
Raka dan Jimmy pun pergi meninggalkan rutan. Di tengah perjalanan Raka kembali menerima pesan.
***mommy tasya
Aku akan pergi ke rutan menemui ibumu. Jika kamu tidak mau mengantarku aku akan meminta tolong pada pak Jimmy.
Wanita ini. Selalu saja membuatku luluh. Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara mengacuhkannya. ( Raka membatin)
"Jim kita ke rumah Megan" titah Raka pada Jimmy yang sedang fokus menyetir
" baik pak" jawab Jimmy cepat.
Butuh waktu yang sangat lama untuk sampai di rumah Megan. Di dalam mobil Raka mengerjakan pekerjaan kantornya.
" Jim omzet Foodcourt menurun . Apakah kamu sudah menjalankan rencana saya untuk memberikan discount and free gift kepada pelanggan yang datang?" Raka melihat pemasukan dari semua cabang foodcourt nya mengalami penurunan.
" saya sudah menginstruksikan kepada manager di seluruh cabang pak. Jika itu tidak efektif kita bisa menjalankan plan lain. Seharusnya dalam 1 minggu sudah ada kemajuan " Jimmy menjelaskan panjang lebar detail permasalahan nya.
" bagus terus pantau, jika itu tidak berhasil aku ingin melakukan konferensi pers" Ucap Raka.
" untuk apa pak?" tanya Jimmy.
"mami udah jadi seleb terkenal saat kini. Beritanya tersebar dimana-mana. Melalui konferensi pers. Mungkin penjualan di foodcourt bisa kembali meningkat"
" saya mengerti pak"
" Pak Sudira akan membantumu , Kamu bisa berkoordinasi dengan beliau" ucapnya tegas.
"baik pak"
Raka tampak kesal dengan jalanan kota Bandung bagian Timur ini. Carut marut nya jalan membuat Raka ingin segera menepikan kendaraannya. Rumah Megan masuk ke area perumahan sempit dan sangat padat. Raka melewati beberapa rumah dengan type yang sama. Sampai Jimmy menghentikan. mobilnya.
" ini rumahnya Jim?" Raka menatap keluar . Tatapan matanya tertuju pada rumah sempit jauh lebih kecil dari rumah Megan yang dulu.
" iya pak. Apa bapak mau turun atau menunggu di mobil?" tanya Jimmy
" ayo turun" Raka membuka pintu mobilnya. Kemudian keluar berjalan ke arah rumah berwarna cat ungu.
Raka mengetuk pintu rumah 3 kali. Jimmy hanya mematung di belakang tuan mudanya. Seseorang membuka pintu rumah tersebut. Mamah Hana yang membukanya. Mata mamah Hana membelalak melihat Raka ada di depannya.
" Raka ya? " ucapnya kaget
" iya mah, mamah apa kabar?" Raka menyalami dan mencium punggung tangan mamah Hana.
" mamah baik sayang. masuk dulu nak" mamah Hana mempersilahkan Raka masuk. Raka dan Jimmy duduk di ruang tamu yang langsung berhadapan langsung dengan meja makan dan dapur .
Raka melihat Megan sedang asyik memasak. Ditangannya ada spatula. Megan nampak seksi terlihat dari belakang. Megan mengenakan tanktop ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Paha mulus Megan terlihat tanpa cacat walaupun kulitnya tidak putih tapi menampakan keeksotisan khas wanita indonesia. Megan mengenakan hotpants ketat memperlihatkan bokongnya yang nampak lebih berisi setelah punya anak.
Raka menelan kuat salivanya. Dari kemarin Raka tak bisa menahan keinginan untuk menyentuh Megan. Raka menatap Jimmy yang sedang berusaha menelan salivanya menatap tubuh seksi Megan.
" Tutup matamu atau ku congkel sampai keluar" Raka memukul lengan Jimmy dengan keras.
" saya tunggu di mobil pak" Jimmy pergi meninggalkan Raka di ruang tamu.
Mamah Hana nampak berbisik kepada Megan. Megan membalikkan badannya melihat ke arah Raka. Dan megan langsung menyimpan spatula. Kemudian meninggalkan dapur .
