RISAU

RISAU
AURA (KEBAHAGIAAN PART 3)


Setelah selesai mandi ,aku menghampiri Raka. Rambutku yang masih basah tergerai dengan indahnya. Raka tersenyum menatapku. Dia sampai tak mengedipkan matanya. Aku duduk di sampingnya.


" kamu gak ngeringin rambutmu dulu" Raka mengelus rambut basahku.


" gak ah malas biarin aja, lagian kan ini masih jam 1 , masih sejam lagi berangkat kerjanya" aku memainkan rambut basahku.


" kamu mau minum apa?" tanyaku


" aku mau kopi dong, ngantuk banget " Raka mengucek matanya yang memang sudah memerah.


"oke tapi hanya ada kopi susu instan gak apa-apa?" tanyaku yang sedari tadi memainkan rambut basahku.


" ya gak apa-apa asal kamu yang buat pasti enak" Raka mengembangkan senyum lesung pipitnya.


Aku meninggalkan Raka di ruang tamu,membuatkan kopi yang dia minta. Selesai membuatnya aku membawakannya ke ruang tamu, aku melihat pemandangan yang indah disana. Raka tertidur dengan wajah yang begitu polos. Lagi tidurpun dia terlihat begitu tampan . Wajahnya putih mulus, rambutnya yang hitam dan ikal membuatnya menjadi sangat kharismatik, bibirnya tipis dan merah membuat dia semakin tampan. Tuhan pemandangan ini begitu indah, biarkanlah waktu berhenti saat ini. Aku mengelus wajahnya yang mulus. Tampaknya Raka memang sangat kelelahan sampai dia tertidur seperti ini. Aku duduk disampingnya terus memandangi wajahnya dari dekat. Gak salah jika aku begitu mencintai pria di depanku ini.


Tiba-tiba Raka terbangun, dia melihatku sedang memandanginya. Aku membenarkan posisi dudukku. Dia tersenyum melihatku yang salah tingkah. Raka memegang tanganku. Menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.


" biarkan aku tertidur seperti ini" Raka memegang kepalaku, satu tangannya memegang tanganku.Raka menutup matanya


"megan, aku gak bisa harus jauh dari kamu, aku gak ingin kehilangan kamu, walaupun hubungan kita tanpa status, biarlah aku mau selamanya bisa kayak gini" aku hanya diam mendengar ucapan nya, entah Raka sedang mengigau dari mimpinya. Aku bisa merasakan degup jantungnya yang kencang.


" megan masih belum bisakah kamu menerimaku aku hanya butuh pengakuanmu , aku hanya ingin mendengar nya langsung dari mulutmu" aku memandangi wajahnya, Raka masih memejamkan matanya


"Aku belum pernah jatuh cinta seperti ini sebelumnya, walaupun banyak gadis, denganmu aku merasa takut kehilangan, aku bahkan tidak tahu yang akan terjadi jika kamu menjauhiku" Raka menutup matanya . ada kesungguhan dalam setiap ucapannya.


"sebenarnya aku jatuh cinta padamu" aku berkata dengan sangat pelan. Raka tersenyum membuka kedua matanya yang terpejam.


"aku sudah tahu megan, aku hanya ingin mendengarnya,aku sangat mencintaimu" Raka mencium kening ku dengan lembut. Aku menatapnya dalam , di matanya tidak ada kebohongan .


" kamu tau, sampai detik ini aku dan 3 sahabatku tidak pernah komunikasi, itu semua karena kamu" Aku masih bersandar di dada Raka ada kenyamanan disana.


" benarkah? aku salah apa?" Raka menegakkan duduknya .


" yah, Rasya melihat ku kau menciumku di mobil, dia marah besar dan kami bertengkar" aku menatap Raka ekspresinya begitu bahagia dia tertawa terbahak.


" hahahhhhahha" barisan gigi putihnya berbaris sempurna.


"kenapa kamu tertawa?" aku keheranan melihatnya tertawa seperti itu.


" kamu sama sekali tidak mengerti megan?" Raka menatapku serius


" maksudmu?" tanyaku , aku semakin tidak mengerti dengan ucapan nya.


