RISAU

RISAU
LUKA (28 OKTOBER)


" ni sayang jusnya" mamah memberikan segelas jus alpukat padaku.


" enak banget mah " ( menyeruputnya cepat).


" mah aku mandi dulu yah" aku menghabiskan jus alpukat buatan mamah.


"sayang mamah nginap di rumah nenek dulu. Kamu gak apa-apa sendirian ?" tanya mamah khawatir.


" gak apa-apa mah , salam buat nenek yah mah, aku besok kerja pagi mah kalau bisa mamah pulang subuh yah" pintaku.


" iya jam 5 mamah sudah di rumah,jangan lupa kunci pintu" mamah pamit meninggalkanku sendirian .


" hati-hati dijalan mah" aku mengantar mamah ke teras. Setelah mamah pergi aku mengunci pintu . Karena aku suka lupa untuk mengunci pintu, tapi sekarang aku menguncinya drngan segera.


Hari berganti malam, semilir angin dari cuaca yang sedang mengalami pancaroba begitu menusuk tulang. Aku mengambil selimut di kamar dan tiduran di ruang tv dengan selimutku . Aku membaca satu judul novel karya Penulis favorite ku. Lambat laun mataku sudah mulai berat, karena sudah tidak kuat aku tidur di sofa ruang tv.


Dalam tidurku,terdengar suara langkah seseorang di telingaku. Mungkin itu hanya mimpiku. Namun suara langkah itu semakin terdengar jelas. Aku yang masih setengah mengantuk mencoba membuka mataku perlahan, namun betapa kagetnya aku ketika kubuka mata ruangan sudah sangat gelap gulita, bahkan aku tak bisa melihat apapun sekalipun tanganku sendiri. Aku bingung suara langkah siapa itu, padahal aku sudah mengunci pintu. Dalam fikiranku sudah terbesit hal menyeramkan. Kenapa ada maling masuk, fikirku. Aku semakin panik. Dan berusaha berdiri dalm kegelapan.


"heh siapa?" jangan macam-macam aku bisa bela diri " aku berdiri dari sofa , mengepalkan tangan siap untuk meninju walupun dalam keadaan gelap. Aku sedikit berjalan melangkah ke depan, dan menyentuh seseorang .


bugggg


Aku meninju seseorang yang entah siapa. Namun tinjuan ku sepertinya tidak berpengaruh. Saat aku ingin meninju orang itu lagi,lampu rumah menyala. Dan betapa kagetnya aku melihat di sekelilingku sudah banyak orang . Raka, Rasya , Alex, iko ,sindi dan mamah sudah berada di depanku.


" selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun megan , selamat ulang tahun" semua serentak menyanyikan lagu itu, aku pun baru sadar hari ini adalah hari ulang tahunku tanggal 28 oktober . Hari ini usiaku genap 19tahun . Aku melupakan hari ini saking sibuknya dengan pekerjaan dan rekamanku.


"make wish dulu dong" Raka memberikan kue coklat dengan lilin yang sudah menyala. Aku masih kebingungan dan kaget dengan surprise ini.Aku memejamkan mataku kemudian meniup lilinnya .


"selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, bahagia selalu" mamah memelukku kemudian menciumku.


" sayang manisku selamat ulang tahun doa yang terbaik untuk kamu semoga apa yang kamu harapkan terkabul" Raka memelukku dengan erat, aku pun melingkarkan tanganku di tubuhnya. Kami berpelukan cukup lama melepas rasa rindu tanpa sadar dengan keadaan sekelilingku.


" ekhem jangan lama-lama, bukan muhrim" mamah melirik kami yang sedang berpelukan, sontak saja Raka melepas pelukanku. Semua orang yang ada tertawa melihat tingkah kami.


" megan sayang, sisterku selamat ulang tahun , semoga doa doamu selalu dikabulkan tuhan" Sindi memelukku, disusul sahabatku iko alex dan Rasya mereka memberiku ucapan selamat.


" makasih yah surprise nya, aku seneng banget" aku memotong kue yang dibawa Raka. Setelah memakan kue , kami berbincang. Aku bercanda dengan iko dan Rasya,Alex hanya sesekali menimpal obrolan kami. Mereka pun pulang termasuk Raka , karena sudah hampir jam 1 tengah malam. Hanya Sindi yang menginap di rumah.


