
Megan mengirimi Raka pesan. Dia sudah membulatkan tekadnya ingin meluruskan semua permasalahan masa lalunya dengan Raka. Tanpa ada lagi Raka dalam hidupnya , mungkin megan akan tenang.
***mommy tasya
Aku menyerah, mari bertemu besok sore setelah aku pulang kerja di mall fx.
Raka menerima pesan itu dengan gembira. Wajah sumringahnya tidak bisa disembunyikan lagi. Hal yang paling dia tunggu hari ini. Mengembalikan hati megan, walaupun Raka tahu itu akan sangat sulit. Apalagi jika Megan tahu mami nya adalah dalang dibalik penderitaannya selama ini. Mami Raka lah yang menghancurkan hidup megan
Raka menerima panggilan telepon dari alex
" hallo " jawab Raka.
" cek email lu. Gue udah kirim bukti yang lu minta. Tapi Raka gue gak bisa biarin tante veronica. " Alex menggantung kata-katanya . Alex tahu walaupun dia tidak menyukai Raka. Megan masih mencintai Raka sepenuh hatinya. Dan sekarang Alex dengan sengit melawan mami Raka. Kekuatannya tidak bisa dianggap remeh. Namun Alex tidak lemah untuk mengalahkannya. Dengan sedikit trik kotor dan keji akhirnya alex berhasil.
" maafkan gue jika harus membuat tante veronica hancur" alex menyelesaikan kata-katanya dengan berat.
" tidak masalah memang seharusnya begitu. Jika tidak mana mungkin kamu mendapatkan informasi itu secara jelas. Terima kasih lex atas bantuannya" tidak mudah bagi Raka untuk menyaingi orang tuanya. Namun ini adalah cara terakhir agar mami nya sadar bahwa semua yang dia lakukan salah.
" Jangan ge-er ,gue bantuin lu karena megan. Gue gak mau aja hidup dia dibuat menderita apa lagi dengan cara gak adil" Alex menyadari semua yang dia lakukan karena rasa cintanya. Dari awal hingga akhir Alex akan menjadi orang pertama yang mendukung dan melindungi megan, tanpa megan mengetahuinya, tanpa mengharapkan terima kasih.
" baiklah selanjutnya serahkan semuanya padaku" Raka berkata penuh kepuasan.
" Jangan sampai salah langkah . Dan ingat Raka sekali lagi lu buat hidup megan menderita. Selamanya lu gak akan pernah bertemu lagi dengan megan . Gue yang akan pertama kali merebutnya" Nada ancaman Alex terdengar lebih serius kali ini.
" percayakan padaku" Raka menghela nafas panjang. Terdengar Alex memutus panggilan.
Raka telah keluar dari restoran. Kemudian melajukan mobilnya menuju apartemen . Raka belum mau pindah dari apartemen karena barang-barang pribadinya masih belum dibereskan. Sampailah Raka di apartemen . Membuka detail file yang dikirim Alex. Raka sungguh tidak menyangka ibunya melakukan perbuatan keji seperti itu. Raka menelepon Jimmy meminta dia untuk membantu rencananya.
" Jimmy aku mengirimkan email.Bukalah!" Raka menunggu jimmy untuk menemukan file yang dikirimnya.
" bantu aku menemukan orang itu. Harus ditemukan sebelum jam makan siang besok. Jangan lupa biarkan dia hidup" Raka menekankan ucapannya.
" saya mengerti pak" tanpa diinstruksikan Jimmy sudah paham keinginan bosnya.
" satu hal lagi jim, pastikan megan besok memenuhi janji temunya denganku. Jangan sampai ada yang menggagalkan apalagi menahannya. Dan jangan sampai ada mata-mata" Raka memerintah dengan tegas karena tidak ingin kehilangan moment berharganya kali ini.
" apa bapak akan berkencan?" alih-alih menjawab Jimmy malah menggoda Raka .
" apa aku harus menghilangkan bonus akhir tahun mu. Atau harus ku kirim kau ke cabang di Malang?" Jimmy sudah salah menggoda Raka di situasi genting seperti ini.
