RISAU

RISAU
SUKA (TUHAN ADIL)


Ujian akhir sekolah sudah berlalu hari ini adalah hari terkahir ujian sekolahku. Perasaan lega. Semua siswa dan siswi menyambut dengan suka cita. Hari ini hari terakhir aku libur kerja setelah ini 3 minggu ke depan aku tidak akan libur .


Semenjak hari itu, hubunganku dan Raka membaik. Kami berkirim pesan whatsapp . Kami bisa berteman . Dan aku sudah melupakan tragedi seatbelt malam itu.


"megan ,malam ini kita mau ke rumah lu. Rasya berhasil gue bujuk" terdengar suara alex dibalik telepon .


" iyah, gue gak mau dia salah paham" jawabku singkat


" lex makasih yah" timpalku lagi.


" jangan sungkan ,lu temen gue ,Rasya temen gue" seperti biasa alex menjawabnya dengan santai.


" udah dulu gue ada kelas. assalamualaikum"


" waalaikumsalam" jawabku. Tumben bisa nyebut salam. Biasanya dia paling gak tau sopan santun. To the point


Setelah alex menutup telepon, hapeku berdering lagi.


Fans Gila memanggil


"assalamualaikum" aku memberi ucapan salam


"waalaikum salam, megan sore ini kamu ada acara gak" terdengar suara lembut Raka di ujung sana. Mendengar suaranya saja hatiku berdebar. Aku berusaha menahannya.


"gak ada kenapa?" tanyaku penasaran


" aku mau traktir kamu makan mie ayam, di jalan naripan ada mie ayam enak banget " Aku kaget darimana Raka tau aku suka banget sama mie ayam. Kalau diingat dia pun memberiku coklat.


" aku free sih, tapi aku gak mau ah" jawabku ketus


"loh kenapa?untuk merayakan berakhirnya ujianmu loh. Atau kamu masih trauma dengan kejadian malam itu ?" tanyanya.


"enggak kok, aku cuman gak mau ada yang salah paham." jawabku berbelit


"maksud kamu?" Raka tak mengerti perkataanku.


"iyah aku takut pacarmu salah paham" aku menjawab gelagapan.


"oh Nanda ,enggak kok. Kita ajak sindi aja gimana kebetulan dia udah pulang kerja" Raka membujukku. Dan berhasil


"oke aku mau kalau sama sindi" aku mengiyakan ajakan nya dengan cepat.


" aku jemput sindi trus jemput kamu di rumah yah" usulnya.


"sip" kemudian kami mengakhiri percakapan kami.


Aku bergegas pulang , di rumah aku sampai kebingungan memilih baju. Entah mengapa setiap akan bertemu Raka aku salah tingkah. Aku tak bisa berdandan seperti gadis lain, dan akhirnya aku selalu memilih pakaianku. celana jeans dipadu tshirt. Rambutku di biarkan terurai.


Diperjalanan Raka dan Sindi memulai obrolannya.


" pak Raka , apa megan sudah tahu" sindi bertanya memulai pembicaraan


"bagaimana hubungan kamu dengan Nanda?" sindi sudah mengetahui semuanya. Semenjak Raka mengutarakan perasaan nya untuk megan kepada sindi, Sindi sudah menjadi tempatnya bercerita . Bahkan sindi pula yang memberitahu semua tentang megan pada Raka.


" hubunganku renggang,aku sudah tidak menghiraukannya, seminggu ini aku mengacuhkannya. " terlihat raut wajah bingungnya. Tatapan Raka kosong


" kamu belum memutuskannya Raka?" lagi-lagi sindi trus bertanya.


" aku tidak akan mengakhirinya, Nanda yang mengejarku dan biarkan dia yang mengakhirinya. Mungkin dia akan lelah sendiri dengan sifat ku" Raka seperti pengecut tapi dalam hatinya dia tidak mau menyakiti Nanda. Biarlah waktu menemukan jalannya sendiri.


"bagaimana dengan megan?" Sindi menatap dalam pada Raka berharap ada jawaban yang bisa membuatnya tenang.


" aku dan megan berteman biarlah seperti ini dulu, aku tidak bisa membiarkannya menjauhi ku lagi. Tunggu sampai Nanda mengakhiri semuanya" Dalam mata Raka terlihat kesungguhannya.