" Rasya, alex, iko makasih loh udah datang, kalian hati-hati dijalan yah" aku mengantar mereka ke depan teras. Mereka melambaikan tangan dan pamit kepadaku.


"sayang besok kamu gak usah kerja, aku udah izin sama manager aku mau kasih kamu kejutan" ucap Raka ..


" ya udah oke, kamu hati-hati dijalan yah sayang" aku melambaikan tangan memberi salam perpisahan.


" iyah, kamu cepet tidur jam 9 pagi aku jemput. asalamualaikum" Raka berlalu sebelum aku membalas salamnya.


" waalaikumsalam" kataku pelan. Aku mengunci pintu dan masuk ke dalam rumah. Mamah dan sindi sedang mencicipi kue nya.


" jadi mamah sengaja pura-pura nginep dan kamu sengaja yah gak bales chat dan telepon aku, jahat kalian" aku memanyunkan bibirku.


" iyah maafin kita ini semua ide nya Raka, dia yang nyiapin ini loh" sindi antusias.


" emang yah dia paling bisa bikin kejutan kejutan kayak gini" aku melamun setiap di dekat Raka dia memang selalu memberi kejutan yang aku sendiri tak pernah menyangkanya. Aku beruntung memiliki dia saat ini.


" cie yang lagi jatuh cinta" sindi menggodaku. Seketika saja wajahku memerah.


" yuk sindi tidur" aku beranjak dari sofa bergegas masuk kamar. Sindi mengekor di belakang, sedangkan mamah masih di ruang tv.


Kami berbaring di ranjang ,menatap langit kamar tidur yang sedikit gelap dan hanya diterangi lampu tidur yang hanya sedikit terang. Aku mengambil hape yang tergeletak di meja kamarku. Kulihat ada pesan dari Raka


*** Rakus ( aku sudah mengganti nama di kontak hapeku,Rakus kepanjangan dari Rakaku Sayang)


*** to Rakus


belum, aku pun kangen banget, makasih buat semuanya sayang.


*** Rakus


kamu senang?


***to Rakus


tentu saja,aku senang sekali . Kapan kamu tiba di bandung?


***Rakus


sore aku sudah sampai, persiapan ultah kamu udah aku rencanain satu minggu lalu, jadi aku gak perlu khawatir karena sindi membantuku


untuk kesuksesan malam ini.


***to Rakus


kamu emang paling bisa bikin aku bahagia. Sampai aku bingung gimana bikin kamu bahagia balik


*** Rakus


cukup kamu tersenyum dan berada di sampingku terus aku sudah sangat bahagia. Jangan pernah sekalipun berfikir untuk tinggalin aku.


*** to Rakus


tentu, aku akan berusaha buat terus ada di dekatmu dan bikin kamu bahagia seperti kamu selalu bahagiain aku.


*** Rakus


ya udah sayang, kamu cepat tidur aku pun sudah lelah seharian ini, sampai ketemu besok, dandan yang cantik😘


*** to Rakus


selamat tidur sayang, i love you


Kulihat sindi yang sudah tertidur pulas di sampingku, dia harus kerja pagi sehingga tidur lebih cepat. Sedangkan aku masih asyik dengan fikiranku. Aku tidak pernah menyangka sama sekali akan jatuh cinta dengan Raka, dan Raka bisa bertahan denganku. Aku bukanlah tipe pengekang,aku selalu percaya padanya. Namun ,mengingat banyak wanita di sisinya membuatku sedikit gelisah. Tapi Raka selalu berhasil meyakinkanku dengan kesungguhannya.


Special thanks to Raka


Aku tidak pernah tau kapan kamu jatuh cinta sama aku.


Aku pun tak pernah mengerti kenapa kamu jatuh cinta sama aku.


Tapi aku pun sama.


Aku tidak pernah tau kapan aku jatuh cinta sama kamu,dan aku tak pernah mengerti mengapa aku jatuh cinta sama kamu.


Cinta memang tak pernah beralasan.


Cinta memang tak butuh waktu lama.


Cinta itu kita yang merasakan,tanpa dipaksa pun dia akan tau arti kenyamanan dan kebahagiaan.Terima kasih kamu hadir dihidupku.


Tuhan terima kasih telah menitipkan kebahagiaan ini semoga aku bisa terus bahagia seperti ini


*dari author ,yang penasaran lanjutan nya ,like koment dan votenya ditunggu yah,makasih buat yang sudah menyempatkan membaca*