
Karena lelah aku pun tertidur dalam mobil Rika. Rika membangunkanku beberapa kali. Namun aku masih lelap dalam tidurku. Rika menepuk pipiku untuk ke sekian kalinya, dan aku mulai membuka mata.
" maaf kak..sudah sampai yah?" aku mengucek mataku. Benar saja sudah di depan gang utama.
" iyah rumah kau yang mana?" tanya nya melihat jalan .
" sudah kak tinggal jalan ke depan sedikit terus masuk gang kecil, kakak mau mampir dulu?" tanyaku melihat wajahnya yang cantik.
" boleh, biar aku yang ngomong sama orang tuamu. Takutnya mereka mengkhawatirkanmu" Rika membuka seatbeltnya kemudian turun dari mobil. Aku pun turun dari mobil itu. Rika mengikutiku dari belakang menuju rumahku.
Aku lihat sudah banyak orang dirumahku. Mereka menunggu di teras rumah. Ya tuhan aku sampai lupa aku tidak mengabari mereka karena hapeku mati. Mamah pasti khawatir. Aku setengah berlari menuju rumah.
" mamah " teriakku . Aku berlari menuju mamah dan memeluknya erat.
"kamu dari mana saja. mamah khawatir banget. Mamah takut kamu kenapa-kenapa!" mamah mengelus punggungku.
" mamah maafin megan tadi hape megan lowbat" aku melihat mamah yang mulai menangis .
" ya sudah yang penting kamu selamat " mamah memelukku lagi.
"selamat malam tante" Rika menyalami mamah. Raka yang sedang duduk membelakangi Rika tiba-tiba berdiri.
" kakak!" suara Raka terdengar nyaring. Rika yang familiar dengan suara itu tiba-tiba berbalik.
" elo?" Rika menunjuk Raka.
" jadi lo pacarnya megan?" matanya melotot ke arah Raka. Raka mengangguk dan mengiyakan pertanyaan dari kakaknya.Dia tidak menyangka kalau Raka lah yang membuatku menangis tadi.
bugggh
Rika menonjok wajah Raka dengan keras. Raka pun tersungkur. Aku ,mamah, sindi, ketiga sahabatku , dan pak hendrik terheran melihat kejadian yang ada di depan kami. Apalagi aku betapa terkejutnya aku ternyata Raka adalah adiknya Rika.
"sini lo" Rika memegang kerah Raka dengan kuat kemudian menyeret Raka keluar dari teras rumah.
" lo gak seharusnya nyakitin cewek sebaik megan. Lo emang brengsek" Rika sangat marah .
bugggh
Rika menonjok Raka lagi dengan keras. Aku yang melihat kejadian itu berlari ke arah mereka. Aku membantu Raka berdiri.
" megan kau minggir , aku ingin memberi pelajaran padanya" Rika masih mengepalkan tangannya .Dan berusaha melayangkan pukulan lagi pada Raka, namun aku menahannya .
" cukup kak, kenapa kakak mukulin Raka" aku menangis melihat wajah Raka biru lebam akibat bogem mentah dari kakaknya.
" aku tau gimana brengseknya Raka, dia itu playboy megan" wajah Rika memerah sepertinya dia begitu marah terhadap adiknya.
" kakak salah paham, Raka itu baik banget sama aku. Dia tidak pernah sedikitpun nyakitin aku kak" aku menangis melihat Raka yang masih tertunduk dipukuli kakaknya.
mamah yang melihat perkelahian semakin memanas. Akhirnya menghampiri kami.
" nak, sudah jangan emosi begitu kita bicarain di dalam. malu sama tetangga kalau ribut diluar" mamah memegang bahu Rika kemudian membopongnya ke dalam ruang tamu. Semua orang yang ada nampak cemas melihat kekacauan ini. Aku dan Raka masuk mengikuti mamah.
" bu maaf, karena megan sudah pulang dengan selamat kami pamit pulang" pak hendrik meminta izin untuk pulang.
