Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Menemui Amber


Happy Reading😘


Dev, Hazel dan juga Dillon baru saja sampai di kota kalimantan. Mereka langsung menuju pulau di mana di sana Amber sedang diikat oleh anak buahnya Dev.


Mereka melangkah dengan begitu tegap, ketiga pria itu memasuki villa yang mewah di tengah pulau dan langsung menuju salah satu kamar, dimana sudah ada dua anak buah Dev yang berjaga.


Bugh


Bugh


Saat sampai di sana, Dev langsung menonjok kedua anak buahnya. Dia begitu geram Sebab mereka kecolongan dan akhirnya Amber bisa menghubungi anak buahnya yang ada di luar, untuk mencelakai ayahnya Dea dan juga merusak sawah mertuanya.


"Kenapa kalian begitu ceroboh? Aku kan minta kalian buat berjaga, kenapa sampai kecolongan?" bentak Dev dengan suara yang begitu marah dan keras.


Kedua anak buah Dev yang berbadan kekar itu menunduk takut, apalagi saat ini Dev sedang memegang pistol di tangannya.


"Maafkan kami Bos, kami tahu kami salah. Kami telah lalai, tapi kami pastikan Bos wanita itu tidak bisa keluar dari sini." ujar salah satu dari anak buah Dev.


"Bagus, kalau sampai dia keluar dan sampai kalian kecolongan lagi, maka kepala kalian yang akan menjadi taruhannya." geram Dev dengan sorot mata yang begitu tajam dan juga menyeramkan. Setelah itu dia membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam bersama Hazel dan juga Dilon.


Amber yang melihat pintu terbuka seketika membuka matanya. Dia sedang duduk di kursi dalam keadaan diikat, sorot mata Amber begitu penuh dendam dan kebencian menatap Dev.


Prok


Prok


Prok


Dev berjalan sambil menepuk tangannya "wow, wow, amazing. Kau wanita yang begitu licik, ternyata hukumanmu di sini belum membuatmu Jera juga ya! Dasar kau wanita sandal jepit" geram Dev sambil menjambak rambut Amber.


Dev tersenyum menyeringai, dia melepaskan jambakan rambut Amber lalu menatap wanita itu dengan Tatapan yang penuh dengan amarah. "Kau dengar ya! Sekarang aku kasih pilihan kepadamu jika kau mau nyawamu selamat dan kau mau keluar dari sini. Maka kau harus menuruti ucapanku. Tapi jika tidak, maka jangan pernah berharap kau akan keluar dari sini dengan keadaan hidup." bentak Dev sambil menggebrak meja dengan keras.


Amber Sampai terjingkat kaget karena gebrakan tangan Dev. Dia menatap pria itu dengan tatapan meledek. "Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu hah!" Tantang Amber sambil meludah ke samping.


Dev yang ditantang seperti itu, menjadi sangat geram Dia kemudian menjambak rambut Amber kembali hingga wajah cantik Amber mendongkrak ke atas. Sedangkan Dillon dan juga Hazel hanya diam dan bersandar di tembok, menyaksikan Bagaimana Dev akan menghukum wanita itu.


"Sekarang aku kasih pilihan kepadamu! Kau harus meminta maaf, dan mencium kakiku lalu kau perintahkan anak buahmu untuk menghentikan semuanya, atau Kau akan tahu akibatnya." ancam Dev sambil mengeluarkan sebuah pisau cutter.


"Hahaha...... Dev, Dev. Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu? Kau itu tak lebih dari seorang pria yang suka bersembunyi di ketek wanita. Kau pikir ancamanmu itu mampu untuk menghentikan semuanya? Nggak Dev, aku nggak akan pernah menghentikan semuanya. Aku ingin wanita itu mati."


"Wah, wah, wah. Kau kembaran nenek gayung. Kau sama sekali tidak takut dengan ancaman Dev? Amazing.... Kau benar-benar menantang maut sendiri." ledek Dilon


"Sudahlah Dev, kau ini buang-buang waktu saja. Kalau emang wanita kembaran baskom ini tidak mau mendengarkan kau, kami akan menyumpel mulutnya dengan pedang jaka Tarub kami." Timpal Hazel


Amber menatap kedua pria itu dengan tajam. "Apa maksud kalian bicara seperti itu hah? Kalian pikir aku mau menyerahkan tubuhku untuk kalian? Bahkan pedang kalian saja belum tentu bisa memuaskan ku?" Ledek Amber dengan nada menghina.


Dilon dan Hazel saling memandang satu sama lain, keduanya sama-sama tersenyum menyeringai lalu berjalan mendekat ke arah Amber. "Kau menantangku wanita sial*n? Kau akan tahu Setelah merasakan semuanya, dan kau tentunya tidak akan pernah lepas dari sini, kau paham." ancam Dillon dengan nada yang begitu marah.


"Jangan dulu Dil, Hazel. Biarkan wanita ini berpikir sejenak. Hei kau! Aku kasih kau waktu berpikir satu jam, aku rasa itu cukup. Setelah itu aku akan balik lagi ke sini, dan akan menanyakan keputusanmu. Dan aku harap keputusanmu adalah keputusan yang tepat, jika kau sayang dengan nyawamu kau paham." ucap Dev sambil memasukkan pisau cutter itu kembali ke dalam sakunya.


Setelah itu Hazel, Dilon dan juga Dev keluar dari kamar itu meninggalkan Amber yang Menjerit dan berteriak memanggil dan memaki ketiga pria itu, dia bahkan terus meronta sampai badannya ambruk ke lantai.


"Lihat saja kau Dev, Aku tidak akan berhenti sampai wanita itu mati dan kau menjadi milikku kembali." Gumam Amber dengan Tatapan yang begitu penuh dendam.


Bersambung.......