"kenapa kamu datang kemari?" megan sewot melihat Raka yang sudah berada di dalam rumahnya.
" kamu kan yang bilang ingin bertemu mami. Aku akan mengantarmu . Kamu tidak perlu menghubungi asistenku" Raka menimpali dengan nada kesal.
"kapan aku bertemu dengannya?" tanya Megan.
" sekarang. Cepat ganti pakaian mu sebelum habis jam besuknya"
Megan kemudian bersiap mengganti celana nya , mengambil tasnya dan berdandan setipis mungkin . Megan menemui mamah Hana yang sedang di kamar menemani tasya.
" mah , megan titip Tasya yah. Megan ada keperluan sebentar. Boleh kan mah?" Megan menatap Tasya yang tertidur lelap.
" kamu hati-hati ya . Jangan terlalu lama. Setelah urusanmu selesai segera pulang" mamah Hana mengecup dahi Megan . Dan Megan menyalami kemudian mencium tangan mamah Hana
Megan dan Raka keluar dari rumah setelah berpamitan . Jimmy sudah menunggu di dalam kemudi. Tak lama Jimmy melajukan mobilnya setelah mendapat intruksi dari Raka.
" kenapa kamu meluruskan rambutmu" Raka melihat Megan dengan rambut yang berubah jadi lurus membuat Megan lebih fresh dan lebih manis.
" aku juga ingin cantik" ucap megan ketus
" ingin cantik di depan pria brengsek itu maksudmu?" Raka nampak kesal karena Megan lebih cantik ketika sudah menikah. Sungguh Raka ingin bersama megan lagi.
"setidaknya dia suamiku. Sudah kewajibanku untuk terlihat cantik di depannya" Megan tersenyum menambah wajahnya tampak lebih manis lagi.
" Pria seperti itu kamu pertahankan. Kamu tidak tahu dibelakangmu dia bermain perempuan" Raka melihat reaksi Megan , namun Megan tampak tenang.
"aku sudah tidak peduli" jawab Megan cepat.
"hei kamu menyerahkan kesucianmu kepada lelaki seperti itu aku tidak rela." Raka meraih dagu Megan kemudian melepaskannya lagi.
" padahal selama ini kami hanya berhubungan 3 kali tapi aku bisa dengan mudah hamil anaknya" Megan menutup mulutnya cepat ketika mendengar suara Jimmy.
" ekhem .. ekhem " Jimmy melirik spion menatap tuan mudanya bereaksi mendengar ucapan Megan .
" apakah kamu kurang dibelai?" Raka membisikkannya di telinga Megan membuat bulu kuduk Megan seketika meremang.
" Tidak " jawab Megan sambil memalingkan wajahnya.
" benarkah? kenapa ketika aku menciummu kamu begitu menikmatinya" Raka menggoda Megan seketika memerah seperti tomat. Sekali lagi hanya Raka lah yang bisa menggoda Megan.
" diam kau , aku tidak menikmatinya " Megan nampak kesal.
Jimmy yang mendengar percakapan itu hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya. Tuan mudanya sungguh keterlaluan membicarakan hal seintim itu di depannya. Jimmy menutup telinganya. Pura-pura tidak mendengar apapun yang dibicarakan oleh tuan mudanya.
" mulutmu berkata tidak. Tapi hati dan tubuhmu menikmatinya" Raka tersenyum menyeringai. Habislah Megan di goda olehnya. Megan tidak ingin menanggapi omongan Raka. Semakin dia menanggapinya semakin Raka terus menggodanya.
" menikahlah denganku , aku akan menunggu masa iddahmu selesai . Aku akan menjagamu dan Tasya sepenuh hatiku" Raka menggenggam tangan Megan . Namun megan melepaskannya dengan cepat.
"Raka berikan aku waktu" ucap Megan lirih.
"aku akan menunggu berapa lama pun itu"
Keheningan terjadi, sampai akhirnya Jimmy memarkirkan kembali mobilnya di rutan . Raka dan Megan memasuki ruang daftar dan mengisi form. Megan kali ini menemui Tante veronica seorang diri. Dia tidak ingin Raka mendengar apa yang dia bicarakan dengan Tante veronica.