" terima kasih pak, maaf saya merepotkan bapak , mamah juga merepotkan kalian. Mamah akan marahin anak mamah yang bandel ini " mamah menatap ke arahku dengan wajah kesalnya.
" iyah maafin aku yah bikin kalian khawatir" aku memeluk sindi yang tiada henti menatapku dengan perasaan khawatir.
" kamu jangan gitu lagi megan. Sekarang aku mau pulang besok kamu harus ceritain semuanya sama aku. " Sindi melepaskan pelukanku.
" iya sin, iko, alex Rasya sama pak hendrik aku pasti bikin kalian kesel lagi ,maafin aku yah" aku tersenyum menatap mereka.
"dasar kamu bochil. kita semua tadi muter berkeliling bandung nyariin lu." Iko mengacak rambutku gemas.
" iya kamu jangan bikin kita cemas lagi, kita pulang dulu kamu istirahat yang banyak ingat jadwal manggung kamu yang padat" pak hendrik mengusap bahuku.
" iya pak lain kali aku gak gini.maaf sudah merepotkan bapak" aku tersenyum ke arah pak hendrik.
" yuk pulang, sindi biar aku antar kamu pulang" alex menatap sindi yang dari tadi sudah kelelahan mencariku. Sampai dia izin pulang lebih awal dari kerjanya.
"iya kalian hati-hati dijalan. Sekali lagi terima kasih bantuannya" mamah mengantar mereka ke depan teras rumah. Aku mengikuti mamah untuk mengantar mereka.
Di ruang tamu terdengar suara Rika dan Raka beradu mulut. Aku dan mamah bergegas menghampiri mereka.
" Raka lu jangan mempermainkan gadis polos seperti dia, dia berbeda dengan gadis gadis sialan yang kamu pacari selama ini. " Rika masih emosi melihat wajah adiknya.
" kakak dengerin dulu penjelasanku. Aku sama sekali gak berniat mempermainkan megan justru aku ingin melamarnya" suara Raka bergetar, dia sepertinya sangat bingung. Aku duduk mendekati Raka mengusap punggungnya supaya dia tidak terbawa emosi.
" nak Rika , Raka adalah pria yang baik dan bertanggung jawab , dia sama sekali tidak pernah nyakitin anak mamah" mamah mencoba menenangkan emosi yang masih meledak-ledak.
" maaf tante aku dan Raka harus pulang.Kami akan menyelesaikan masalah ini di rumah" Rika mendekati Raka. Mengangkat kerah bajunya.
" kak pelan- pelan , kasian Raka dia gak salah" aku menarik tangan Rika untuk melepaskan dari kerah baju Raka. Akhirnya Rika melepaskannya.
" tante kami pamit pulang, megan kamu istirahat lah, jangan terlalu banyak fikiran , kamu sudah sangat lelah, jangan menangis demi lelaki seperti dia" Rika menggenggam tangan Raka dengan erat.
" kakak hati-hati dijalan. tolong jangan salahin Raka lagi. Jangan pukulin dia lagi. " air mataku mengalir di pipi. Baru kali ini aku melihat Raka hanya diam tertunduk tanpa banyak bicara. Mamah menenangkanku.
" baiklah selesaikan masalah kalian , jangan terlalu kasar nak Rika" mamah menyambut uluran tangan Rika untuk menyalami nya.
" tante kami pamit pulang" Raka menatapku dengan tatapan sayu, mereka meninggalkan rumahku. Aku yang sudah sangat lelah dengan fikiranku tanpa berkata dan tanpa melihat mamah, memasuki kamar. Aku mengunci pintu kamarku, mamah tidak mengikutiku. Aku merebahkan tubuhku , di kamar aku kembali menangis. Sungguh semua ini sangat berat. Terlebih lagi ketika aku tahu bahwa Rika adalah kakak kndung dari Raka. Semua itu membuat fikiranku tambah kacau.
Mataku sudah semakin bengkak, aku pun tertidur dengan keadaan sedihku.