
Hari ini Raka sedang tidak sibuk hanya saja Raka sangat kecewa ketika Megan selalu menolaknya. Raka mengabaikan semua pesan yang megan kirim. Seharian Raka tidak beranjak dari tempat tidurnya sepulang dari rumah sakit. Raka sudah lelah dengan kejadian kemarin. Raka menyegarkan tubuhnya. Setelah itu Raka membuka laptopnya memeriksa beberapa pekerjaan.
" pak Raka ada apa?" terdengar Jimmy dibalik telepon .
" Bagaimana Megan?" tanya Raka setelah mendapat pesan dan telepon dari Megan . Wajahnya sedikit bercahaya.
" sudah saya antar sampai rumahnya?" jawab Jimmy
" apakah suaminya sudah memberikan surat talak?" tanya Raka.
" sudah pak. Suaminya tidak akan berani mengganggu Nona Megan lagi. Dan saya sudah menyiapkan pengacara untuk mendampingi nona megan di persidangan nanti. " Jimmy bisa lega akhirnya Megan bisa kembali lagi pada Raka.
"Aku ingin bertemu mami papi. Jemput aku di apartemen Jim" Raka melihat jam di tangannya.
" setengah jam lagi saya disana Pak"
Raka menutup teleponnya. Raka melihat Megan kembali mengirimi nya pesan . Raka hanya tersenyum . Tak membalas sedikitpun pesan dari Megan. Raka hanya ingin menguji Megan benarkah wanita itu sudah tidak ingin kembali lagi bersamanya.
Raka sudah mengenakan setelan jas berwarna navy. Hari ini Raka ingin bertemu papi nya terlebih dahulu. Dalam waktu kurang dari setengah jam Jimmy sudah berada di apartemen Raka.
" Jimmy antar aku ke rumah papi" Raka keluar dari apartemen. Jimmy mengikuti Raka keluar dari apartemen kemudian mereka ke area parkir.
"Pak kapan anda akan berencana pindah dari apartemen?" tanya Jimmy di sela kegiatan nya mengemudi.
" Besok jim, suruh seseorang untuk mengepak barang-barangku jim"
" baik pak" jawab Jimmy
Raka tidak tahu bagaimana keadaan papi nya sekarang. Papi nya adalah lelaki kuat . Masalah ini tidak akan membuat papi nya hidup dalam kemalangan. Jimmy sudah memarkirkan mobilnya di rumah keluarga Prambudi. Bangunan megah itu hanya terlihat kokoh dari luar. Di dalamnya sama sekali tidak ada keharmonisan. Diluar Raka melihat Pak Tohir asisten nenek Raka, ibu dari mami nya.
Raka memasuki pintu utama. Tidak ada siapapun di ruang tamu rumah. Kemudian terdengar suara Rika dari ruang keluarga. Raka bergegas masuk .
" hei anak bandel beraninya kamu kabur dari rumah tanpa izin dariku" Nenek sedang mengayunkan kemoceng ke arah Rika. Rika hanya duduk berlutut dengan memohon menatap wajah nenek. Di sampingnya , papi Raka sedang gelisah melihat anaknya dipukuli ibu mertuanya.
" nenek " Raka berlari ke arah nenek untuk memeluknya, namun neneknya melayangkan kemoceng tepat ke arah pinggang Raka.
" awww nenek sakit" Raka merintih kesakitan ketika nenek memukulinya dengan kemoceng. Raka pun ikut berlutut di samping Rika
" Pram apa kamu tidak bisa mengajari anak-anak bandel ini, beraninya mereka kabur dari rumah sebelum menikah" Nenek memang terlihat keras . Namun nenek menyayangi kedua cucunya ini. Mami Raka anak tunggal sehingga tidak ada cucu lain selain Rika dan Raka.
Rika dan Raka saling menatap . Mereka sadar kelakuan mereka terlalu kelewatan kali ini.
" duduk kalian " setelah puas ,nenek memerintahkan Raka dan Rika duduk di dekat papi nya
" nenek apa kabar, Raka kangen nenek" Raka menghampiri nenek dan ingin memeluknya. Namun nenek lagi-lagi memukul bahu Raka dengan tangan kosong.
" anak bandel sejak kapan kalian jadi pemberani dan melewati batas aturan keluarga?" neneknya masih sangat marah. Mendengar keluarga Prambudi hancur berantakan karena mami Veronica.
