RISAU

RISAU
DUA (kontrak rekaman)


Setengah tahun sudah aku berpacaran dengan Raka , Raka adalah laki-laki pengertian yang bahkan bisa membantuku melupakan segala kesedihan dan masalahku. Dengan Raka aku bisa menumpahkan segala kesedihan sehingga dia tidak pernah membiarkan air mataku terjatuh sedikitpun. Raka tidak pernah membuatku berada dalam masalah, sebisa mungkin dia selalu membantu walaupun itu sekedar menenangkan.


Hari-hari yang kulalui tidak pernah seberat dulu sebelum bertemu dengan Raka, bahkan beban hidupku yang teramat berat perlahan ringan bersamanya. Mamah sudah tidak lagi berjualan, hanya bekerja di tante nur itupun sesekali karena aku sudah bekerja dan penghasilanku cukup untuk memenuhi kebutuhan kami .


"megan, apa kamu tidak akan melanjutkan studymu? mamah menghampiriku yang sedang tiduran sambil menonton televisi.


" belum kepikiran mah, aku masih bingung" aku memainkan hapeku.


" tahun depan kamu coba daftar di universitas, ngambil kelas karyawan kan bisa" mamah mencoba membujukku


" entahlah mah, aku lagi senang bekerja " sebenarnya aku ingin melanjutkan studyku. Namun aku takut tidak bisa mengatur waktuku.


" setidaknya jika kamu melanjutkan study mu kamu bisa mendapatkan pekerjaan lebih dari ini." ucapnya .


" aku sudah cukup dengan penghasilanku sekarang mah, untuk kuliah nanti aku fikirkan dulu, tabunganku sepertinya belum cukup untuk daftar kuliah" aku menghela nafas pelan.


" ya udah terserah kamu saja" mamah meninggalkanku sendiri memasuki kamarnya.


Tiba-tiba handphoneku berbunyi.


"halo bocil" terdengar suara iko di balik hapeku.


" ada apa ko" tanyaku


"bocil lu lagi sibuk, gue, alex sama rasya mau ke rumah lu" ucapnya.


" ada apa ko, gue berangkat kerja siang. Kesini aja" aku bingung tumben mereka main tanpa aku yang ngajak.


" oke kita otw sekarang,bye"iko menutup teleponnya.


Ada apa sebenarnya mereka kesini, kalau tidak ada hal penting mereka tidak akan kesini secara mendadak, mengingat jadwal kuliah alex dan rasya sangat padat. Aku mengganti pakaian ku, karena celana pendekku ini . Semenjak Raka melarangku berpakaian seksi ketika akan bertemu orang lain, aku menjadi terbiasa mengganti pakaian minimku, termasuk jika bertemu Raka.


40 menit kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu, aku yang sedang membantu mamah memasak membukakan pintu.


" kalian, ayu masuk" aku tidak lagi memeluk mereka saat bertemu ,dan lagi Raka melarangku untuk memeluk atau memegang tangan mereka . Raka memang terlalu banyak mengaturku.


"mana tante?" itulah yang ditanyakan mereka ketika datang kerumahku, menanyakan mamah.


"mamah lagi masak" aku menatap iko yang bertanya keberadaan mamah .


Iko ngeloyor masuk dapur menghampiri mamah.


" mamah lagi masak apa, enak kayaknya" iko menyalami mamah kemudian memeluk erat mamah.


" duh anak mamah yang manja ini, mamah bau asap ni bajumu nanti bau kalau meluk kayak gini" mamah menatap iko yang terus memeluknya.


" biarin abis aku kangen" iko melepas pelukan mamah akhirnya.


" mana yang lainnya?" tanya mamah


" di depan tuh mah, mah ini enak kayaknya, aku mau yah" iko menunjuk gorengan tempe bikinan mamah


" ambilah sayang, bawa kedepan sekalian kamu ambil minum buat teman-temanmu" selalu seperti itu , iko ,rasya dan alex sudah tidak sungkan lagi dengan mamah.


