RISAU

RISAU
STIGMA ( Kebenaran Lainnya)


"kapan kamu mengetahui semua ini?" megan menatap Raka dengan mata sembapnya. Kali ini megan sudah kehabisan air matanya.


" Apakah kamu ingin mendengar kebenaran yang lainnya?" tanya Raka lagi.


"katakan semua yang kamu ketahui" Megan menahan emosinya. Dia hanya ingin mendengar kebenaran . Megan ingin keadilan. Keadilan yang sebenarnya , megan selama ini selalu menghindarinya, dan semua itu sia-sia. Bahkan untuk berdamai dengan hatinya saja sangat sulit.


Raka membuka laptop yang berada di samping tempat duduknya. Mengetikkan beberapa kata . Setelah itu muncul banyak video. Megan mengklik item video pertama.


"mami mengancam pihak label agar kau dikeluarkan. Sebenarnya semua itu tidak akan menjadi masalah. Namun mami sangat berkuasa sehingga pihak label bungkam dan tak bisa membantumu" Raka menjelaskan video yang dia dapat dari Alex.


Raka kemudian mengklik item kedua. Megan tertegun melihatnya. Seorang pria yang begitu dia kenali. Megan telah memberikan segalanya untuk pria ini. Pria yang megan anggap sebagai dewa penyelamat kehormatan dan kehidupannya.


" mami menyuruhnya menerima perjodohan. Menutup semua akses tentang dirimu dariku. Membuat stigma bahwa kamu adalah wanita kotor. Dia memberikan 500 juta sebagai hadiah perjodohanmu" Raka menjelaskan lagi. Megan sudah tak kuasa menahan lagi air matanya. Kehidupan nya sudah benar-benar dipermainkan. Rizal yang selama ini megan anggap sebagai suami yang akan selalu dihormatinya nyatanya hanyalah sampah . Sampah yang membusuk di kehidupannya. Air mata megan yang telah mengering ,membuncah dari pelupuk matanya. Tidak ada habisnya. Sampai megan lelah , lelah dengan semua takdirnya.


" maafkan mami megan" lirih Raka. Tatapan megan memburam . Hatinya teramat sakit mendengar kenyataan ini. Tubuhnya lemas seketika . Dan akhirnya megan tak sadarkan diri.


Raka menggendong megan dengan sigap. Jimmy yang berada di luar foodcourt berlari menghampiri Raka.


" Jimmy siapkan mobil, kita pergi ke rumah sakit terdekat" Raka berlari di ikuti oleh Jimmy. Jimmy membuka pintu mobil . Dan Raka telah membaringkan tubuh mungil megan di jok belakang. Paha kekar Raka menopang kepala megan. Gadis yang dulu sangat tegar ,sekarang begitu rapuh. Raka menatap megan dalam. Tak terasa air matanya terjatuh. Raka sadar selama ini yang membuat megan kesulitan adalah dirinya


" tenanglah pak, nona mungkin hanya terlalu stres" Jimmy melajukan kendaraan menuju rumah sakit.


Tidak butuh waktu lama. Megan sudah dibawa ke ruangan IGD. Setelah Raka mengurus administrasi megan dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Jimmy masih setia mendampingi Raka.


" Jimmy bisakah kamu menghubungi ibunda megan, katakan pada beliau bahwa megan mendadak ditugaskan ke luar kota. Aku tidak ingin beliau khawatir" Raka menatap Megan . Rasa bersalah terus saja menghantuinya. Penderitaan megan bertahun-tahun adalah karena dirinya.


" baik pak" Jimmy bergegas keluar, namun Raka kembali memanggilnya.


" Jimmy , pulanglah. Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini. Aku akan disini menemani Megan " Raka mengelus puncuk rambut megan. Ditatapnya gadis itu dengan penuh perhatian. Raka menggenggam tangan megan dengan kuat. Raka tidak ingin kehilangannya lagi.


"terima kasih pak" Jimmy membungkukkan badannya , meninggalkan ruang inap tersebut.


Raka tak hentinya menatap megan yang masih tak sadarkan diri. Raka mengelus punggung tangan megan , kemudian Raka mengecupnya dengan lembut. Raka sudah tidak peduli lagi dengan status megan seorang istri dan ibu. Yang Raka tau, Rizal adalah lelaki brengsek yang telah membuat kehidupan Megan hancur.


