RISAU

RISAU
DIMANA ( KERJA SAMA)


Alex menenggak minuman yang berada di meja . Mencengkram gelasnya dengan kuat. Alex tahu mami Raka adalah dalang di balik kejadian menghilangnya megan . Hanya karena keegoisan Raka kenapa Alex harus kehilangan megan.


" Kau pasti sudah menyelidikinya?" tanya Raka yang masih meminta jawaban alex


" iya, tante veronica di balik ini semua" alex menjawab dengan wajah datarnya.


" aku tahu" jawab Raka cepat


" karena keegoisan lu, dan sifat arogan tante veronica ,kita semua harus kehilangan megan" Alex menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Matanya menyiratkan sebuah kemarahan.


"kau tidak perlu khawatir aku akan menebus semuanya" ucap Raka. Hanya itu yang bisa Raka ucapkan untuk menenangkan alex.


" Raka gue tau , ini semua sulit buat lu. Tapi lu juga gak bisa menghancurkan masa depan megan. Gue harap lu bisa membujuk mami lu " Alex meletakan garpunya. Dia sudah menghabiskan seluruh makanan yang dipesan Raka.


" apa yang harus aku lakuin alex ,kau tau bahkan aku sulit mencari informasi keberadaan megan." Raka menyerah dengan masalahnya . Kali ini orang-orang terdekat megan sudah berani mengintimidasinya.


" gue percaya sama kemampuan jimmy asisten sekaligus kaki tangan lu. Dia bisa diandalkan untuk menolong lu" alex menatap Raka dengan penuh keyakinan.


Raka terdiam sejenak. Memang jimmy adalah orang yang dapat diandalkan . Hanya satu kesalahan jimmy, tidak berhasil menemukan megan setelah menghilang satu tahun lalu.


Raka tau jimmy sudah berusaha begitu keras menjaga megan di indonesia . Tapi tante veronica jauh lebih kuat dari apa yang Raka bayangkan.


" maafin aku lex" hanya itu yang keluar dari mulut Raka.


" gue tau ini berat buat lu , lu bisa minta bantuan gue. Kita kerja sama untuk menemukan megan bagaimana pun keadaan dia saat ini" Alex menepuk bahu Raka. menatap lelaki yang ada dihadapannya . Kali ini kesedihan alex bukan apa-apa dibanding dengan keadaan Raka. Kesedihan Raka 100x lipat lebih sakit daripada alex.


" tadinya aku ingin menyerah, tapi kau sudah menyadarkan aku satu hal. Aku dan megan harus mendapat keadilan. Sepahit apapun kenyataanya nanti di depan" Raka mengerutkan dahinya. Dia memikirkan bagaimana dia harus memulai mencarinya. Jimmy mungkin bisa diandalkan batinnya.


" bagus, gue pamit dulu, terima kasih traktirannya. Kabarin gue terus Ka!" alex melirik jam di tangannya. Kemudian pergi meninggalkan Raka yang masih duduk termenung.


Raka membayar makananya. Kemudian pergi meninggalkan cafe Atmosphere. Raka melajukan mesin mobilnya menuju mall cx.


Cukup jauh perjalanan Raka kali ini. Dia terjebak dengan macetnya kota Bandung. Raka melihat kota Bandung yang semakin hari semakin ramai. Dulu, ketika kecil seingat Raka Bandung adalah kota sejuk. Jalanan tidak seramai kali ini, udaranya masih dingin. Raka terus melajukan mobilnya, hampir 2 jam lebih akhirnya Raka dapat memarkirkan mobilnya di mall cx.


Sesampainya di mall Raka mengecheck keadaan dan situasi di foodcourt miliknya . Setelah itu Raka sedikit berbicara mengenai perkembangan bisnisnya pada manager foodcourt yang berada di mall itu.


" selamat datang pak Raka, sungguh kehormatan saya bisa bertemu anda" ucap manager dari foodcourt itu.


" terima kasih, bagaimana perkembangan foodcourtnya" tanya Raka yang dengan tenang duduk di kursi di sebuah ruangan yang tidak begitu besar.


"Alhamdulillah perkembangan nya cukup bagus. Bapak bisa mengecheck laporan keuangannya" manager itu menyerahkan beberapa dokumen ke tangan Raka.


Raka melihat dengan teliti setiap dokumen yang berada di tangannya. Membaca dengan seksama . Dia tidak ingin ada kesalahan dalam menjalankan bisnisnya.


Dia tidak akan pelit untuk memberi bonus kepada siapa saja karyawan yang bekerja dengan baik. Raka adalah bos yang royal.