" siapa yang marah melihat aku menciummu?" Raka justru berbalik menanyaiku, Raka mengambil gelas yang berisi kopi yang sudah kubuat. Dia meminumnya sampai tak bersisa


" Rasya " jawabku pelan


" bagaimana dengan alex? dia kan saudara sepupu nanda,?" Raka malah memberondongiku dengan berbagai pertanyaan.


"dia memukul Rasya ,mereka bertengkar" jawabku polos


" apa sebegitu istimewanya dirimu, sehingga banyak yang ingin memilikimu, sial , aku harus mejagamu lebih ketat lagi" Raka menggerutu


"maksudnya ? aku semakin gak mengerti dengan ucapanmu"aku semakin pusing dengan segala ucapan Raka


" hai gadisku yang bodoh ini,apa harus alex bereaksi seperti itu mendengar Rasya memarahimu , apa harus bereaksi seperti itu walau untuk melindungi sepupunya nanda, aku tahu alex pun menyukaimu" Raka menatapku dalam dan menarik hidungku .


" kamu jangan ngawur ,mereka itu sahabatku wajarlah jika ada cowok playboy sepertimu menciumku seenaknya" aku memalingkan wajahku.Raka menarik daguku, jarak kami sangat dekat. Kemudian aku mendorong tubuhnya dengan cepat.


" megan kamu harus tahu, semenjak aku pertama mengenalmu alex memata-mataiku. Aku membiarkannya , semula aku mengira untuk sepupunya nanda, tapi aku salah dia memataiku karena kamu. kamu wanita yang disukai alex" ada nada cemburu dalam setiap ucapannya.


"sudahlah bicaramu semakin ngawur, mana mungkin mereka seperti itu, mereka care karena aku sahabat perempuan mereka satu-satunya" aku mengambil cemilan yang aku bawa kemudian melahapnya , Raka pun mengambil cemilan yang ada di tanganku.


" pokoknya aku gak mau kamu terlalu dekat sama alex dan Rasya, nanti aku cemburu loh, kamu kalau ketemu 2 orang itu harus izin dulu sama aku" Raka memanyunkan bibirnya, lucu sekali kalau lagi cemburu seperti itu.


" siapa kamu ngatur-ngatur aku !" aku pun memanyunkan bibirku.


" mulai detik ini kamu pacar aku, gak peduli kamu setuju atau enggak aku akan menjauhkanmu dari lelaki yang akan mengejarmu" Raka menarik-narik hidungku.


"awww" aku memekik kesakitan


"sorry,sorry sakit yah" Raka mengelus hidungku yang sedikit memerah.


cuupppp


dia mencium hidungku dengan lembut


"huh bau tuh main cium-cium mulu" aku kesal karena selalu saja dia berani menciumku sesuka hatinya.


"mulai saat ini kamu janji akan menjaga hubungan kita, sampai tuhan memisahkan kita, aku harap kamu bisa ada di sampingku selamanya" Raka menggenggam kedua tanganku. Aku hanya mengangguk tanda menyetujuinya. Raka melirik jam tangannya.


" kamu mau kerja , apa mau merayakan hari jadian kita?" tanyanya .


" aku mau kerja aja, lagian kita bukan anak smp yang harus merayakan hari jadiannya." tanganku masih menggenggam tangan Raka. Aku mau terus seperti ini, kebahagiaan ini aku ingin ada selamanya. Dengannya aku tenang, dengannya aku bahagia.


" ya udah kamu ganti baju dulu sana, aku akan menamanimu kerja , kerjaan ku pun sudah menungguku" Raka mendorong tubuhku ,aku bergegas pergi ke kamar dan mengganti pakaianku.


terima kasih Raka telah hadir datang dalam kehidupan ku yang seperti ini, semoga kamu bisa bertahan sampai akhir


*dari author, menurut kalian nih yang setia baca novel aku , megan akan berjodoh dengan siapa? aku mau menceritakan megan sampai dia menikah,koment yah kalau kalian bisa nebak ceritanya*