RISAU

RISAU
DUNIA ( Bersikukuh)


*flashback*


#Kediaman Raka#


" mami , kenapa harus bersikap seperti tadi di ruang makan?" pak prambudi membuka dasi dan jas nya kemudian menaruhnya di sudut kamarnya yang besar.


" papi, mami sudah menemukan jodoh yang tepat buat Raka. Nanda dia gadis baik ,cantik dan orang tua dia sudah jelas collega papi" Tante veronica duduk di tepi ranjang kemudian membuka gulungan rambutnya.


" cukup mami, jangan melakukan perjodohan untuk anak kita lagi, mami mau kehilangan Raka setelah Rika pergi" mata pak prambudi melebar menatap istrinya geram.


" Raka sudah sejak lama mengenal Nanda kenapa dia harus menikah dengan perempuan biasa itu. Mami sudah tau perempuan itu yang merebut anak kita dari Nanda dia hanya ingin harta kita saja" bicara tante veronica sudah mulai sinis dan membuat pak prambudi geram mendengarnya


" cukup mami, harta kita ternyata tidak bisa membahagiakan anak kita. Sampai detik ini Rika tak pulang menemui kita, sudah berbagai cara papi lakukan dia selalu berusaha menjauh dari kita, tidakkah mami menjadikan semua ini pelajaran" om prambudi duduk dengan mata yang masih tatapan tajam ke arah istrinya itu.


" tapi pi"


" tidak ada tapi tapi mi, papi harap mami bisa belajar dari kesalahan mami terdahulu" pak prambudi memotong omongan istrinya dan meninggalkan nya sendiri.


Wajah tante veronica berubah menjadi kesal. Dia sudah berjanji akan menikahkan Raka dengan Nanda. Tidak boleh itu tidak terjadi. Menurutnya Nanda adalah wanita terhormat yang paling cocok untuk menikah dengan anaknya. Tante veronica mengambil hapenya.


"selidiki gadis itu aku minta informasi sedetailnya" Tante veronica menutup teleponnya.


*flashback end*


Raka memasuki rumah megahnya, dia berjalan menuju kamarnya . Dia membereskan beberapa pakaian ke dalam koper. Kemudian bergegas pergi dengan kopernya. Namun sebelum dia pergi. Tante veronica melihatnya membawa koper dan menghentikannya.


" kamu mau kemana sayang" tanyanya setengah kaget.


" eh mami, kebetulan mami ada disini, Raka mau izin tinggal di apartemen" (Menyimpan koper lalu duduk)


(dahi berkerut)


"apartemen siapa? kenapa harus tinggal di apartemen" ucapnya.


"aku membelinya beberapa minggu lalu, aku membelinya agar mudah memantau foodcourtku. Aku capek mi harus bolak balik rumah " bohong Raka. Dan sepertinya tante veronica menangkap kebohongan Raka dengan mudah


" are you sure,?" tanyanya menyelidik


" yeah, i'm sure. mami tau usahaku berkembang pesat, kadang aku keluar kota untuk memantau anak cabang usahaku. Aku sangat capek jika pulang larut harus kesini bahkan paginya harus berangkat lagi" usaha Raka meyakinkan maminya sepertinya berhasil.


" baiklah, mami mengizinkan" ucapnya


"ada syaratnya tapi" imbuhnya lagi


" pake syarat segala mi" Raka mengernyitkan dahinya


" tidak boleh bawa perempuan masuk ke apartemen, mami akan memerintahkan bi ningrum ikut denganmu" tante veronica tersenyum puas.


" mi kalau gitu caranya gak usah tinggal di apartemen aku tinggal disini saja. Dan mungkin kalau capek dan lelah aku bisa tidur di mobil. Syarat dengan adanya bi ningrum sama saja bohong, aku ke apartemen hanya untuk istirahat saja tidak lebih. Mana bisa istirahat kalau ada bibi disana apartemenku kecil untuk ditempati 2 orang" Raka berusaha membujuk maminya dan akhirnya berhasil.


"baiklah kamu jangan melupakan syarat pertama. dan sering-seringlah untuk pulang" tante veronica akhirnya luluh ketika Raka membujuknya dengan hebat.


