RISAU

RISAU
LUKA (MELEPASMU)


Semenjak hari itu, aku sudah tidak bekerja lagi di foodcourt , aku sibuk dengan meeting untuk manggung dan promo album bandku.


Dan sekarang sudah hampir seminggu aku dan band PATRIOT IDIOT tour keliling Kota besar untuk promosi album berjudul Sesat Cinta . Mulai dari Bandung,Yogya, dan Jakarta. Masih banyak tour dan jadwal manggung yang akan kami gelar selanjutnya. Acara promo album dan tour keliling kota kami selalu sukses. Kami banyak menjual ratusan ribu keping cd.


Selama seminggu aku sudah tidak bertemu dengan Raka,namun komunikasi diantara kami masih terjalin. Aku selalu menyempatkan waktu sekedar video call dengan Raka di sela-sela manggungku.


" hai sayang" terlihat wajah Raka yang ceria di layar hapeku.


" rakusss" aku berteriak memanggil namanya.


" uh baby manisku cantik banget " godanya sambil tersenyum .


" kamu lagi dimana?" tanyaku melihat Raka seperti terlihat diluar.


" oh ini aku lagi di cafe mau ketemu investor. kamu lagi apa sayang. " tanya nya .


" aku lagi di studio, sebentar lagi pulang kerumah" kataku dengan menperlihatkan sekeliling keadaanku.


" kamu di bandung sayang?" tanya Raka kegirangan.


"iya" aku menganggukan kepalaku.


" kapan kamu free aku sudah kangen" Raka cemberut manja. Bikin gemes yang liat.


" besok aku free satu hari" aku tersenyum ke arah hapeku


" tunggu aku baby manisku, aku besok ke rumah. Sayang udah dulu collegaku sudah datang, bye jangan lupa makan, i miss u" Raka terburu-buru menutup video callnya, tanpa menunggu balasan ku. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan Raka.


" seperti kalian tau besok kalian free, jangan lupa lusa kalian ada jadwal promo di daerah kuningan. Jangan lupa kalian jaga kesehatan, jangan terlalu capek. Apalagi kamu megan ,akhir-akhir ini badan kamu drop sebaiknya besok kamu gunakan untuk istirahat" pak hendrik menasehati kami yang kadang susah untuk diatur.


" tuh bochil lu besok jangan pacaran terus , harus istirahat,denger kata free pacar lu kegirangan " iko si mulut mercon dan suka kepo terus aja membullyku. Iko sepertinya puas telah membullyku.


Alex menatapku dengan tatapan dinginnya, Rasya pun hanya melirik sinis kepadaku.


aku masih bingung dengan sikap mereka berdua kenapa tidak pernah menyukai Raka. Padahal Raka tidak pernah mengusik mereka.


" lu dasar tukang nguping" gerutuku . Iko yang melihatku kesel hanya terkikih menertawakanku.


" sudah,sudah kalian ini kapan gak berantemnya. Kita pulang biar kalian bisa istirahat" pak hendrik berdiri dan mengisyaratkan kami untuk mengikutinya. Kami menunggu di depan studio , supir yang mengantar kami sudah siap. Kami semua diantar supir dengan pak hendrik.


Kami tertidur pulas selama di mobil karena jadwal yang padat .Pertama pak hendrik mengantarku pulang, kemudian Iko, terakhir Rasya. Alex di jemput pak santoso di studio tadi, dia tidak ikut dengan kami.


" mah aku pulang" aku berteriak dari ruang tamu karena sedari tadi tidak ada yang mrnjawab salamku. Aku melihat sekeliling tidak ada siapapun dirumah. aku membersihkan badanku yang sudah mandi keringat ini. Setelah selesai aku masuk ke kamar, menelepon mamah menanyakan keberadaannya. Mamah ternyata lagi di mini market. Tak berapa lama mamah mengetuk pintu kamarku.


" sayang " mamah mengetuk pintu. Aku membukanya.


" mamah" aku memeluk erat mamah, sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya, aku rindu banget sama mamah. Aku belum pernah berjauhan dengan mamah selama ini.


" kamu sehat sayang?" tanya mamah lembut . Mamah masuk ke kamarku. Aku pun duduk di ranjang.


" aku sehat mah, mamah sehat kan?" tanyaku


"alhamdulilah nak, gimana acara tournya, lancar?" tanya mamah.


