
Megan berusaha menutup dirinya agar Raka tidak mengenalnya. Dia berusaha untuk menjauh demi ketentraman hidupnya. Terlebih Megan tidak ingin terjebak dalam cinta yang lalu. Yang sangat salah. Dan pertemuan ini adalah kesalahan besar menurut Megan . Tuhan memang sangat kuasa untuk menjebak keadaan hidupnya. Memutar balikan hati yang sudah lama Megan kubur bersama kenangannya.
Megan mengikuti langkah Mr Kim .Jimmy terus menatap Megan dengan penasaran . Sampailah mereka di gudang kain di pabrik tersebut.
" megan jelaskan pada pak Raka bagaimana awal proses pengecekan dan pemilihan kain untuk masuk ke area produksi" Mr Kim menatap Megan yang dari tadi hanya menundukkan wajahnya . Tidak biasanya megan seperti itu.
" Baik pak" suara megan terdengar hanya seperti angin karena mulutnya tertutup masker.
" buka saja maskernya kamu sedang tidak bekerja" perintah Mr Kim
(rutuk megan dalam hati)
apa harus aku bertemu dengannya dalam situasi seperti ini. Tapi aku sudah tidak bisa lari lagi saat ini.
Dengan ragu megan membuka masker yang menutupi sebagian wajah imutnya. Megan menyimpan masker dalam saku baju nya. Menatap Raka dan Jimmy bergantian.
"MEGAN!" setengah berteriak Raka mengucapkan namanya.
Megan menundukkan wajahnya. Dia tidak ingin manager Kim mengetahui hubungan dulu yang terjadi dengan mereka. Wajah megan memerah seketika .
" anda mengenal megan pak Raka?" tanya Mr Kim dengan penuh heran di wajahnya.
******,******,******
Megan mencak-mencak dalam hatinya, menyesal telah membuka maskernya.
Kenapa gak pura-pura aja sih Raka. apa harus berekspresi seperti itu ketika melihatnya. Megan terus berkutat dengan fikiran dan hatinya.
" tentu Mr Kim saya sudah sangat mengenal Megan , dia teman lama saya" Raka tersenyum menyeringai dengan sangat puas melihat megan bergetar.
" bagus. Kalau begitu Megan saja yang mengajak anda berkeliling kebetulan saya ada meeting bersama Mr Park" ucapnya dengan ramah.
" megan kamu ajak pak Raka berkeliling. Ingat pesan Mr Park jangan sampai ada kesalahan" Mr Kim berlalu meninggalkan mereka di gudang kain.
"Kita memang jodoh" Raka membisik di telinga megan .
Seketika wajah megan memerah. Dia menunduk karena jimmy masih memperhatikan mereka.
Tuan , anda memang tidak tau malu, istri orang lain masih saja anda goda.
(batin jimmy)
"kenapa harus banyak kebetulan seperti ini sih?" rutuk megan sambil berlalu meninggalkan Raka dan Jimmy.
" kenapa masih mematung disitu, aku akan menjelaskan proses checking kain " Megan mendengus kesal. Kenapa harus bertemu dengan mereka lagi.
Raka dan Jimmy saling pandang. Mereka kemudian mengikuti kearah megan .
" ini adalah gudang kain, disini sudah disusun sesuai season dan sesuai style. Sekarang di perusahaan kami sedang berjalan season summer .Jadi disinilah kain untuk di proses di simpan" Megan menunjukan Rak tinggi berisi tumpukan kain.
" Disini ada banyak roll kain. Kita mengambil acak. 5 dari keseluruhan setiap barang datang. Ikuti saya" Kemudian megan meninggalkan gudang masuk ke area inspeksi.
Raka dan Jimmy terus memperhatikan setiap detail yang dijelaskan megan .
"Ketika sudah selesai proses inspect. Kain itu dipotong untuk sample di lab. Bapak bisa ikut saya ke laboratorium" Megan masuk ke ruangan dengan suhu rendah itu.
