Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Apa aku Sudah Mencintainya


Happy Reading ๐Ÿ˜˜


"Loh, kok nanya Dea sih? Kan Dea nanya Mas, apa sudah cinta apa belum? Kok malah suruh Dea nebak, ya mana dea tahu Mas. Kan yang punya hati Mas. Kalau Dea mah berharap Mas sudah mencintai Dea." Ucap Dea dengan bibir cemberut.


Dev yang melihat bibir cemberut Dea merasa gemas, lalu mengecup nya dengan singkat, hingga membuat wanita itu melotot.


"Jangan cium cium Dea ih! Mas aja belum jawab." Kesal Dea yang pura pura marah.


Dev terkekeh mendengar ucapan istrinya itu, lalu ia menggenggam tangan Dea dan menciumnya.


"Apa, yang kita lakukan selama ini, masih belum cukup menjawab pertanyaan kamu?" Ujar Dev


Dea menatap kedua mata suaminya itu.


"Maksud Mas?" Dea masih belum faham dengan apa yang Dev katakan.


"Apa penyatuan kita selama ini tidak bisa menjawab pertanyaan kamu saat ini? Apa aku harus menjawabnya secara gamblang! Jujur saja sayang, aku bukanlah pria yang pandai berkata manis, aku lebih suka mengatakan sesuatu itu dengan sebuah tindakan." Jelas Dev.


Hati Dea menghangat mendengar ucapan Dev, dia mengerti dengan apa yang suaminya katakan.


"Tapi aku mau mendengar secara langsung dari mulut suami aku." Ucap Dea


Dev pun bangkit dan duduk di sebelah Dea, dengan gerakan cepat dia mengangkat tubuh istrinya dan menaruhnya di atas pangkuan nya.


Dea terpekik kaget saat Dev mendudukan nya di atas pangkuan nya, lalu tangan Dev melingkar di pinggang sang istri.


"Dengarkan aku ya Dea istriku! Aku sangat, sangat, dan sangat mencintai kamu! Entah kapan cinta itu hadir di sini, tapi aku begitu takut kehilangan kamu." Jelas Dev sambil mengarahkan satu tangan Dea ke dadanya.


Dea begitu senang mendengar ucapan Dev.


"Kamu adalah sebuah berlian yang begitu menawan dan indah! Hingga aku tak mau kamu terluka sedikitpun. Aku bahkan akan menjaga mu dengan nyawaku."


Dea yang mendengar itu langsung memeluk tubuh sang suami, dia begitu bahagia sebab Dev sudah mencintainya.


Setelah pelukan sedikit renggang, Dev segera menyatukan bibir nya dengan bibir lembut milik Dea.


Ciu-man itu semakin dalam saat Dea membuka sedikit mulutnya agar Dev bisa lebih leluasa. Kedua tangan Dea sudah melingkar di bahu Dev.


Ciu-man itu semakin lama semakin panas, dengan gerakan cepat Dev membuka jilbab bergo milik Dea lalu menyusuri lehernya.


"Sshh...." Dea mendesis saat merasakan sakit tapi juga enak saat Dev mengh-isap lehernya.


Dia kembali menempelkan bibirnya, sedangkan tangan nya sudah aktif meremaas dada Dea dengan penuh naf-su.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Di sebuah cafe sedang duduk tiga orang sahabat yang sedang meminum coffee sambil bersantai.


"Al, Lo kemana aja sih? Akhir akhir ini Lo itu sangat sibuk? Emang si kamvret ngasih kerjaan nya kebangetan sih." Tanya Hazel pada Alvin.


"Ya, namanya juga kerjaan." Jawab Al dengan cuek.


Al baru saja selesai meeting bersama klien nya, dan dia tak sengaja bertemu dengan kedua sahabat nya.


Jadi Al putuskan untuk berbincang sebentar menghilangkan suntuk di kepala nya.


"Al, gw ada kenalan cewek cantik! Lo mau ga? Gw jamin deh, Lo bakal suka." Ujar Dillon


Al meminum coffee nya lalu menggeleng cepat, membuat Dillon dan Hazel mencebik kesal.


"Lo itu mau sampai kapan sih jomblo mulu! Apa Lo gak ada niatan buat nikah? Al, gw tahu Lo masih belum bisa lupain Sekar. Tapi ingat Al, Lo juga harus menata masa depan Lo. Apa Lo gak pengen punya anak? Lo itu harus bisa buka hati Lo lagi buat wanita lain Al. Kasihan Mama sama Papa Lo, mereka pasti ingin punya cucu." Tutur Hazel.


Al terdiam mendengar ucapan sahabatnya itu, entah kenapa itu menjadi sebuah tamparan untuk nya.


Dan seketika pikiran Al malah tertuju pada Lala. Ia ingat omongan Lala tadi pagi, dan saat mengingat itu membuat Al merasakan sakit di hatinya.


'Ada apa denganku? Apa iya aku sudah...' Batin Al menerka nerka.


"Wooy... Malah bengong." Kesal Hazel sambil menepuk pundak Al.


"Sorry Guys, gw harus balik ke kantor." Pamit Al


"Ah, gak asik Lo mah." Ketus Dillon.


Bersambung.......