
Benar-benar Raka sudah keterlaluan, bahkan dia tidak menjelaskan apa yang ku dengar tadi. Aku melihat layar hapeku, tidak ada pesan ataupun panggilan masuk .Lebih baik aku mengajak sahabatku untuk latian band daripada kesal memikirkan Raka, peduli amat dia mau menjelaskan atau tidak. Aku mulai mengetik pesan di grup wa PATRIOT IDIOT. Benar saja chat di grup ini mati suri setelah kejadian malam itu
@ALexdn, @ikorahmansyah, @rasya apa kabar lu semua, sore ini kita latian band yuk? aku kangen main band lagi. Kangen kalian juga.
Aku menulis pesan seolah tak terjadi apa-apa. Bodo amat aku udah kangen gak usah jaim lagi. Lama sekali aku menunggu balasan dari mereka. Hari ini semua orang benar-benar menyebalkan tidak ada yang menghiraukan aku. Namun hapeku bergetar, aku fikir Raka yang mengirimiku pesan ternyata iko.
@megan gue mau, kalau kedua makhluk astral itu gak mau, gue main aja ke rumah lu, gue kangen sama tante . π
aku tersenyum melihat pesan dari iko, nyali iko sekarang patut diacungi jempol, menghilang 2 bulan dia berubah jadi pemberani. Kulihat ada seseorang sedang mengetik pesan d grup. Alex yah alex. betapa senangnya aku melihat alex membalas chatku.
@megan gue ikut,gue juga kangen sama lu semua @ikorahmansyah, gue paling kangen sama lu, siap-siap gue bikin perhitungan, awas aja lu kaburπ
melihat percakapan yang mulai hangat aku tersenyum sendiri, bahkan mulai melupakan masalah ku dengan Raka. Seseorang sedang mengetik pesan lagi, dan ternyata Rasya.
kita latian jam 4 ,gue udah booking studio.
@***alexdn enaknya si @ikorahmansyah diapain?
@alexdn @rasya, gue mau cari perlindungan sama @megan , karena dia sahabat yang paling ngertiin gueπ*** (giliran iko yang balas , nyalinya payah kembali)
@ikorahmansyah siapa yang mau bantuin lu?π(aku berhasil membuat iko ketar-ketir)
@megan awas aja lu,kalau minta bantuan gue lagi auto gue tolak . πΏπ‘
Sekian lama akhirnya kesalah pahaman ini sedikit mencair, aku sudah tidak sabar untuk bertemu idiot-idiotku. Di dunia ini, selain mamah, abang dan teteh, sindi dan mereka lah yang selalu membuat hidupku lebih berwarna. Bahkan aku bisa mensyukuri hidup karena adanya mereka. Kasih sayang yang tidak aku dapatkan dari seorang ayah aku dapatkan dari 3 sahabatku. Mereka selalu berhasil membuat tawa dalam hidupku. Kesedihan yang hanya secuil tidaklah berarti dibandingkan dengan banyaknya anugerah yang Tuhan berikan. Tuhan menghadiahiku orang-orang tulus . Memberiku sosok ibu terhebat di dunia ini.
drrrrt
drrrrt
drrrrt
drrrrt
Raka meneleponku, lama aku menunggu penjelasan darinya, baru sekarang dia menghubungiku. Aku tidak mengangkatnya. Aku membiarkan panggilan dari Raka,. puluhan kali dia menelepon. akhirnya Raka berhenti meneleponku . Dia tidak mengirimiku pesan, bodo amat aku masih kesal padanya.
Siang ini rumah sepi, karena tiap hari minggu mamah selalu sibuk bekerja di cateringnya tante nur. Aku duduk di sofa menonton acara televisi.seperti biasa tidak ada tayangan yang menarik,zaman sekarang acara televisi banyak yang tidak berfaedah, aku mengganti-ganti channel ,aku lebih suka menonton kartun. Ku letakan remote tv di meja. Aku rebahan di sofa, menonton acara kartun namun mataku begitu ngantuk dan akupun tertidur, dengan tv yang masih menyala.
Setelah beberapa jam aku terbangun dari tidurku ,kulihat waktu menunjukan pukul 3 sore. Aku meregangkan tubuhku yang tidur di sofa kecil, aku melihat sekeliling, dan betapa kagetnya aku melihat Raka duduk disampingku ,menatapku dengan ekspresi dingin.
" aaaaa" aku berteriak saking kagetnya, Raka menutup mulutku
"kenapa kamu berteriak begitu, kamu mau seluruh tetanggamu datang kesini?" Raka duduk disampingku yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidurku.