" maaf tuan muda, segara saya laksanakan " Jimmy sudah tidak mau berkompromi. Dia tidak ingin kehilangan bonus apalagi harus dipindahkan jauh dari anak istrinya.
Mami maafin Raka semoga dengan kejadian ini mami bisa sadar. Mami bisa menghormati kehidupan orang lain. Raka selalu mengagungkan mami. Tapi Raka kecewa mami bisa bertindak sekeji itu. Raka kecewa . Apakah Rika merasakan hal yang sama sehingga dia tida bisa memaafkan mami. Mami memang sudah keterlaluan.
Raka terus bergelut dengan fikirannya. Dia terus bergumam dalam hatinya. Sampai akhirnya mata lelahnya tertidur.
Disisi lain megan tampak gelisah merasakan hal yang sama. Megan memikirkan bagaimana dia akan menyelesaikan pertemuannya besok dengan Raka. Bagaimana dia akan memulai percakapan. Megan sudah tidak memikirkan jika Rizal akan tahu jika dia bertemu Raka lagi karena Megan akan meminta izin terlebih dahulu.
Megan melalui hari-harinya seperti biasa. Pagi menjelang tangan mungilnya sibuk untuk membuat sarapan dan mempersiapkan diri untuk bekerja.
" mamah hari ini megan akan pulang malam ya" di tangannya ada sepotong roti panggang.
"kamu lembur nak?" tanya mamah .
" iya mah, megan pamit ya mah" megan menciumi tangan mamahnya. Kemudian masuk ke kamar tasya untuk mencium pipi anaknya. Setiap megan berangkat tasya masih terlelap.
#Apartemen Rika#
Raka membuka matanya. Hari ini adalah hari yang berat Raka harus menyelesaikan banyak hal. Seperti biasa Jimmy sudah ada di ruang tamu menunggu Raka. Jimmy selalu membawakan sarapan untuk Raka, tanpa Raka harus memerintahkannya . Entah membelinya atau jika istrinya memasak sendiri .
"Jim, schedule hari ini apa saja" Raka sudah melahap sarapan yang telah Jimmy sediakan di meja makan .
" Jam 9 meeting internal dengan jajaran staf Regan cloth. Jam 12 bapak harus bertemu dengan investor yang datang dari Surabaya. Ada undangan makan malam dari keluarga Atmadja . " Jimmy tidak pernah mengecewakan untuk semua urusan Raka. Dan lagi Jimmy selalu bisa diandalkan.
" Tolong kamu wakilkan kehadiran saya untuk undangan makan malam. Orang yang perlu kamu urus kemarin , bawa ke mall fx jam 6. Urus suami Megan agar dia tidak menyuruh seseorang untuk mematai Megan" Raka selalu memperhatikan segala sesuatu dengan sempurna. Karena dia tidak ingin ada kesalahan lagi.
" baik pak" Jimmy mengerti apa yang diperintahkan bosnya
" Jimmy jika orang tuaku mengalami krisis dalam perusahaannya menurut mu apa akan mempengaruhi stabilitas perusahaan kita?" Raka nampak serius mengucapkan kata-katanya.
" Seharusnya tidak, karena perusahaan bapak bukan anak cabang dari perusahaan Prambudi. Namun untuk bisnis foodcourt , menurut saya akan sedikit terpengaruh mengingat anda menamai foodcourt menggunakan nama belakang tuan besar. Anda sepertinya lebih paham. Atau anda ingin saya menanyakan langsung kepada penasihat keuangan di perusahaan?" Jimmy mengerutkan dahinya. Bertanya kenapa Raka bisa berkata demikian. Jimmy ingin menanyakan lebih jauh lagi, namun sadar ini bukan kapasitasnya.
" Tidak usah jim, kamu suruh manager keuangan bertemu saya setelah makan siang" Raka sudah menghabiskan seluruh sarapannya .
" baik pak" Jimmy segera segala sesuatu yang diperintahkan bosnya .
Setelag Raka siap, mereka meninggalkan apartemen menuju kantor .
*dear readers, author tunggu like komen dan vote kalian yah. Author mau hiatusin novel ini. Mengingat view dan rank novel author tidak ada kemajuan sama sekali. Semoga kalian tidak kecewa. Selamat menikmati end dari cerita ini*