
Raka menuntunku ke dalam mobilnya,kami pergi meninggalkan mall itu.
" kita mau kemana?" tanyaku penasaran.
" lihatlah nanti kamu akan mengetahuinya , sebentar lagi kita sampai" Raka mengedipkan sebelah matanya padaku
" aish (kesal) kenapa tidak bilang saja" aku cemberut menatap Raka
" bukan surprise dong kalau aku bilang sekarang , gimana sih ?" Raka mengelus rambutku dengan lembut.
Tak lama, kami sampai di sebuah restoran mewah. Suasana di restoran ini sangat romantis, terlihat bangunan dengan gaya eropa klasik. Aku dan Raka memasuki restoran itu.
" selamat malam pak" ucap salah seorang pelayan .
" selamat malam, bagaimana apakah sudah siap?" tanya Raka
" sudah pak, silahkan bapak ikut saya" pelayan itu menundukan kepalanya, berlalu meninggalkan kami. Aku dan Raka mengikutinya dari belakang.
" silahkan pak, jika bapak butuh sesuatu bapak bisa memanggil saya" ucapnya ramah
" baik terima kasih" Raka melihatku yang dari tadi terpana dengan apa yang ada di hadapanku.
" apa ini buatku?" aku masih belum mengedipkan mataku melihat suasana yang ada di depanku.
" tentu saja sayang, ayo kita duduk" Raka menuntunku ke arah meja yang sudah di hias dengan suasana romantis, ada lampu lilin menyala disana , cahaya malam dan lampu restoran yang sedikit redup membuat semuanya terlihat romantis. Disana sudah tersaji beberapa hidangan yang sudah dipesan Raka dengan sangat special
Raka menarik kursi untuk ku tempati, dan dia duduk di sebelahku.
" apa kamu suka" tanyanya .
Aku beranjak dari kursiku. Memeluknya dengan tiba-tiba. Raka nampaknya masih bingung dengan tingkahku. Dia mengusap punggungku.
" terima kasih sudah hadir dihidupku, aku begitu bahagia sekarang" aku melepaskan pelukannya, menatap Raka yang kebingungan.
(tersenyum)
" aku akan senang jika kamu pun merasa senang, aku akan bahagia jika kamu pun bahagia,selalu lah tersenyum seperti ini sayang" Raka mengecup lembut punggung tanganku . Aku hanya menatapnya dengan tatapan bahagia.
" makanlah , kamu belum makan dari tadi" Raka mengambil sendok dan piring. tapi aku tidak memerhatikannya aku masih terbawa oleh suasana malam ini.
"aku akan menyuapimu bukalah mulutmu" Raka mengambil makanan di sendoknya, kemudian menyuapiku. Begitu lembut segala perlakuannya padaku.
" giliran aku menyuapimu" aku pun membawa sendok dan makanan yang sudah ada di meja.
" aaa" Raka membuka mulutnya . Dia melahap makanan yang ada pada sendokku. Kami pun menghabiskan makan malam kami. Raka memanggil pelayan yang tadi mengantar kami, dia membisikkan sesuatu pada pelayan itu. Kemudian pelayan itu pergi meninggalkan kami.
Setelah beberapa menit pelayan itu membawakan setangkai bunga mawar merah.
" sayang, aku mencintaimu" Raka memberikan bunganya padaku.
" aku juga mencintaimu, terima kasih untuk semuanya." aku tersenyum pada Raka
Raka mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Dia membuka sebuah kotak berbentuk hati. Diambillah sebuah kalung dari kotak itu. kemudian memakaikannya pada leherku.
" apa kamu suka sayang".
Aku masih menatap Raka, tanganku mengusap kalung itu.
" apa ini tidak berlebihan?"
" ini cantik sekali ,terima kasih" (tersenyum pada Raka)
"sayang, sebenarnya aku ingin melamarmu dan menikahimu" Raka menatapku lekat. Aku yang sedang minum seketika tersedak mendengarnya. Raka mengusap punggungku.
"kamu gak apa-apa sayang?" tanyanya khawatir .
" apa kamu mengigau?" aku masih belum percaya dengan apa yang ku dengar tadi.
" apa aku tertidur sehingga harus menggigau" tanyanya kesal.
" maaf bukannya begitu, kita kan baru saling kenal" ucapku
"yah tapi aku sudah yakin dengan pilihan dan masa depanku tadinya aku ingin melamarmu malam ini, tapi.. " Raka memotong omongannya
" tapi?" aku melihatnya berharap Raka melanjutkan ucapannya.
" tapi kamu tau, aku masih mengembangkan usahaku, dan lagi aku masih kuliah, orang tuaku tidak akan mengizinkan kita menikah" Raka melamun dengan perkataannya, aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.
" sudahlah tidak usah terburu-buru, lebih baik kita jalani saja hubungan ini, jika kamu memang ingin menikahiku,bersabarlah, lagian aku baru saja lulus SMA , aku pun masih ingin mewujudkan apa yang menjadi harapanku" aku mengusap lembut tangan Raka
"maukah kamu menungguku sampai aku lulus dan melamarmu?" tangan Raka menggenggam tanganku, sepertinya dia memang serius dengan perkataannya. Aku dapat melihat dari matanya dan merasakan dari genggaman tangannya.
" aku bersedia tapi aku tidak bisa berjanji. karena tuhan lah yang menentukan takdir , aku akan menunggu jika memang tuhan menakdirkan kita bersama" ucapku. Raka hanya tersenyum mendengar perkataanku.
" Raka kita pulang ini sudah hampir malam, aku takut mamah khawatir apalagi di rumah ada ayah. " Aku melihat jam di layar handphoneku yang sudah menunjukan hampir jam 8 malam. Karena jarak dari restoran ini kerumah lumayan jauh, jadi aku harus segera pulang.
" megan berjanjilah untuk tidak meninggalkanku, untuk selalu bersamaku" aku mengangguk
" ucapkanlah janji itu pada dirimu sendiri, bisakah kamu tidak meninggalkanku apapun yang terjadi?" ucapku dengan sedikit keraguan. Karena aku tidak bisa berjanji jika tuhan berkata lain akan janjiku . Aku tidak akn berjanji untuk hal yang sulit aku tepati.
" aku janji" Raka mengucapkan janji itu, tapi aku hanya diam tidak merespon ucapannya.
" yuk pulang udah malam" Raka menggandeng tanganku keluar dari restoran itu.
Kami memasuki mobil kemudian raka mengantarku pulang
" terima kasih" aku menatap Raka
" aku yang harusnya terima kasih kamu sudah mau menemaniku sampai saat ini" (tulus)
" lebih baik kita pulang ini sudah larut" ajakku.
" baiklah tuan putri kita pulang sekarang" Raka beranjak dari tempat duduknya.
Sesampainya dirumahku, keadaaan rumah sangat sepi. Sepertinya orang tuaku sudah beristirahat.
" apa orang tuamu sudah tidur?" tanya Raka melihat rumah yang sudah sepi.
" sepertinya begitu" jawabku singkat.
" ya udah aku pulang dulu"
" ya hati-hati dijalan" aku melmbaikan tanganku.
" masuk dan istirahatlah" Raka tersenyum ke arahku dari kejauhan. Aku memasuki kamarku. Hari ini sangat melelahkan, aku membersihkn diri dan kemudian bersiap untuk tidur.
* dari author, jangan lupa like and vote novel author yah. vote dan vote, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel ini*