"kamu jaga diri kamu, jangan deket-deket wanita itu lagi nanda adalah gadis terbaik di mata mami" tante veronica berkata sambil mengelus rambut anak kesayangannya.


" maksud mami wanita siapa,megan?" mata Raka melebar menatap maminya.


" siapa lagi memangnya, apakah ada yang lain selain dia , wanita itu kurang cocok dengan mu sayang" mami kembali melemparkan senyum sinisnya


" mi Raka harap mami tidak terlalu memilih dalam hal ini, karena Raka sungguh mencintainya, Raka harap mami bisa menerimanya , Raka bahkan tidak sanggup kehilangannya, mengertilah kalau memang mami menyayangi Raka" Raka berkata sambil berlalu. Tante veronica hanya diam. Tangannya mengepal. Dia paham dengan sifat keras anaknya yang satu ini. Tante veronica tidak akan menyerah untuk memisahkan anaknya dengan megan. Dia harus membujuk anaknya secara halus.


#Rumah megan#


"assalamualaikum " aku memasuki rumah ku. Dan betapa terkejutnya aku melihat seseorang tengah duduk menungguku.


"Alex" teriakanku hampir memekikan telinganya. Sontak alex menutup dengan kedua tangannya.


" aisshh kenapa harus teriak seperti melihat hantu " ucapnya kesal. Aku duduk menghampirinya.


" ada apa sampai harus datang kesini? kenapa gak telepon dulu" aku tidak mengerti apa yang membuat alex datang kerumahku. Tidak sepertinya dia seperti ini


" lu lebih baik akhiri hubungan dengan Raka" Alex menatap ku dengan tatapan tajam nya. Aku bahkan tidak bisa menebak jalan fikirannya.


" maksud lu apa lex gue gak ngerti" aku pura-pura tidak mengerti dengan semua ucapannya. Aku menatapnya lekat


"gue pernah bilang, lu jangan sampai berpacaran dengan Raka" ucapnya serius.


" kenapa lu sampai harus urusin kehidupan pribadi gue " aku sangat tidak mengerti mengapa dia seperti ini.


" gue gak mau lu kecewa megan ,lu udah tau sekarang mengapa gue selalu ngelarang lu berhubungan dengan keluarga Prambudi" alex meninggikan suaranya.


" bukan hak lu alex , lu gak perlu ngurusin gue" aku berdiri meninggalkannya.


" hak gue? gue punya hak karena gue sayang sama lu,gue gak mau lu menderita megan" alex setengah berteriak. Spontan aku berbalik ke arahnya. Aku tidak percaya dengan semua perkataanya. Aku membelalakan matamu. Wajah alex memerah aku berjalan ke arahnya.


" apa lu bilang?" aku menatap matanya tajam.


" ya gue sayang sama lu sejak dari dulu gue gak mau lu frustasi berhubungan dengan keluarga itu" alex membalas tatapanku dengan tajam.


" jangan keterlaluan alex" aku membalikan badanku untuk meninggalkannya. Namun alex tiba-tiba menarik tanganku dengan kuat sehingga aku jatuh dipangkuannya. Dia memelukku erat .


" gue bener-bener sayang sama lu, berhentilah menyakiti perasaan lu, gue gak mau liat lu nangis lagi, gue gak sanggup" alex menahan air matanya. Di sudut matanya ada butiran air mata yang dia tahan .Aku merasakan detakan jantungnya yang sangat kencang. Aku mendorong tubuhnya dengan kasar


" cukup alex , pulanglah" aku berbalik meninggalkannya. Ku lihat mamah sedang mematung melihat perdebatanku. Aku langsung menuju kamarku. Menangis sejadinya menumpahkan segala kekesalanku . Aku sudah tidak mengerti lagi dengan kehidupanku yang penuh dengan kejutan ini.


Alex terduduk lemas di sofa ruang tamu, menutup wajahnya kemudian memukulinya.


" alex kenapa lu bodoh" gumamnya.


Mamah yang sedari memerhatikan alex kemudian menghampirinya. Dan mengusap punggung alex


" nak, apa benar dengan semua perkataanmu tadi" ucapnya. Alex mengangkat wajahnya. Menatap mamah dengan tatapan sayu.