" lancar mah semuanya berjalan sempurna"


jawabku .


" waaah udah jadi drummer terkenal ni anak mamah" (sambil mencium dahiku)


" heheheheh" aku tersenyum mendengar pujian mamah.


" ini dengan megan" tanya nya di ujung telepon.


" benar, maaf ini dengan siapa?" tanyaku sopan.


" aku veronica " mendengar nama itu aku mengerutkan dahiku. Siapa veronica.


" maaf veronica..." tiba-tiba dia memotong


omonganku.


" aku maminya Raka" ucapnya . Mendengar itu aku langsung kaget . Oh veronica nama mami Raka aku tidak tahu bahkan nama mami pacar sendiri. Aku biasa menyebutnya Tante Pram.


"oh iya tante" aku hanya menjawab simple karena bingung harus menjawab apa dan bertanya apa lagi.


" bisakah kita bertemu di cafe zora sekarang?" tanyanya langsung.


" bisa tante" jawabku cepat.


"Aku tunggu kamu dalam 20 menit" ucapnya. Aku tahu cafe ini berada tidak jauh dari rumahku.


"baik tante"


" sampai ketemu megan, asalamualaikum" tante veronica menutup teleponnya.


" siapa?" tanya mamah penasaran .


" mami Raka ingin bertemu denganku sekarang mah " aku memberitahukan nya pada mamah.


" ada apa ? sepertinya ada hal penting." mamah memberikan pertanyaan yang tidak bisa aku jawab


" aku gak tau mah, aku mau siap-siap dulu" sambil mencari jaket dan sepatuku.


Aku mengambil hape dan tas selempangku. Berpamitan pada mamah . Dalam beberapa menit aku sudah sampai di cafe zora. Aku celingukan mencari mami Raka, ternyata Tante veronica sudah ada menungguku di kursi pojok cafe, aku menghampirinya.


" selamat sore tante" aku membungkukan badanku. Tatapan matanya begitu dingin. Sedingin gunung es. Dia menatap dari ujung kaki sampai kepalaku. Tatapan yang menyiratkan bahwa aku bukanlah orang yang disukainya


"sore, duduklah" perintahnya. Aku pun duduk berhadapan dengannya.


"mau minum apa?" tanyanya.


" kopi capuchino saja tante, terima kasih" aku menjawab cepat tanpa basa-basi. Tante veronica memanggil pelayan memesan 2 cangkir kopi capuchino.


" mungkin kamu bingung kenapa saya mengajakmu berbicara berdua tanpa sepengetahuan Raka" tante veronica menatapku angkuh. Aku bahkan tidak bisa berkata apapun mendengar ucapannya.


" aku sudah mengetahui siapa kamu dan bagaimana latar belakang keluargamu" tante veronica terus berbicara. Namun di sela pembicaraan kami, pelayan datang meletakan 2 cangkir kopi. Tante veronica mengambil cangkir miliknya dan menyeruput kopinya.


" aku tidak setuju sama sekali Raka memilihmu sebagai pacar apalagi mendengar dia ingin melamarmu, Bagaimana bisa kamu menggunakan guna-guna untuk memikatnya" (angkuh)


Bagai petir di siang bolong, mendengar perkataan tante veronica yang begitu vocal tadi. Aku sudah menyangkanya dari awal. Tante veronica tidak pernah menyukaiku. Aku menahan amarahku. Aku berusaha bersikap tenang menghadapi situasi ini. Walaupun sakit hati mendengar ucapan itu. Sekarang jarak yang diantara Raka dan aku semakin jelas.


" anda orang yang sangat berpendidikan ,kenapa anda berbicara sangat tidak sopan kepada saya yang tidak berpendidikan sama sekali" nada suaraku bergetar karena sakit menahan amarahku. Aku merubah panggilan tante menjadi anda.


" kamu jangan mengalihkan pembicaraan" ujarnya sinis.


" maaf , di zaman sekarang yang begitu modern saya tidak perlu menggunakan hal semacam itu" aku menyeruput kopiku, menghindari emosi yang sudah meledak di diriku.


" kalau begitu tinggalkan Raka,lepaskn dia dari hidupmu. aku tau Raka tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun. Aku harap kamu sadar kamu siapa , kamu tau bagaimana Raka harus mempunyai pendamping hidup. Kamu bukanlah orang yang pantas" Tante veronica terus saja menghinaku. Namun aku tetap tenang .