
" tante" alex mengangkat wajahnya. kemudian memeluknya , mamah mengusap punggung alex.
" ceritakan tante tidak mengerti apa yang kalian bicarakan " alex melepaskan pelukannya , kemudian menatap mamah dengan sendu
" tante apa megan belum menceritakan semuanya tentang masalah kemarin?" ucapnya sopan. Mamah menggelengkan kepalanya.
" tante apa tante tau Raka ingin melamar megan beberapa bulan ke depan" alex bertanya lagi dan lagi mamah menggelengkan kepalanya karena memang aku belum menceritakan semua masalahku.
"aku sudah mengenal keluarga Raka sejak nanda sepupuku berpacaran dengannya. Dari awal aku sudah memberitahu megan . Namun sulit untuk melarangnya " Alex menatap mamah yang masih belum berekspresi.
"aku tau karakter tante Veronica bagaimana , Rika kakaknya Raka yang datang mengantar Megan kemarin dia meninggalkan kediaman prambudi sejak lama, karena keegoisan ibundanya. Dan megan kemarin bertemu tante veronica " alex menghentikan ucapannya kemudian menatap kembali mamah.
" tante sudah tau, hanya saja kamu terlalu jauh mencampuri urusan megan nak, lebih baik mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa kita harus ikut campur" mamah menatap alex dengan tatapan lembutnya .
" tante sudah sejak lama alex memendam perasaan Alex pada megan. Alex sudah jatuh cinta sejak pertama kali Alex mengenal megan" Alex menutup kedua tangannya. Berusaha menenangkan hatinya sendiri.
" nak, terima kasih sudah begitu menyayangi anak tante , tapi biarkanlah semua ini menjadi jalan Tuhan . Kita tidak pernah tau tentang takdir seseorang ke depannya. Kamu sabarlah nak" mamah mengusap punggung alex secara perlahan.
" tante alex cuma gak mau megan sakit hati lagi,alex gak mau lihat dia hancur. Alex tidak peduli dengan perasaan alex, alex sudah bisa menerima nya, tapi alex gak bisa nerima kalau megan menangis lagi" alex semakin frustasi , dia bahkan meracau kemana-mana tidak menyadari bahwa aku dari tadi berdiri mendengarkan pembicaraannya.
" sudahlah percayakan semua pada Raka dan Megan tante yakin Raka tidak akan membuat megan sakit hati ,kamu jangan terlalu khawatir dan jangan sampai kamu sakit hati sayang" ucap mamah penuh perhatian.
" alex pamit tante" Alex mencium tangan mamah kemudian pergi meninggalkan rumah.
Aku masih mematung melihat kejadian itu. Masih tidak percaya dengan semua yang aku dengar dan aku lihat. Alex mengatakan semuanya. Aku tidak bisa mengerti apa yang ada di otaknya . Apa yang ada di fikirannya sehingga mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti tadi. Dia seperti alex yang berbeda , jauh dari alex yang ku kenal selama ini,l. Alex yang santai ,cool dan tak pernah banyak bicara. Tapi tadi alex seperti orang lain. Tatapan matanya menyiratkan banyak hal.
" megan kamu kenapa?" tiba-tiba mamah memegang pundakku .
" gak apa-apa mah" aku berlalu meninggalkan mamah yang masih dengan tatapan herannya.
" kamu tidak akan menceritakan semuanya sama mamah?" mamah berkata setengah berteriak.
" mamah sudah tau semuanya , apa yang harus aku jelaskan lagi mah" aku memasuki kamar, sebenarnya aku tidak ingin menjelaskan apapun aku tidak ingin mamah terlalu mengkhawatirkan.
Aku merebahkan tubuhku, niatku untuk mengakhiri hubunganku justru gagal. Raka menahanku dengan berbagai caranya. Ada perasaan senang namun ada rasa sakit pula yang akan aku rasakan ke depannya. Aku dan Raka adalah hubungan diatas bukit curam. Bisa melihat dunia dengan indah dari atas. Namun ketika kami melangkah kami akan terjatuh begitu tinggi dan pasti akan melukai kami. Sayup terdengar suara mamah di luar memanggil namaku.