" bapak mau minum apa?" tanya manager itu dengan penuh rasa hormat.


" tolong ambilkan saja saya air putih" ucapnya


Manager itu keluar dari ruangan dimana Raka berada. Tidak lama manager itu kembali dengan sebuah nampan berisi air mineral .


" terima kasih , kamu bisa bekerja lagi. Saya hanya melihat lihat saja. Sebentar lagi saya pulang" Raka menenggak minuman yang sudah diberikan manager padanya.


Raka mengambil handphone dari saku jasnya .


Menelepon jimmy.


" Jim, kota ketemu di mall FX sejam lagi" kata Raka dengan nada serius. Raka sudah ingin menanyakan informasi apa yang didapat jimmy mengenai megan


" baik pak"


Raka memutuskan panggilan teleponnya. Raka melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan foodcourt menuju tempat parkir . Kemudian menuju mall FX, untuk mengecheck foodcourt disana.


Dari mall cx ke mall FX tidaklah jauh hanya memerlukan waktu 45 menit Raka sudah tiba disana. Raka mengitari mall dan menaiki lift untuk sampai di foodcourt


Raka masuk ke dalam ruangan manager. Disana nampak jimmy sudah duduk dengan dokumen-dokumennya.


" selamat sore pak" jimmy berdiri ketika melihat Raka memasuki ruangan . Kemudian membungkukkan badannya.


" duduk jim" Raka mempersilahkan jimmy duduk lagi.


" saya sudah mengecheck keuangan dan kinerja karyawan di foodcourt ini, foodcourt ini terus berkembang walaupun sedikit demi sedikit. pak Raka mau memeriksanya?" tanya jimmy.


" aku percaya" Raka menyalakan rokok yang ada di sakunya. Menyesap rokok itu. Matanya menerawang ke luar jendela ruangan yang langsung nampak gedung-gedung bertengger.


" kemajuan apa yang kamu dapat mengenai dia" Raka menatap jimmy yang masih sibuk dengan dokumennya.


" saya sudah mengetahui siapa pria di foto itu" Jimmy menerka benarkah yang ditanyakan Raka mengenai nona megan. Walaupun sedikit ragu tapi jimmy berkata dengan mantap menatap mata Raka yang masih menyiratkan kesedihan .


" kenapa kamu terus mencari informasinya ,aku sudah bilang kamu berhenti mencarinya" Omongan Raka membuat jimmy tercekat. Tapi jimmy tau kali ini tindakannya tepat.


" Saya hanya tidak ingin melihat anda terus bergelut dengan kesedihan." jimmy masih menunggu reaksi Raka. Tatapan Raka menggelap. Membuat nyali jimmy menciut kala itu juga.


" kamu tidak sadar semua ini kesalahan kamu, kalau saja kamu becus menjaganya semua ini tidak akan terjadi" Raka menggertakan giginya, kemudian dia terus menghisap rokok di tangannya. Kemudian menyemburkan asapnya.


" maafkan saya pak, saya akan menebus semua kesalahan saya " Jimmy menunduk , dia tidak berani menatap Raka yang masih diliputi kemarahan.


" siapa lelaki itu" tanya Raka ketus.


" Dia hanya karyawan biasa. Bekerja sebagai maintenance di sebuah perusahaan mobil" jimmy menatap Raka berharap tuan mudanya bisa memafkannya kali ini.


" jadi kamu bisa tau sekarang dia tinggal dimana?" Raka tidak ingin lagi menunda masalah ini. Cukup sudah rasa penasarannya membunuh nya secara perlahan .


" belum" jimmy menjawab dengan pelan. Karena memang sampai saat ini anak buahnya tidak bisa menemukan jejak dimana megan berada


" apa maksudmu heh, kau mau mempermainkanku" nada suara Raka mulai meninggi. Sorot matanya tampak penuh dengan kemarahan . Mukanya memerah dengan tangan mengepal.


" Suami nya tinggal sendiri di perusahaan itu karena disana ada mess untuk karyawan tinggal, sepertinya nona megan tinggal terpisah dari suaminya" Jimmy menjelaskan semua yang dia dapat dari mata-matanya.


" apa kamu yakin?" tanya Raka dengan nada suara membentak


" saya yakin secepatnya saya akan menemukan keberadaan nona megan" ucap jimmy dengan nada bergetar.


" bagus, kalau perlu kamu pantau gerak gerik suaminya, Jangan sampai kamu kehilangannya lagi jim" Raka mematikan rokok yang masih menyisakan asap.