RISAU

RISAU
DUKA (perpisahan)


Kaki ku terasa kram menahan kepala Raka yang tertidur pulas. Aku berusaha memindahkan pahaku yang menjadi bantalannya. Namun ketika aku bergerak sedikit Raka sudah terbangun.


" hemm sayang berat yah?" tanyanya setengah membuka mata.


" iyah ni kaki ku kram" menahan rasa pegal dan kesemutan di kaki. Raka kemudian duduk menyandarkan punggungnya.


" maaf sayang aku capek banget" Raka menggeliat menggerakan tangannya.


" ya sudah aku istirahat dulu yah, sekarang aku yang ngantuk" ucapku.


" iyah nanti sore aku bangunin aku keluar dulu nyari udara segar" Raka berjalan meninggalkan kamar, aku merebahkan tubuhku di kasur. Kemudian menutup mataku perlahan hingga terlelap dalam mimpiku.


Senja sudah menampakkan dirinya. Langit sudah berubah warna menjadi kekuningan. Cahaya nya masuk ke dalam kamar resort melalui jendela. Aku membuka mata ku perlahan, menggeliat setelah tertidur hampir selama 2 jam . Aku duduk di tepi ranjang. Aku lihat Raka sedang asyik memainkan handphonenya di sofa . Aku berjalan melewatinya menuju arah kamar mandi.


" udah bangun kamu" begitu aku keluar kamar mandi Raka sudah menyimpan hapenya.


" wah liat cuacanya indah banget" mematung di depan jendela resort.


" mau jalan ke sekarang" tanya Raka.


"emang mau ke mana?" aku menatap Raka yang masih duduk di sofa


"kamu mau lihat sunset gak ?pemandangan di sini indah loh, Aku mau ngasih surprise buat kamu" wajahnya terlihat bahagia. Senyumnya selalu terkembang. Entah apa kejutan apa yang akan dia berikan.


"surprise apa emangnya?" tanyaku penasaran .


" ya udah yuk kita jalan kalau mau tau surprise nya. " Raka menarik tanganku keluar kamar. Kemudian dia mengunci kamar.


" apa sih sayang surprise nya" aku masih mengekornya dari belakang.


" udah nanti kamu liat sendiri yah"


Raka Terus menggenggam tanganku. Aku dapat merasakan kehangatannya kali ini. Entah besok apakah aku masih bisa menikmati kebersamaan ini. Keputusan Raka kali ini sudah membuatku frustasi. Dilema antara rela dan tidak rela jauh darinya . Jarak Bandung - Singapore akan menjadi batas dan ruang rindu diantara kami.


"Tutup dulu matamu" perintahnya ketika sudah sampai di loby resort.


" kenapa harus tutup mata segala" ucapku kesal. Raka mengambil kain di saku celannya kemudian menutup mataku dengan itu.


" sudah ikut saja" Raka menggenggam tanganku kembali. Dan aku mengikutinya dengan berjalan perlahan.


Setelah berjalan tidak jauh dari loby Raka menghentikan langkahnya. Kemudian membuka penutup mataku


" sekarang buka matamu sayang" terdengar hembusan nafasnya di telingaku.


Aku membuka mataku perlahan. Betapa takjubnya aku melihat pemandangan luar biasa yang ada di depanku. Sebuah meja dengan dua kursi menghadap langsung ke arah pantai dengan pemandangan sunset yang begitu indah. Di sepanjang jalan terdapat lilin berjajar rapi. Di bawah meja berserakan bunga mawar berbentuk hati.



Raka memelukku dari belakang, dia masih tersenyum menatap ekspresi wajahku yang ceria dan bahagia.


" apa kamu suka sayang" tanyanya. Aku tak bisa menjawabnya. Aku meraih hape di kantung celanaku. memotret pemandangan indah itu. Dan Raka masih melingkarkan tangannya di pinggangku, menyimpan dagunya di bahuku.


" terima kasih rakus ,rakaku sayang ,aku suka banget surprise nya" aku menoleh menatap Raka kemudian mengecup pipinya sekilas.