Di ruangan itu suhu nya sangat contras dengan suhu di luar laboratorium .
" Kain yang tadi sudah di inspect , kemudian digambar untuk mengetahui tingkat susutnya." Megan mencontohkan cara proses menggambar
" Setelah itu di ukur dan di hitung dengan cara mengisi form srinkrage ini .Semua proses menggunakan laporan untuk pertanggung jawaban jika ada masalah di dalam proses produksi" Megan memperlihatkan bagaimana proses menghitung tingkat susut atau tidaknya kain tersebut.
" Jika product tidak layak bagaimana mengetahuinya?" tanya Raka.
" dari laporan ini. jika hasil perhitungan nya melebihi atau kurang dari rata-rata , maka kain itu tidak bisa dipakai untuk proses produksi . Ini contoh product reject nya. Dan yang ini contoh product ok" Megan memberikan sample kain beserta laporan nya kepada Raka.
" apa yang ingin anda tanyakan" megan menatap Raka yang masih sibuk dengan sample kain dan laporannya. Raka membaca seksama setiap angka dalam laporan itu.
" Kenapa kamu begitu menakjubkan?" tanya Raka dengan senyum menyeringai.
Semua orang dalam ruangan itu sedang sibuk pada pekerjaannya. Sehingga tidak ada yang mendengar ucapan Raka. Megan hanya menatapnya kesal . Bisa-bisanya Raka menggodanya di saat jam kerja seperti ini.
" Jika bapak sudah paham, saya akan mengantar bapak ke proses cutting. " Megan menghindari tatapan nakal Raka .
Jimmy yang melihat tingkah konyol bos nya ,hanya menggelengkan kepala tak mengerti. Sungguh ketika dengan Megan bosnya berubah total. Menjadi orang konyol . Bahkan terlihat bodoh. Wibawa Raka hilang seketika.
Mereka menuruni tangga menuju ruangan lain . Tempat itu dipenuhi meja besar dan panjang untuk menggelar kain yang akan dipotong.
" karena saya kurang mengerti proses cutting, saya akan memanggil miss sheryl untuk menjelaskan pada anda" Megan meninggalkan Raka dan Jimmy. Tak lama Megan datang bersama wanita blasteran.
" miss Sheryl ini bapak Raka directur dari Regan clothing. Mr Park ingin anda menjelaskan proses cutting sampai dengan proses finishing" Megan berkata dengan lantang.
Miss Sheryl dan Raka bersalaman saling memperkenalkan diri . Kemudian Jimmy pun menyalami Miss Sheryl dan memperkenalkan dirinya.
" maaf sebelumnya saya permisi, saya masih ada pekerjaan lain. " Megan membungkukkan badannya kemudian berlalu meninggalkan ketiganya.
Setelah itu Raka mengitari dan melihat bagaimana baju disana dihasilkan dengan sempurna. Semua proses dia pelajari untuk menambah ilmunya dalam berbisnis .
Hari ini Raka menghabiskan seharian penuh waktunya di dalam pabrik. Makan siang bersama Mr Park kemudian pulang bersama dengan karyawan lainnya.
Raka dan Jimmy nampak lelah seharian berada di pabrik. Belum pernah sebelumnya mereka bekerja seperti ini. Mereka menuju area parkir perusahaan. Dan memasuki mobil mereka.
" jimmy apa kau sudah mencatat setiap detail proses produksi ?" tanya Raka sambil melonggarkan dasinya.
" sudah pak" jawab jimmy sambil melajukan mobilnya keluar perusahaan .
" stop jim" ucap Raka.
Jimmy menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Kemudian Raka keluar dari mobil. Jimmy tidak mengerti mengapa Raka menyuruhnya berhenti. Namun pandangan Jimmy terhenti ketika melihat Raka menghampiri Megan di luar . Jimmy tersenyum melihat pemandangan itu.