Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Siapa Joni?


Happy Reading 😘


Satu jam lama nya Dev keluar mencari pedagang pempek dan baru ketemu itu pun ada di pinggir jalan yang jualan pakai gerobak.


Dev berharap istrinya itu gak akan sakit perut karena memakan makanan pinggir jalan.


Sesampainya di mansion, Dev heran saat melihat mobil Al berada di sana.


"Tumben tuh anak kesini. Ada apa ya?" Heran Dev bertanya-tanya.


Saat Dev masuk melewati ruang tamu, dia melihat Al, Dea, dan kedua orang tuanya juga di sana. Tapi yang membuat Dev heran adalah, cewek yang duduk di samping Al.


"Al, Lo disini? Kenapa? Apa ada hal yang penting?" Tanya Dev sambil duduk di samping Dea.


"Iya, sorry dateng malam malam. Ini gw kesini mau kenalin tunangan Gw." Jelas Al sambil melirik Lala.


"Oh, ini ternyata tunangan Lo! Waaah, gila Al. Lo predator banget, masa anak bocah Lo embat juga!" Ledek Dev.


"Biarin, napa Lo sirik hah? Yang pasti tunangan gw lebih manis dari istri Lo."


"Apa Lo bilang! Eh, Dea itu jauh cantik dan manis kemana mana ya."


"Ciih, dasar bucin." Ledek Al


"Sudah sudah, kalian ini kalau sudah ketemu kayak tom and jerry saja." Timpal Papa Bachtiar.


Kemudian Dev memberikan pempek pesanan istrinya itu pada pelayan untuk di siapkan.


"Yasudah, kalau gitu Dea pamit ya mau ke meja makan dulu." Ucap Dea.


Dia tak enak jika harus makan di sana.


"Oh ya Dev, kenalin. Dia Lala tunangan sekaligus calon istri gw." Ucap Al


Dev mengulurkan tangan nya, dan di sambut oleh Lala.


"Saya Dev, sahabatnya Al."


"Saya Lala Tuan."


"Yasudah, kalau begitu gw tinggal dulu ya! Mau nemenin Dea makan, kasihan kalau sendiri." Pamit Dev sambil berdiri.


Tapi sebelum meninggalkan ruang tamu, Dev menengok dulu pada Al.


"Belum juga di Terima lamaran Lo, udah mengklaim aja kalau Lala calon bini Lo." Ledek Dev sambil berlalu pergi.


"Itu pasti! Gak akan ada yang menolak seorang Al." Jawab Al dengan pede.


Lala, dan kedua orang tuanya Dev hanya menggelengkan kepala nya saat melihat Dev dan Al saling melempar ledekan.


40 menit sudah, Lala dan Al pamit pulang setelah berbincang dengan Dev dan keluarga nya.


Lala senang sebab keluarga Dev menyambut hangat kedatangan nya dan Al.


"Al, anak orang jangan di apa apain dulu ya! Kalau Lo udah gak kuat, mending halalin malam ini juga." Ucap Dev.


"Tenang, besok gw bawa ke KUA. Lagian si joni masih kuat kok, walau kadang ke siksa."


Mama Linda menepuk bahu Al dan Dev bergantian, lalu menatap tajam kedua pria muda itu.


"Kalian ini, kalau mau bahas begituan jangan di sini. Apa gak malu sama Lala dan Dea hah?" Gertak Mama Linda


Dev dan Al hanya terkekeh sambil menggaruk belakang leher mereka. Sedangkan Lala hanya menatap bingung pada Al dan Dev.


Dia tidak tahu maksud dari ucapan mereka tentang si joni.


'Joni itu siapa ya? Kenapa dia kesiksa?' Batin Lala dengan bingung.


Setelah itu Lala dan Al masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Bachtiar.


"Sayang, kamu istirahat dulu yuk!" Ajak Dev


Dea mengangguk lalu berjalan ke kamar setelah pamit pada Mama dan Papa. Dev menggandeng tangan Dea, dia takut jika istrinya terjatuh.


"Sayang, gimana kepala kamu? Apa masih pusing?" Tanya Dev saat mereka berbaring di kasur.


"Sudah lebih baik Mas, walaupun masih sedikit pusing." Jawab Dea


Al pun menarik selimut dan menutup tubuh nya dan juga Dea. Setelah itu dia mengangkat kepala Dea dan menaruh tangan nya di bawah kepala Dea untuk menjadi bantalan.


Sekarang Dea lebih suka tidur dalam dekapan Dev. Apalagi menciun harum tubuh Dev.


Saat mereka akan memejamkan mata, tiba tiba ponsel Dev berdering. Dev pun terpaksa bangun dulu.


"Siapa Mas?" Tanya Dea


"Anak buahku sayang, aku angkat sebentar ya." Ucap Dev sambil menggeser tombol hijau.


Dev. "Hallo, gimana?"


Jupri. "Hallo Bos, maaf ganggu malam malam. Saya tadi memergoki seseorang yang hendak menabur racun pada sawah pak Rozak Bos."


Dev. "Lalu, apa tertangkap?"


Jupri. "Pas tadi saya mau menangkap nya, saya mendengar dia sedang menelfon seseorang Bos."


Dev. "Seseorang? Siapa dia? Terus orang itu bicara apa?" Tanya Dev penasaran.


Jupri. "Orang itu bilang, jika kejahatan nya mulai terendus. Dan mereka akan bertemu di markas katanya Bos."


Dev. "Markas? Dimana markas mereka?"


Jupri. "Saya kurang tahu Bos, dan ini saya lagi mengikuti dia Bos. Nanti saya kasih lokasinya sama Bos."


Dev. "Baik, kau pantau terus. Aku tunggu kabarmu secepatnya."


Tut


Telfon pun terputus, Dev bernafas lega sebab sebentar lagi ia akan mengetahui siapa dalang nya selama ini.


Bersambung......