka menunjukku yang sedang berdiri disampingnya.
" silahkan nona ,ikut saya" Pelayan itu mempersilahkan ku memasuki area lain, disana terdapat beberapa dress wanita. Raka mengikutiku dari belakang.
Pelayan itu memilih beberapa pakaian nya, dia memberikan nya padaku.
Aku mengambil beberapa pakaian yang diberikan pelayan itu, kemudian aku mencoba dress berwarna pink selutut tanpa lengan dan kerahnya berbentuk huruf v , memperlihatkan belahan payu**ra ku yang berukuran 38b . Aku merasa risih dengan pakaian ini, namun aku terlihat anggun dan elegan memakainya ditambah rambut ikalku yang tergerai indah. Aku memanggil Raka yang sedang sibuk memainkan hapenya.
"Raka gimana?"
Raka menatapku, matanya melotot melihat kedua gundukan payuda** ku , sampai ilernya akan menetes. Dia menatapku dari bawah sampai atas. Namun Raka tidak menyukainya.
" ganti" Raka memainkan hapenya lagi.
" duh kenapa sih harus pake baju kayak gini, kenapa gak pakai celana dan kaos aja" batinku kesal.
Aku mencoba dress kedua, berwarna merah tanpa lengan, bahannya yang tipis membuat dress ini melekat membentuk tubuhku yang mungil . Lagi-lagi memperlihatkan tonjolan di bagian dadaku. Aku keluar lagi.
" kalau yang ini?"
Raka menatapku, dia pun tidak menyukai dress ini.
" ganti " ketusnya
"kamu aja deh yang pilih, capek tau ganti-ganti baju bolak-balik ruangan pas"aku menyodorkan beberapa pilihan terkahir. Raka memilih satu persatu dress yang aku berikan.
" nih coba yang ini" Raka memberikan drees hitam sabrina dengan lengan panjang dari bahan brukat. Aku mencobanya di ruang ganti.
"gimana?"
Raka menatapku tak berkedip,dia tersenyum ke arahku.
" perfect" ucapnya
" mbak saya ambil yang itu" timpalnya kepada pelayan
" silahkan pak ikut saya untuk pembayaran"
Raka mengikuti pelayan itu, mengeluarkan credit card dan membayarnya. Aku hanya duduk menunggunya.
"ayok" Raka menarik tanganku keluar dari toko itu.
" kita ke toko sepatu" ucapnya.
" gak usah Raka aku udah nyaman pakai sandal ini" aku menolak ketika Raka akan mengajakku ke sebuah brand sepatu di mall itu.
" hari ini aku mau ngajak kamu ke tempat special, jadi aku mau kamu pun terlihat special,bukan megan yang biasa aku lihat" Raka kembali menarik tanganku..
Kami memasuki brand sepatu yang ada di mall tersebut, Raka memilihkan ku sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi, karena dia tahu aku adalah cewek tomboy. Sepatu dengan warna senada dengan bajuku.
Setelah memilih sepatu dan membayarnya , kami meninggalkan toko tersebut.
" Raka apa ini gak berlebihan?" aku melihat diriku mengenakan barang-barang mahal yang di belikan Raka. Aku tidak pernah memakai barang semewah ini sebelumnya.
"untuk wanita special dihatiku semua ini tidak lah berlebihan" Raka tersenyum padaku. Aku pun hanya bisa pasrah dengan semua yang dia berikan padaku hari ini.
" lain kali jangan seperti ini lagi, aku gak biasa memakai sesuatu yang berlebihan seperti ini"
(menatap dalam)
" baiklah sayang gakan maksa lagi, kecuali kalau kamu yang mau dengan senang hati aku akan membelikannya untukmu" Senyum lesung pipitnya tergambar diwajah tampan Raka.
"Oke , terima kasih sayang" aku menggenggam tangan Raka
" apa kamu bilang" Raka menghentikan langkahnya. Dia keheranan mendengar ucapanku.
"terima kasih sayang" aku mengulangi ucapanku dengan intonansi sedikit ditekan.
" baru kali ini loh kamu manggil aku sayang, seneng banget rasanya" terpancar kebahgiaan di wajah Raka, Ekspresi rasa senang. Memang sejak aku berpacaran dengan nya rasanya baru kali ini aku memanggilnya begitu.