" kamu kenapa bisa masuk?" aku masih heran sejak kapan dia duduk memperhatikanku, bahkan aku tak mendengar suara apapun saking pulasnya.
"kamu ceroboh sekali kenapa membiarkan pintu tidak terkunci,bagaimana kalau ada pencuri masuk" Raka mengacak rambutku yang sudah berantakan
"mau kemana?" tanyanya dengan hati-hati.
" aku mau ke kamar mandi dulu, gak lihat apa belek di wajahku" aku masih kesal padanya, Raka melepaskan tanganku . Aku meninggalkannya di ruang tv sendirian. Dikamar mandi aku sengaja berlama-lama , biar tau rasa dia . Batinku. Aku keluar dari kamar mandi ,kulihat Raka masih duduk di kursi sambil memainkan hapenya. Aku menghampirinya.
" belum pulang?" ketusku
" kamu ngusir aku?" wajahnya terlihat kesal ,akupun masih kesal padanya. Aku tak berbicara sedikitpun ,bahkan sekarang aku tidak berani menatapnya melihat ekspresinya seperti itu.
"kenapa kamu gak menjawab teleponku?" tanyanya dengan nada emosi
"hapeku aku silent ,hapeku di kamar dan kamu tau aku ketiduran disini" aku berbohong padanya, Dan sepertinya Raka menyadari itu.
"kamu marah?" tanyanya .
" malah tanya lagi bukannya menjelaskan" gerutuku dalam hati. Namun mulutku masih terkunci. Tidak menjawab pertanyaannya, aku masih belum menatapnya .
" kamu kesal?" Raka menghampiriku,karena aku duduk berjauhan dengannya. Tangan nya menggenggam tanganku, aku menepisnya.
" kalau cemburu gitu ,tambah manis tau" Raka mencubit daguku , dia mulai menggodaku, aku masih tahan harga tak menghiraukannya. Aku masih menunggu penjelasannya.
" tadi nanda yang bicara , dia datang kerumah, dia masuk tanpa seizinku, aku menutup teleponnya untuk mengusir dia. Dia terus mengejarku,bahkan aku sudah memberi tahu hubungan kita ,dia tidak pernah berhenti. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan sendiri pada nanda" Raka berusaha menenangkanku, dia terus menatapku yang tak menghiraukannya.
"masih ngambek ?" tanyanya , aku masih malas melihat mukanya. Walaupun dalam hatiku lega dia menjelaskan semuanya padaku. Tapi kenapa Raka tidak memberitahuku kalau nanda masih mengejarnya. Fikiranku semakin kemana-mana, aku bahkan mulai meragukan Raka.
" nanda sudah sangat dekat dengan ibuku, dia memanfaatkan ibuku untuk menemuiku, dia pandai membujuknya dan aku tidak tau cara menghindarinya, makanya aku lebih suka berada diluar rumah, supaya bisa menjauh dari nanda" Raka menatapku tulus..
"aku sungguh berkata jujur megan, percayalah" Ku lihat di matanya memang ada kejujuran , akupun luluh. Toh mau bagaimana lagi jika nanda memang pintar memanfaatkan keadaan. Yang terpenting Raka tidak meladeninya.
"ya udah aku percaya" aku tersenyum pada Raka ,tidak tega juga melihat dia memelas seperti itu, akupun tidak bisa lama - lama marah padanya. So cute gitu mukanya mana bisa tahan.
"gitu dong senyum kan cantik " Raka memelukku erat, entah kenapa pelukannya kali ini berbeda dari biasanya. aku sampai kesusahan bernafas, aku mendorong tubuh Raka
" aku susah nafas kalau kamu meluknya kayak tadi" ucapku.
Raka hanya tersenyum melihat tingkahku.Di luar terdengar suara pintu di ketuk . Aku mengernyitkan dahi, siapa yang datang. Aku meninggalkan Raka sendiri di ruang tv. Membuka pintu yang sedari tadi diketuk.
" SURPRISE" suara iko alex dan rasya . Betapa kagetnya aku melihat mereka di depanku. Aku refleks memeluk erat ketiga sahabatku itu.Mereka pun memelukku. Rasa kangen yang sudah lama akhirnya terobati.
"masuk yuk" aku menarik ketiga tangan sahabatku, mereka mengikutiku dan duduk di ruang tamu.
Di sudut lain , Raka menatap keakraban kami dengan penuh kecemburuan. Dia menghampiri kami di ruang tamu.
" hai" Raka mengagetkanku, menatap seluruh temanku dengan tatapan dingin. Sial, bahkan aku lupa Raka masih ada di rumah. Saking senangnya aku bahkan melupakan keberadaannya.
*author deg-degan ni ,mereka gimana kalau ketemu gini*πππ