Raka dan Rika tertunduk tak berani menatap wajah kesal sang nenek.
" apa dengan kabur dari rumah masalah kalian selesai?" nenek tampak geram melihat kedua cucunya.
Raka dan Rika serentak menggelengkan kepala. Memang benar kabur dari rumah tidak menyelesaikan masalah apapun.
" maafkan kami nek" Raka membuka suara menjawab pertanyaan sang nenek.
" maaf ? apa maaf bisa mengembalikan keadaan kacau ini?" nenek lagi memarahi Raka.
" kami cuman gak mau membebani nenek disaat usia nenek sudah sepuh seperti ini. Nenek harus banyak beristirahat dan menikmati hidup tanpa terbebani masalah kami" Raka telah salah bicara, emosi nenek tidak membaik
" sejak kapan aku diajari anak kecil sepertimu?" nenek melotot ke arah Raka. Raka tak berani lagi bicara. Apalagi Rika , dia hanya tertegun mendengar omelan dari nenek.
" kita ke rutan sekarang , temui mami kalian disana?" Nenek beranjak dari kursinya. Kemudian berjalan menuju pintu keluar rumah.
Raka , Rika dan Pak Prambudi menyusul mengikuti nenek.
"Raka ikut dengan mobil nenek. Biar papi dan Rika diantar Jimmy" Nenek sudah sangat kenal dengan asisten Raka yang satu ini. Sebelum menjadi kaki tangan Raka. Nenek sudah memastikan apakah orang itu setia atau tidak sehingga nenek dengan mudah mengetahui seluk beluk tentang Jimmy.
Mereka masuk kedalam mobil masing-masing sesuai intruksi dari nenek. Tidak ada yang berani membantah ucapan nenek.
" Raka siapa dalangnya?" nenek tiba-tiba bertanya ketika mobil telah melaju menuju rutan . Pak Tohir adalah orang kepercayaan nenek. Informasi apapun yang nenek minta selalu berhasil.
"...." Raka terdiam . Tak bisa menjawab pertanyaan nenek.
" kamu tega sekali berbuat itu dengan ibu yang melahirkanmu" nenek mencibir. Raka tak bisa menjawab , Raka tahu neneknya pasti sudah mengetahui semuanya.
" tapi nenek bangga dengan tindakanmu. Dengan cara ini mungkin ibumu sadar. Mungkin, kita semua sangat tahu sifatnya seperti apa" nenek menepuk bahu Raka bangga dengan cucunya.
" aku sudah gagal mendidik anak satu itu" nenek menarik nafas panjang.
" nenek apa kabar?" Raka sudah sangat rindu dengan nenek. Nenek menatap Raka mendengar pertanyaan Raka.
" apa karena perempuan?siapa perempuan itu?" nenek sudah mengetahuinya, namun nenek hanya ingin mengetes cucu kesayangannya kali ini
" aku sangat mencintainya, tapi mami menghancurkan hidup gadis itu. Begitupun hidup Raka" Raka tertegun.
" bodoh kenapa harus bertindak sejauh ini. Dari awal seharusnya kalian menghubungi nenek untuk menangani mami kalian" nenek nya tidak mengerti bahkan hanya demi satu perempuan cucunya meminta bantuan kepada pewaris keluarga Diningrat, yaitu Alex.
" maafkan Raka nek" Raka meminta maaf dengan sangat tulus kali ini.
" walaupun mami mu salah dan bertindak kriminal kamu harus tetap meminta maaf karena kalian anaknya. Menunduk pada orang tua adalah kewajiban kalian sebagai anak" Nenek memberikan nasihat pada Raka.
Raka menganggukkan kepalanya mengerti.
"Pak Tohir hubungi keluarga Diningrat. Saya ingin menemui mereka segera"
" baik sesepuh" nenek lebih suka dipanggil sesepuh oleh anak buahnya karena sebutan itu jauh lebih hangat dibandingkan panggilan lainnya.
" nenek mau apa?" tanya Raka penasaran.
" apa kamu ingin perusahaan papi mu hancur hanya gara-gara kelakuan veronica?" aura kewibawaan nenek memang tak pernah pudar. Arogansi dan Kepemimpinan nya membuat orang lain tunduk hanya dengan melihatnya
***jangan lupa like komen dan vote sebanyak banyaknya. Kritik dan saran author tunggu
" jangan lupa masuk Grup Chat author , biar kita bisa lebih dekat**