
" Jimmy apakah kamu sudah dapat informasinya.?" Raka berbicara dengan wajah cemas satu tangannya memegang handphone.
"maaf pak aku tidak dapat menemukan informasi apapun. Sepertinya nyonya memblockir kita untuk mengaksesnya." terdengar suara jimmy di balik teleponnya.
" apa kau tidak bisa bekerja hah?" nada suara Raka sangat marah , Raka nembanting hape nya ke kasur.
Raka sudah memesan tiket untuk pulang ke indonesia. Seminggu lalu dia telah wisuda dan mendapatkan gelar di universitas tersebut. Raka sudah mengepak semua bajunya. Dia sudah bersabar untuk pulang. Yah pulang karena Raka akan memenuhi sebuah janji kepada seseorang. Dia berangkat dengan menggunakan taksi menuju bandara.
Raka meraih hape di saku celananya kemudian menghubungi jimmy kembali.
" temukan dia sebelum aku sampai ke indonesia. Minimal kamu harus tahu dimana keluarga terdekatnya. Aku mau informasinya sekarang"
" baik pak" jawab jimmy di ujung telepon.
bipp
Raka memutuskan sambungan teleponnya.
Raka akan pulang ke Indonesia namun hatinya tidak merasa bahagia. Raka justru merasa cemas, kecewa dan marah . Setelah 2 tahun Raka bersusah payah, namun hari ini Raka merasakan semuanya sia-sia. Tante veronica memang hebat selalu mematahkan segalanya. Segala apa yang Raka rencanakan tante veronica bisa membacanya dengan jelas. Handphone Raka berdering, Raka meraih dari celananya.
mami calling...
"assalamualaikum mami" jawabnya
"waalaikumsalam kamu udah di bandara sayang?"tanya Tante Veronica.
" yah mam ini lagi check in " jawab Raka singkat
" save flight sayang , sampai ketemu di indonesia , bye" Sambungan terputus.
Raka memode pesawat kan hapenya. Selama di pesawat Raka tampak gelisah.
apakah jimmy sudah menemukannya. Aku sudah ingin sampai di Bandung.
batin Raka.
Raka sudah sampai di bandara. Jimmy sudah mematung untuk menjemput Raka. Raka memasuki mobilnya.
"jim bagaimana?" masih dengan raut muka gelisah dan rasa penasaran Raka semakin sulit di hindarkan lagi
" ada setitik jalan keluar pak" jawab jimmy dengan wajah khawatir. Takut kalau Raka tidak puas dengan kerja kerasnya .
" Ini informasinya" Jimmy menyerahkan kertas yang dia bawa. Kemudian melajukan mobilnya.
" kita ke alamat ini sekarang jim" perintah Raka.
Jimmy menarik nafas panjang. Akhirnya bos nya tidak lagi memarahinya. Sekarang jimmy bukan lagi manager di foodcourt. Jimmy menjadi salah satu kepercayaan dan kaki tangan Raka setelah Raka kuliah di Singapura.
Jimmy menghandle semua cabang foodcourt di bantu Rika . Dan terbukti jimmy mampu mengelola foodcourt dengan omzet fantastis setiap bulannya. Jangan ditanya lagi berapa gaji yang di berikan Raka. Karena Raka adalah bukan manusia yang pelit ketika karyawan nya sudah bekerja keras . Apalagi orang kepercayaan seperti jimmy.
" pak tadi nyonya menanyakan keberadaan bapak" jimmy berkata teringat akan perintah nyonya nya untuk membawa Raka pulang secepat mungkin ke rumah.
" tidak usah ke rumah dulu, ke alamat ini aja sekarang, kalau mami menanyakan keberadaan ku lagi bilang saja ada rapat investor urgent" Raka masih membaca berkas yang diberikan jimmy padanya.
" baik pak" jimmy melihat mimik muka bos nya melalui spion. Kesedihan yang itulah yang jimmy dapat simpulkan sekarang
(batin jimmy)
bos bersabarlah, aku akan segera menemukannya . Dan membawa bos kembali bersamanya.
