RISAU

RISAU
CAHAYA (BUNGA MAWAR)


Lututku sudah tidak begitu sakit. Raka mengobatinya dengan baik. Setelah merasa lebih baik, aku beranjak dari tempat tidurku. Aku melihat sekeliling tidak ada siapapun di dalam rumah. Mamah sepertinya ke tempat tante nur. Aku mengambil hapeku . Menelepon mamah karena dari tadi pagi aku belum melihatnya.


" assalamualaikum , mamah lagi dimana?" nada suaraku mulai khawatir.


"Waalaikumsalam, maaf megan mamah lupa mengabarimu, mamah sedang dirumah nenek, malam ini kamu sendiri yah , mamah mau nemenin nenek, dia sedang sakit. " mamah memberiku penjelasan


" nenek sakit apa mah, aku kesana yah hari ini aku off mah" aku cemas mendengar nenek sedang sakit


" kenapa kamu off?" mamah bertanya penasaran


" tadi aku terjatuh saat bermain basket, lututku memar dan Raka mengizinkanku untuk berisitirahat" aku memegang perutku yang keroncongan dari tadi.


" kamu tidak apa-apa?kenapa ceroboh sekali nak, mamah gak jadi nginep deh" mamah tampaknya cemas dengan kondisiku.


" gak usah mah, aku gak kenapa-kenapa mamah temanin nenek aja, aku masih bisa jalan kok mah" aku mencoba tidak membuat mamah khawatir


" mamah sudah masak ayam goreng dan sambal kesukaanmu cepatlah makan, kamu tidak usah datang kesini nenek hanya sakit pinggang biasa" nada kekhawatiran mamah sudah hilang , aku pun lega mendengar nenek sakit tidak begitu parah.


" oke mah, salam buat nenek yah mah maaf megan gak bisa nengok nenek sekarang" ucapku penuh permohonan maaf.


" iya ntar mamah sampein , kamu hati-hati di rumah kalau ada apa- apa telepon mamah. assalamuaalaikum" mamah mengakhiri telepon dan aku menjawab salam dari mamah.


Perutku sudah mulai keroncongan, kulangkahkan kaki menuju dapur melihat isi lemari. Aku mengambil ayam goreng dan sambal buatan mamah ,ada juga sayur asem . Aku duduk di meja makan , melahap makanan yang ada dipiring. Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


" duh siapa sih , aku lagi makan, ganggu aja" gerutuku dalam hati,dengan pelan aku berjalan menuju ruang tamu. Ku buka pintu.


"hai" Raka tersenyum dengan sangat manis. Dia memakai celana jeans dipadukan dengan t-shirt polos berwarna merah, penampilan nya sangat mempesona di tambah topi yang membuatnya tampak kharismatik.Aku membalas senyuman nya


"ada apa kamu kesini" aku memanyunkan bibirku. Raka mengernyitkan dahinya.


"aku gak di bolehin masuk nih,? dia kembali tersenyum.


" ya udah masuk " aku berjalan dengan kesusahan, kemudian Raka memapahku. Aku hanya melongo saja menatapnya.


" gak usah terpana gitu ngeliatnya ,aku emang ganteng kok ,kamu gak salah jatuh cinta sama aku" dengan percaya diri dia berkata .


" huh" aku mendengus sebal melihat kepedeannya


"kamu tadi lagi apa?" tanya Raka melihatku terheran . Karena melihat ada butir nasi di bibirku. kemudian mengusapnya.


" aku lagi makan kamu ganggu saja, baru juga sesendok" aku memanyunkan bibirku. Raka mengantarku ke meja makan. Aku duduk di kursiku tadi.


" ya udah habiskan makanan mu, aku tunggu kamu disana" telunjuk Raka mengarah ke ruang tamu.


" kamu mau minum apa?" tanyaku lembut


" gak usah, kalau haus nanti aku ambil sendiri. kamu habiskan makan siangmu" Raka mengusap rambutku. Dia meninggalkanku di meja makan.


" ngapain sih dia kesini, tanpa beritahu aku dulu lagi" batinku.


Selesai makan aku membawa segelas jus jeruk , dengan membawa cemilan . Raka yang melihatku kerepotan, menghampiriku.


" kenapa repot gini sudah aku bilang entar aku ambil sendiri" Raka mengambil nampan dan meletakannya di meja ruang tamu. Aku mengikutinya dari belakang.


" tante kemana?" Raka celingukan menatap rumahku.


" dari tadi mamah dirumah nenek." jawabku


" tante gak tau kamu terluka?" wajahnya berubah menjadi cemas .


" taulah, aku tadi memberi tau mamah, tapi nenek sedang sakit jadi mamah harus menemaninya."aku menatap Raka , Raka menatapku kemudian aku memalingkan pandanganku.