Raka membalikkan tubuhku. Mengangkat daguku. Mendekatkan bibirnya ke bibirku. Ciumannya kali ini begitu lembut. Satu tangannya meraih tengkuk ku. Memperdalam ciumannya, satu tangannya melingkar di pinggangku. Aku membalas setiap ciuman yang Raka berikan . Tanganku sudah melingkar di lehernya.Seluruh lidahnya menyapu dalam mulutku. Aku tau ini akan menjadi ciuman terakhir kami. Lama kami berciuman aku pun melepaskannya.


" yuk kita duduk disana" Raka meraih tanganku.


" kita selfie sayang" aku meminta Raka untuk berfoto denganku mengabadikan moment romantis ini.


" kapan kamu menyiapkan ini semua " tanyaku sambil menyantap makanan yang sudah ada di meja.


" waktu kamu tidur tadi aku minta manager resort untuk menyiapkan ini semua dan cuacanya mendukung sekali" Raka masih menatapku dengan sorot matanya yang tajam.


" kenapa liatin aku kayak gitu" ucapku sambil tersipu. Pasti saja mukaku memerah dibuatnya


" aku suka senyum mu hari ini, selalu lah seperti ini selamanya. Aku tidak akan pernah membuatmu menangis begitupun orang lain aku tidak akan membiarkannya membuatmu menangis" Raka menyuapiku dengan garpu yang dia pegang.


(tersenyum)


" tapi sekarang ini yang selalu buat aku nangis tuh kamu, dan tiba-tiba kamu memutuskan untuk kuliah disana"


"maafkan aku sayang, ini cara satu-satunya agar mami membatalkan pertunanganku dengan nanda , dan itu berhasil. tunggulah aku , kamu hanya harus percaya padaku saat ini" ucapnya lirih


" aku akan selalu percaya Raka, tapi bagaimana dengan usaha yang kamu rintis sekarang, padahal kan lagi berkembang bagus" di hatiku masih begitu banyak pertanyaan .


" kak Rika akan mengurusnya dibantu dengan manager jimmy" ucapnya


" kamu hati-hati disana. Aku akan menunggumu sampai kamu menepati janjimu" aku memeluk Raka dengan erat Raka membalas pelukanku satu tangannya berada di atas kepalaku kemudian mengelusnya.


" gitu dong, aku lega jadinya. Kamu masih sibuk dengan band mu minggu depan?" tanya Raka yang masih memelukku.


"iya, jadwalku sebulan ke depan masih sibuk" aku melepaskan pelukannya. Menikmati matahari yang perlahan terbenam di ufuk barat.


" kamu gak ada rencana kuliah sayang" tanya Raka


(menggelengkan kepala)


" alex Iko dan Rasya aja ngambil cuti karena gak bisa bagi waktu mereka. " aku memang belum memikirkan itu. Rencana nya tahun ini aku ingin mendaftar tapi jadwal manggung tidak memungkinkan.


" ya udah kamu gak usah kuliah , nanti kan kamu jadi istri aku, biar aku saja yang nyari uang"


" kalau kamu jadi suamiku, kalau enggak gimana" candaku sambil tertawa melihat wajahnya yang berubah ekspresi


" pokoknya aku yang akan jadi suami mu nanti" katanya dengan penuh keyakinan.


" maksa"


Matahari sudah terbenam dengan sempurna. Langit sudah mulai gelap. Aku dan Raka kembali ke kamar resort bersiap untuk pulang ke rumah teteh. Hari ini adalah hari yang tidak akan pernah kami lupakan.


Kami sudah mengikat janji dibawah senja langit yang sama. Senja menjadi saksi janji kami berdua. Janji yang entah akan terealisasi nantinya. Namun aku percaya, kami akan bisa menjaga hati kami sampai saat itu tiba. Saat dimana Raka akan membawaku kedalam kehidupannya. Kami hanya perlu bersabar menunggu waktu.


*di episode selanjutnya author akan menceritakan kisah Raka dan megan setelah 2 tahun


* Bagaimana perasaan mereka setelah terpisah selama 2 tahun dan kisah apa dibalik waktu yang lama itu.*


*apakah Raka dan megan akan menikah ? tunggu kisah selanjutnya di episode nanti*


* Yang masih penasaran jangan lupa dukungannya yah , Like setiap episodenya. Komentar dan vote novel ini. Jadikan novel ini favorite sehingga kalian bisa mengupdate terus setiap kali author up*


* terima kasih untuk semua pembaca yang selalu setia