RISAU

RISAU
LUKA ( CEMBURU BUTA)


" aku tadi gak sadar meluk dia, mungkin karena saking ngantuknya ni tangan refleks meluk dia" Aku menjelaskannya dengan keyakinan.


" itu mu sampe nempel di punggungnya dia" Raka menunjuk dadaku. Aku refleks mengahalanginya. Raka melajukan mobilnya dengan wajah juteknya.


Kami sudah sampai di mall xx, Raka mencari tempat parkir di ujung parkiran mall, hari ini nampaknya pengunjung mall sepi , terlihat hanya beberapa mobil terparkir disana .


" aku gak sadar tau,kalau aku ketiduran gitu" aku masih membujuk Raka yang masih kesal.


" megan dia tuh suka sama kamu, kenapa kamu gak paham ?" bicara Raka menunjukan kekesalan yang teramat. Tangannya mengepal. Aku lebih baik menenangkannya segera .


(menarik nafas panjang)


" oke aku minta maaf, lain kali aku gakan mau diantar Rasya lagi" aku mengacungkan jari kelingkingku.


" janji ya?" Raka melingkarkan kelingkingnya pada kelingkingku.


" iya janji" aku mengiyakan permintaannya.


" cium aku" Raka menatapku dengan tatapan nya yang tajam ,aku memalingkan wajahku.


" aku gakan bukain pintu kalau kamu gak cium aku sebagai permintaan maaf kamu" ancamnya.


" Raka sebentar lagi aku masuk kerja kita nanti terlambat" aku memohon pada Raka namun tak digubrisnya.


" kalau kamu gak melakukannya sekarang kamu akan semakin terlambat" Raka tersenyum penuh kelicikan .


" ini di parkiran , gak mungkin nanti diliat banyak orang" aku berusaha membujuknya namun gagal.


" aku gakan bukain, lagian kaca mobil ini tidak transparan orang luar tidak akan bisa liat kita di dalam" Raka masih keukeuh dengan keinginannya.


" Raka please" aku memohon agar dia mengurungkan niatnya yang aneh itu.


"gak mau biar saja disini sampai malam" Raka terus saja berbicara.


cupp


Aku mencium pipinya. Aku kembali memalingkan wajahku karena malu. Namun tiba-tiba Raka memiringkan tubuhnya, menarik daguku. Raka mencium bibirku kemudian melumatnya dengn lembut. Aku yang kaget hanya diam mematung tanpa membalas ciumannya.


Raka menutup kedua matanya, ciumannya begitu lembut, aku pun terbawa suasana. Tanpa kusadari aku membalas lumatannya. Raka memainkan bibirnya . Menekan bibirku yang tipis dengan bibirnya.


Raka membuka seatbeltnya tanpa melepas ciumanku. Memundurkan Kursi yang ku duduki kemudian setengah dibaringkannya. Ciuman Raka semakin liar, aku pun membalasnya dengan liar. Raka memainkan lidahnya di dalam mulutku. menekannya sampai aku merasakan sensasi yang luar biasa. Satu tangannya memegang payudaraku yang besar. Meremas-remas nya dengan penuh gairah. Aku memegang tangan Raka untuk menghentikan tapi Raka menepisnya, sadar aku sudah dikuasai nafsuku atas perlakuannya aku tak bisa melawannya. Raka membuka kancing kemejaku satu persatu , kemudian mengeluarkan payudaraku tanpa melepas branya. Dia meremas-remasnya lembut, aku merasakan kelembutan tangannya. Nafasku dan nafas Raka semakin memburu. Raka memperdalam ciumannya aku pun membalasnya. Perlahan ciuman nya menurun ke leherku tangannya masih meremas payudaraku. Aku mendesah karena sudah tidak tahan dengan perlakuannya namun Raka menutup mulutku dengan tangannya. Ciuman nya turun ke payudaraku, aku sudah semakin tidak bisa mengontrol diriku. Begitu pun Raka dia menghisap payudaraku bergantian dengan liar. Aku mengerang menahan desahanku. Setelah beberapa menit, Aku menitikkan air mataku tersadar akan semua kelakuan Raka.


"Stop Raka" aku berbicara setengah terbata karena menahan tangisanku. Namun Raka tak menghiraukanku dia terus saja melakukan cumbuannya. Aku mendorong kepala Raka yang berada diatas payudaraku.


" stop Raka aku mohon" tangisku pecah. Raka menghentikannya. Dia begitu shock melihatku menangis


" megan maafin aku" Raka mengusap air mataku. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku membenarkan posisiku.


" megan aku khilaf maafin aku" Raka menutup tubuhku dengan jaketnya , dia kemudian memelukku. Berusaha menenangkanku.