Jalanan kota Bandung hari ini sangat macet . Mobil yang dikendarai Jimmy tidak bisa bergerak sedikit pun. Raka pun nampak kesal dengan keadaan ini
"Ini jalan satu-satunya , kita sudah terjebak di tengah. Kalau di belakang tadi ada jalan alternative lain pak" Jimmy terlihat khawatir melihat mood Raka yang kacau pasti dia akan kena marah jika salah berkata.
" baiklah" ketus Raka.
Selama satu jam lebih mereka terjebak kemacetan . Raka melamun menatap jalanan yang bahkan Raka belum pernah melewatinya. Suasana terlihat asing , namun sejuk karena masih banyak pepohonan. Raka berkutat dengan fikirannya sendiri. Apakah hari ini akan ada setitik jalan keluar untuk hidupnya. Cukup jauh dari jalan raya utama menuju Rumah itu. Jimmy pun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah . Rumah nuansa minimalis. Dan rumah ini memang cukup besar.
" pak sudah sampai, saya akan turun untuk menanyakannya. Bapak tunggu saja di mobil"
Jimmy membuka pintu mobil dan berjalan ke arah pagar rumah tersebut.
Beberapa kali Jimmy memencet bel, akhirnya ada seorang wanita keluar dari dalam rumah. Mendekati jimmy dan membuka pagarnya.
" assalamualaikum " sapa jimmy kepada perempuan itu.
" waalaikumsalam , bapak mencari siapa yah?" ucapan perempuan itu ramah dengan memerhatikan penampilan jimmy.
" apa ini benar kediaman bapak Reza Apandi dan Nyonya Arum?" jimmy berusaha tersenyum kepada wanita paruh baya itu.
" ada keperluan apa bapak mencarinya?" ucap wanita itu heran dan kaget karena tidak mengenali sama sekali lelaki yang dihadapannya .
" bos saya ingin menemui pak reza, beliau menunggu di dalam mobil , apakah pak reza ada di rumah?" jimmy berusaha mencari tahu walaupun jimmy tahu sepertinya perempuan yang ada dihadapannya tidak ingin menyuruhnya masuk.
Perempuan itu melihat ke arah mobil.
(batinnya) wah orang kaya nih .
"kebetulan bapak sedang keluar, saya sendiri nyonya arum istri dari bapak reza" ucapnya jujur setelah melihat mobil yang bertengger di depan pagar rumahnya.
" bolehkah bos saya berbicara dengan anda nyonya?" tanya Jimmy dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" baiklah, silahkan masuk, anda bisa memarkirkan mobilnya di dalam" ucapnya sambil membuka pintu gerbang.
" terima kasih nyonya, maaf sudah mengganggu waktu anda sebelumnya" Jimmy berjalan menuju mobil. Melajukan mobil ke dalam rumah itu.
Setelah memasuki pekarangan rumah , nyonya arum kembali menutup pintu pagar.
Menunggu Raka dan jimmy keluar dari mobil.
" silahkan masuk" ucapnya ramah kepada Raka dan Jimmy.
Raka dan Jimmy memasuki rumah tersebut. Rimah dengan interior rumah yang mewah.
" silahkan duduk " nyonya arum mempersilahkan tamunya duduk. Raka dan jimmy pun duduk dengan nyaman di ruang tamu rumah itu .
" bapak mau minum apa?" tawarnya .
"tidak usah repot-repot nyonya,kami hanya ingin menanyakan beberapa hal kepada nyonya" ucap jimmy tanpa basa-basi.
" baiklah, jadi apa yang ingin anda tanyakan kepada saya tuan?" tanya nyonya arum.
" apakah anda tau dengan megan anak pak reza?" Raka bertanya to the point ke hal yang sudah mengganggunya sejak 1 tahun terakhir.
" maksud anda anak pak reza dari istri pertamanya?" tanya nyonya arum dengan wajah terkejutnya.
"iyah, anda tau dimana dia sekarang?" Raka sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan megan dimana
" untuk apa anda menanyakan keberadaannya?" telisik nyonya arum masih curiga dengan kehadiran Raka dan Jimmy dari awal.
" anda tidak perlu tahu , saya hanya ingin tahu dimana dia tinggal sekarang?" suara Raka sedikit meninggi ,kesal karena dia sudah menunggu terlalu lama dari tadi.