Megan membuka matanya perlahan. Atap langit yang putih . Tembok dinding yang putih bersih. Megan merasakan ada kehangatan di tangannya. Megan menggerakkan tangannya. Namun Raka tertidur pulas , genggamannya sangat kuat sehingga megan tidak bisa melepaskannya. Megan terdiam. Mengingat semua yang telah terjadi hari ini. Dilihatnya jam dinding di ruangan itu menunjukan pukul 9 malam .


bagaimana ini, sudah selarut ini pasti mamah mengkhawatirkan keadaan ku. Bagaimana dengan tasya. Kenapa harus pingsan sih !!


" Raka bangun" Megan menggerakan tangannya. Namun Raka masih terlelap. Megan berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Satu tangannya berusaha menggapai kepala Raka ragu-ragu.


" Raka bangun" Megan mengusap rambut Raka.


Raka menggerakan kepalanya. Matanya merah. Rambutnya nampak berantakan. Wajahnya kusut , namun Raka tersenyum melihat megan sudah sadar.


" Kamu sudah siuman?" tanya Raka. Genggaman tangannya tak terlepas dari tangan megan .


" terima kasih , bisakah aku pulang? aku tidak ingin mamah khawatir. Aku hanya pingsan tidak terlalu serius sampai harus dirawat" Megan menatap linglung wajah Raka. Melepaskan genggaman tangan Raka.


" kamu tidak usah khawatir. Aku sudah menghubungi mamah Hana. Aku memberi tahu bahwa kamu mendadak ditugaskan ke luar kota. Tubuhmu masih lemah. Tunggu dan beristirahatlah sampai besok." Raka berkata dengan suara tenang.


" baiklah. Terima kasih . Kamu pulanglah. Aku bisa menjaga diriku" ucapan Megan kali ini membuat Raka diam. Raka kembali menatap megan .


" aku akan menemanimu. Istirahatlah dengan baik" Raka beranjak dari kursinya. Namun megan menggenggam tangan Raka. Hingga Raka tak beranjak dari tempatnya.


" Apakah berita tentang mami mu ada hubungannya denganku?" Megan berusaha mengingat berita yang dia baca di handphone nya. Semua video yang Raka perlihatkan sama persis dengan potongan gambar di dalam berita. Tentang kasus penyuapan, penggelapan dana, dan tindakan kriminal lainnya.


" Iya aku berusaha mencari keadilan untukmu, Alex membantuku mencari kebenaran ini" Raka duduk di tepi ranjang. Megan melihat sorot mata Raka. Ada rasa penyesalan dalam dirinya.


" Aku sudah pernah bilang jangan menyakiti orang tuamu hanya demi aku" Megan menatap ke arah luar jendela. Langit sudah sangat gelap. Keheningan rumah sakit membuat malam menjadi lebih pilu.


" Ini bukan hanya tentang kamu. Ini tentang aku. Tentang orang-orang yang mencintaimu dengan tulus. Apakah kamu tahu betapa khawatirnya ketiga sahabatmu. Mereka bahkan terus mencarimu. Sama seperti aku" Raka berusaha membuat keadilan . Keadilan untuk Tante Veronica yang bertindak terlalu jauh kali ini. Raka hanya ingin membuat masalah nya tidak berlarut-larut.


" Aku tahu, tapi kamu melakukan ini akan menyakiti hatimu Raka. Orang tua mu berada dalam kehancuran karena aku" Perkataan Megan menghantam perasaan Raka. Raka tidak mengerti dengan megan yang selalu menyalahkan dirinya.


" aku melakukan yang seharusnya. Mami sudah melakukan banyak kesalahan. Dan semua itu ada konsekuensi nya. Megan kamu tau, disini aku melakukannya tidak hanya untuk kamu. Tapi untuk aku, untuk mama Hana yang telah mencemaskan mu. Bisakah kamu berhenti menyalahkan diri sendiri?"


Megan diam, tak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya. Raka berjalan keluar dari ruangan. Kali ini megan tak bisa memejamkan matanya.


Megan memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan kepada Rizal. Megan sudah membulatkan tekadnya akan menggugat cerai Rizal.


*jangan lupa like komen dan votenya yah. *