" kamu sudah berjanji Raka" aku berkata di iringi tangisanku yang menjadi.


" aku mohon berhentilah menangis, aku terbawa emosi tadi. Aku cemburu melihat kamu berpelukan erat dengan Rasya" Raka membuka kedua tanganku yang menutupi wajahku.


"lihat aku, aku akan mempertanggung jawabkan kelakuanku. " Raka menatapku, aku pun berhenti dari tangisanku. Aku melempar jaketnya ke wajah Raka , sehingga menutupi semua mukanya.Aku melihat payudara ku yang penuh kissmark kemudian membenarkan bajuku yang sudah berantakan.


"jangan pernah lakukan itu lagi Raka, aku gak mau memberikannya sebelum waktunya tiba, aku gak mau kita sampai kebablasan" aku sudah mulai tenang.


" yah aku akan menunggu sampai hari itu tiba. Maafkan aku telah membuatmu takut" Raka mencium keningku.


Raka membenarkan bajunya yang berantakan. Aku melihat ke arah celananya. Dan melihat ada yang menonjol di balik celananya.


" dia sudah sangat nafsu ,untung aku menghentikannya."


" wee apa yang kamu lihat" tiba-tiba Raka berbicara, aku langsung membuang wajahku. Merapikan rambutku yang berantakan


"tidak apa-apa" jawabku cepat.


Raka merapikan kemejanya. Aku hanya diam tanpa berkata apapun. Aku bahkan malu untuk melihatnya karena tadi akupun membalas perlakuannya.


" ayuk masuk" Raka membuka pintu mobil. Kami pun keluar dari mobil.


" kita mau kemana ?" tanyaku karena Raka menggandeng tanganku ke arah yang bukan tempatku bekerja.


" aku mau membelikanmu hape baru, hape kamu simpan saja" Raka menyeret badanku lembut. Sampailah kami di toko handphone..


" aku gak bisa nerima ini, hapeku masih bisa digunakan tinggal ganti baterai doang" aku menolak Raka membelikan hape.


" aku gak mau salah paham kayak tadi lagi gara-gara hapemu mati". Raka kembali menarik tanganku.


" mbak tolong saya mau lihat hape keluaran terbaru" Raka melihat brosur yang diberikan spg hp tersebut.


" aku mau yang ini" Raka menunjuk merk hape yang harganya begitu fantastis sama dengan hape yang digunakannya.


" aku gak mau itu, jangan yang itu Raka" aku melotot ke arah Raka ..


" terserah kamu, kamu mau yang mana?"tanyanya.


" aku mau yang ini aja warna biru" aku menunjuk sebuah hape dengan harga menengah tidak mahal namun memiliki spesifikasi yang canggih.


" mbak tolong pakai kartu ini yah" aku membuka simcard yang ada di hape lamaku kemudian memberikannya pada spg itu.


" mbak tunggu sebentar yah kita instal dulu aplikasi nya hanya beberapa menit" pelayan itu menjauh dari kami dengan membawa simcard yang aku berikan .


" kamu potong gajiku aja" ucapku pada Raka yang sedang sibuk membalas pesan nya.


" gak usah , apaan megan ,aku mau ngasih kekasihku hadiah emang gak boleh?" tanyanya masih sibuk dengan hapenya


" kalau kamu terlalu memberiku banyak barang mewah, kamu jadi seenaknya sama aku,aku gak mau" ucapku kesal.


" megan apa aku begitu menjijikan mempunyai sifat seperti itu?" Raka menatapku dengan tatapan dinginnya.


" terserah kamu ,kalau kamu mau aku potong gajinya" Raka kembali memainkan hapenya .


" mbak hapenya sudah bisa digunakan, silahkan dicoba dulu" pelayan itu memberikan hape beserta box nya.


" gak usah mbak aku buru-buru" ucapku yang teringat jam kerjaku sudah lewat 15 menit yang lalu. Aku menyenggol tangan Raka yg dari tadi sibuk dengan hapenya. Raka memberikan credit card pada pelayan itu. Setelah beberapa menit transaksi, pelayan itu menyerahkan credit card Raka.


" terima kasih sudah berbelanja di toko kami"


Kami pun pergi meninggalkan toko hape itu dan berjalan ke arah foodcourt.


***Dan dalam diam kamu hanya menyanyikan tangismu.


hanya aku yang mengerti lirik nyanyianmu,


hanya aku yang mengetahuinya,


karena aku yang hanya bisa menyelami hatimu, dalam nadirmu, dalam risaumu,dalam asa yang tak pernah orang lain tau selain aku.


coretan novel risauku***