"siap mamah" iko membawa makanan dan minuman nya ke ruang tamu


" wah iko lu hebat dateng-dateng udah bawa makanan aja" ucap Rasya sambil melahap gorengan yang iko bawa. Oh ya hubungan ku dan Rasya sudah membaik. Kami tidak sedingin waktu itu, kami sudah seperti biasa tidak saling mengacuhkan atau mendiamkan.


" emang yah tante itu kalau masak kayak gini juara banget" alex berkata dengan makanan yang memenuhi mulutnya. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka .


" kalian ada apa sebenarnya datang kemari?" tanyaku .


" iyah gue sampe lupa megan, gue dapet pesan wa dari panitia acara festival kita ditawari kontrak rekaman oleh label musik,gue udah ngasih demo 4 lagu kita" (minum air putih) Rasya berkata dengan seksama.


"serius?" aku menatap ketiga sahabatku itu.


" bener megan, gimana lu siap masuk dapur rekaman" tanya alex dengan raut muka seriusnya.


" wah ada yang bakal jadi band terkenal sebentar lagi" mamah menyimpan makanan yang dia bawa, kemudian duduk disampingku.


" iyah mah, tapi kita semua belum ngambil keputusan, tinggal nunggu megan mah, kalau megan setuju kita mau ambil kontraknya" iko mengambil makanan yang mamah bawa.


" gimana mah?" aku menatap mamah meminta persetujuan nya. Akupun masih bingung harus ikut mereka atau mundur dari sekarang, begitu banyak hal menjadi bahan pertimbanganku. Dari izin ayah, sampai pekerjaanku.


" mamah sih terserah kamu, tapi kalau meminta izin mamah, mamah akan mengizinkan selama hal itu positif " mamah mengelus punggungku. Aku terdiam sejenak belum memutuskan apa yang harus aku jawab.


"gue mau minta izin ayah dulu,kalian beri waktu gue 2 hari gimana? " kataku dengan nada ragu


" baiklah kalau lu maunya gitu, lu kabarin kita kalau udah ngambil keputusan" Rasya menatapku dan tersenyum padaku, setiap kali Rasya menatapku seperti itu perasaanku entah kenapa selalu ingin menghindarinya.


Kami mengobrol dan menyanyikan beberapa lagu kami dengan menggunakan gitar yang ada dirumahku, tak terasa sudah 2jam kami bersenda gurau. Kehangatan persahabtan kami sudah kembali.


" gue ada jadwal kuliah siang ni, gue cabut duluan yah" alex melihat jam tangannya.


" gue juga , gue juga pamit deh" Rasya menimpal ucapan alex.


" ya udah kita cabut, gue juga masih ada mata kuliah" iko berdiri sambil menenggak minumannya.


" ya udah kalian hati-hati dijalan" aku mengantar mereka kedepan rumah.


" tante kami pamit" alex menyalami mamah, kemudian rasya.


" mamah iko pulang dulu, padahal iko masih kangen" iko memeluk mamah, kemudian menyalami mamah


" sering-seringlah kalian main kalau senggang, kalau megan gak ada kan ada mamah di rumah" mamah mengusap kepala iko.


" asalamualaikum"ucap Rasya .


" waalaikum salam" jawabku .


Mereka meninggalkan rumahku. Aku dan mamah memasuki rumah. Aku masuk kamarku ingin tidur sebentar sebelun jam kerjaku. Namun aku menahan kantukku. Aku mengambil hapeku.


***to fans gila (aku bahkan belum merubah nama raka dikontak hapeku)


kamu lagi apa?


***fans gila


aku lagi di kampus, kenapa sayang?


***to fans gila


kamu akan ke foodcourt hari ini?


***fans gila.


habis maghrib sayang, mata kuliahku full sampai sore, ada apa sayang?


***to fans gila


aku ingin membicarakan sesuatu hal sama kamu, nanti ketemu di foodcourt aja.


***fans gila


baiklah , see u sayang😘


***to fans gila


see u 😘


*dari author jangan lupa like ,komen, dan vote novel saya, terima kasih,*