"kamu jangan berani mempermainkan sepupuku Raka, aku tidak akan membiarkan itu" dengan penuh ancaman Sindi menatap Raka.


" kamu tenang aja, aku gakkan menyakitinya. Aku hanya akan menerima dia yang menyakitiku " kesungguhan Raka membuat sindi sedikit tenang.


" aku tau megan bagaimana , bahkan aku paham akan isi hatinya. Dia selalu minder , ketika ada yang mendekatinya dia berusaha mengacuhkannya, Aku tau dia tak mau terluka lagi" Sindi menerawang ke arah luar jendela mobil.


Sindi dan Raka tiba di gang rumah megan, mereka berjalan untuk sampai dirumah megan . Megan sedang bermain gitar di teras rumahnya. Terdengar melodi melodi sedih dalam setiap nada gitarnya. Raka melihat sosok gadis yang ia kagumi sejak pertama melihatnya. Gadis yang menurutnya berbeda. Gadis yang berhasil menghipnotis dunianya.


"megaan " sindi berlari menuju ke arahku memelukku yang tidak menyadari kedatangannya. Mataku tertuju pada lelaki di belakang sindi.


"yuk masuk dulu" ajakku.


" gak usah kita langsung cabut aja yuk, kebetulan aku udah laper " sindi menarik tanganku.


" Tunggu aku pamit mamah dulu" aku meninggalkan Sindi dan Raka di teras. setelah berpamitan pada mamah. Kami bergegas pergi karena hari sudah mulai sore dan jalanan pasti macet


Aku duduk di kursi belakang mobil bersama Sindi. Suasana mobil hening. Sesekali Raka menatapku di spion nya, tapi aku berusaha berpura-pura tak mengetahuinya. Jarak dari rumah ku ke naripan tidak jauh. Hanya 10 menit kebetulan jalanan belum ramai.


Kami memasuki kedai mie itu, suasananya sangat ramai, kedai itu banyak dikunjungi pengunjung. Raka mengekor dibelakangku dan sindi, akhirnya kami menemukan tempat duduk di sebelah pojok . Meja yang berisi 4 kursi. Aku dan sindi duduk bersebelahan, sedangkan Raka duduk di depan kami. Aku sangat risih dengan tatapan Raka padaku. Tatapan matanya tajam , dan aku tidak bisa mengartikannya. Tiba-tiba datang seorang pelayan memeberikan daftar menu. Kami membaca daftar menu nya. Dan betapa kagetnya aku melihat harga mie ayam yang ada di daftar menu itu. 1 porsi mie ayam di bandrol 75rb. Aku biasanya makan mie ayam di gerobak dengan harga 10rb udah kenyang. Ini harganya 75rb. Bisa 7x lipat dari mie ayam langgananku.


" aku pesan mie yamin manis dengan babat jarit kuah jangan pakai sayur. Minumnya orange jus. Kalian pesan apa?" raka menatap ke arahku yang sedang keheranan melihat pricelist menu di kedai mie ini. aku buru-buru merubah raut muka kagetku. Peduli amat yang penting perut kenyang bisa makan enak fikirku.


" aku pesan mie kuah pakai pangsit dan bakso goreng, minumnya jus alpukat" sindi menunjuk satu per satu makanan yang dia pesan. Aku masih bingung mau pesan apa.


" aku pesan ini kak, mie yamin manis plus bakso dan pangsit goreng, minumnya jus jeruk aja" . aku menyerahkan daftar menunya.


"baik silahkan ditunggu, akan segera kami buatkan" pelayan itu pergi meninggalkan kami.


" eh megan ,aku ke toilet dulu yah" sindi beranjak dari kursinya . Aku semakin tidak karuan kalau harus berduaan sama Raka walaupun ditempat seramai ini, tetap saja aku gugup.


Raka terus saja menatapku tanpa berkata apapun, dan aku terus menghindar dari tatapannya yang seakan ingin memakanku. Aku mengotak atik hapeku memecah rasa gugupku.


" bagaimana ujianmu?" raka memecah keheningan dengan memulai pembicaraan.


" lancar bahkan soalnya terlalu mudah bagiku" aku berusaha mencairkan suasana. Aku tidak memanggilnya dengan memanggilnya lu lagi karena Raka memanggilku dengan kata kamu. Jadi aku berusaha berbicara sopan sepertinya. Berbeda dengan ketiga sahabatku yang bahasa nya elu-gue.