" megan ada tamu di luar" ucapnya lembut .
Aku membuka pintu. Kemudian bergegas menuju teras depan rumah.
" kak Rika" ucapku setengah berteriak kemudian duduk disamping nya.
" kamu lagi sibuk gak megan?" tanyanya menatapku yang masih mengenakan dress saat tadi bertemu Raka.
" gak kak , kenapa memangnya. ?" tanyaku dengan wajah penuh pertanyaan.
" kamu ikut aku bisa?" tanyanya lagi .
" bisa memangnya mau kemana? " aku tidak mengerti kemana dia akan mengajakku pergi.
" baik kakak tunggu sebentar saja. Aku mau ganti pakaianku dulu " aku berlalu meninggalkannya. Kemudian mengganti pakaian dengan jeans dan sweater . Mamah menghampiriku.
" mau kemana sayang?" tanya mamah.
" aku izin ke apartemen kak Rika, boleh mah?" kataku.
" baiklah, tapi jangan pulang terlalu malam. Kamu harus istirahat yang cukup nanti badan kamu drop." mamah selalu seperti ini mengkhawatirkanku . Karena mungkin aku belum bisa bercerita tentang masalahku. Mamah hanya mendengarnya dari alex.
Aku menyalami mamah . Kemudian pamit untuk pergi bersama kak Rika.
#Di mobil#
" kak sebenarnya ada apa? kenapa kita harus ke apartemen Kakak. Kan bisa ngobrol di rumahku" tanyaku masih dengan raut muka heran
(mengemudi)
" kita bicara nanti oke"
Aku pun diam mendengar jawaban Rika. Aku hanya bisa bertanya dalam hati ada apa sebenarnya. Apa yang kak Rika mau omongin sama aku.
Setelah 40 menit akhirnya kami sampai di gedung apartemen di Bandung. Kami memasuki area parkir. Menuju apartemen milik Rika.
" masuklah" Rika membuka pintu apartemennya. Ku lihat ada seorang pria duduk di sofa ruang tamu. Dia duduk membelakangi arah pintu. Tapi dari belakang aku bisa menebaknya siapa.
"Raka" lirihku. Mendengar namanya disebut Raka berlari ke arahku kemudian refleks memelukku. Entah apa yang aku rasakan. Setiap dia memelukku ada rasa nyaman , ada rasa tenang. Bahkan aku sudah sangat hafal dengan aroma tubuh dan parfumnya.
" uhuk, uhuk " Rika pura-pura batuk ketika melihat Raka memelukku. Raka melepaskan pelukannya . Kemudian menatap Raka dengan wajah kesalnya.
" duduk aku mau membicarakan tentang hubungan kalian" perintahnya kepadaku dan Raka . Aku pun duduk di sofa bersebelahan dengan Raka. Sementara Rika pergi ke dapur membawa beberapa gelas minum dan makanan ringan .
" kalian kawin lari saja" ucapnya tiba-tiba.
"apa" aku dan Raka saling menatap kemudian menatap ke arah Rika secara bersamaan.
" yah lu gak usah acara melamar megan , lu langsung kawin lari aja sama megan, tanpa sepengetahuan mami papi" ucapnya sambil menenggak minuman yang tadi dia bawa.
" kau sudah gila yah" ucap Raka setengah berteriak.
" terus lu punya rencana yang lebih baik, lu tau acara lamaran lu sampai kapanpun gakan sukses " Rika menatap Raka dengan wajah kesal.
" Gue udah punya rencana sendiri supaya mami papi setuju. Lu gak usah bikin ide gila kayak gitu!" Raka melihatku yang masih diam .
" aku gak mau , aku gak mau melakukan itu" kataku dengan perlahan .
"kakak sudah gila. Sudah kakak gak usah ngomong macem-macem lagi , " Raka menekankan omongan nya pada Rika.