"sakit apa nenek?" tanya Raka basa basi


" sakit pinggang biasa, maklum sudah sepuh" aku membenarkan posisi dudukku. Kuangkat kaki ku keatas kursi. Raka menatapku . Kulihat dia menelan salivanya, melihat ku mengenakan celana pendek diatas lutut. Raka memalingkan pandangannya.


"tunggu sebentar" Raka keluar rumah. Tak lama dia datang membawa bucket bunga mawar. Bunga mawar yang masih segar dan terasa harum.


"cepat sembuh yah manis" Raka tersenyum, memberikan bucket bunga itu.


" tante pulang jam berapa?" tanyanya memecah keheningan


" kayaknya mamah nginep disana" jawabku


" terus kamu sendiri disini?" Raka tampak cemas.


" iya" jawabku ketus


" aku suruh sindi nginep disini gimana?" saran Raka .


" gak usah aku bukan cewek manja,lagian aku bisa sendiri, lututku udah agak mendingan gak terlalu sakit" kuyakinkan Raka, agar dia tak menyuruh Sindi nginap.


" yakin?" tanyanya memastikan.


" yakin" tegasku . Raka menatapku dengan lembut. Dia tak hentinya menatapku. Aku jadi risih dibuatnya


" kamu jangan liatin aku kayak gitu" kulihat Raka memalingkan pandangannya.


" kamu kalau ada tamu jangan berpakaian seksi kayak gitu, apalagi kalau sahabatmu datang, ganti celanamu dengan yang lebih panjang" Raka menutup pahaku dengan bantal .


" apa urusanmu?" aku kesal dia seenaknya mengatur-ngatur aku.


"aku gak mau tubuhmu diliat lelaki lain" ketus Raka.


" huh bisanya ngatur-ngatur" aku memanyunkan bibirku.


cupp...


Raka menyium bibirku dengan lembut. Rona wajahku memerah , terasa panas,begitupun Raka mukanya memerah .Hatiku berdebar kencang, jantungku hampir copot.


" kamu berani sekali menciumku lagi" aku kesal dia selalu seenaknya melakukan apapun tanpa seizinku. Raka menggenggam tanganku. Dia menatapku, tapi aku tidak menatapnya. Aku masih kesal dengan sikapnya. Ingin sekali aku menamparnya.


" megan, tidakkah kamu mengerti, aku suka kamu, aku jatuh cinta sama kamu, aku tau semua perasaanmu sama aku, kenapa kamu gak bisa nerima " Raka menggenggam tanganku erat,aku berusaha melepasnya namun tak bisa ku lepas.


" aku gak bisa , maafin aku" aku beranjak dari tempat dudukku. Tapi Raka memeluk tubuhku. Aku merasakan aroma mint dari tubuhnya, detak jantungnya begitu cepat. Begitupun detak jantungku yang sedari tadi tak karuan dibuatnya. Tubuhnya yang tinggi menenggelamkan tubuhku dalam pelukannya. Aku merasakan kehangatan dalam pelukannya, lama kami berpelukan . aku melepaskan pelukannya.


" megan, aku akan menunggumu sampai kamu yakin dan percaya sama aku , aku sayang kamu " Raka menggenggam kedua tanganku. Aku menatapnya. Raka tersenyum padaku aku pun membalasnya.


" kalau senyum gitu kan manis" Raka menggodaku, wajahku memerah. Aku kembali tersenyum menatapnya tanpa berkata apapun.


" ya udah kamu istirahat sana, jangan terlalu banyak gerak, aku mau ke foodcourt dulu ada hal yang harus kerjakan, jaga dirimu baik- baik" aku mengangguk membalas semua ucapannya . Rasanya aku masih ingin di dekatnya. Tapi aku harus menahan egoku. Aku masih belum bisa mempercayainya.


cupp ...


Raka mencium keningku. Dia melepaskan genggamannya dan berbalik meninggalkan rumah. Aku menatapnya , kemudian dia berbalik menatapku. Aku hanya diam dengan semua perlakuannya.


" assalamualaikum" dia pamit dan tersenyum ke arahku


"waalaikum salam, hati-hati" ucapku pelan. Raka tersenyum , melambaikan tangannya kemudian meninggalkanku.


Senja menampakkan keindahannya. Hari ini adalah hari yang membuat ku bahagia. Aku membawa bucket bunga dari Raka. Menyimpan di vas bunga dan menaruhnya di kamarku.


coretan risauku


Senja.....


Aku selalu suka senja.


Karena ia datang tanpa harus diminta.


Senja selalu memberikan keindahan kepada setiap orang, tanpa harus memilah kepada siapa harus memberikan keindahannya.


terima kasih senja memberi kehangatan, dan


datang sesaat sebelum hadir dinginnya malam.