Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Calon Istri Idaman


Happy Reading ๐Ÿ˜˜


Setelah Al berobat dari rumah sakit, dia tidak ke kantor. Sebab tadi di mobil sudah menelfon Dev dan mengabarkan apa yang terjadi.


Tentu saja Dev faham dengan keadaan Sahabatnya itu.


Al langsung menuju kantor polisi dengan Mama dan Papa nya, dia akan menemui Erna, wanita yang sudah membuatnya murka.


Sesampainya disana Al duduk di kursi pengunjung. Lalu tak lama Erna datang dengan satu polisi di samping nya.


"Tuan, saya mohon Tuan keluarkan saya dari sini. Saya gak mau di penjara." Pinta Erna dengan wajah memelas.


"Cih, melepaskanmu! Jangan harap Nona. Kau akan membusuk di sini sebab sudah membuat tunangan ku hampir celaka." Ucap Al dengan aura dingin nya sambil berdecih.


Erna meneguk ludahnya dengan kasar saat melihat aura dingin Al yang menatapnya dengan tajam.


Nyali Erna menciut seketika, tapi dia juga tidak mau jika sampai mendekam di penjara.


"Tuan, saya melakukan itu bukan tanpa sebab. Dia itu wanita jal--"


"Cukup! Sekali lagi kau bilang tunangan ku dengan sebutan seperti itu, maka ku pastikan selamanya kau mendekam di balik jeruji besi." Bentak Al dengan tatapan yang begitu mengerikan.


Erna sampai terperanjat kaget saat Al membentaknya. Aura di sana terasa begitu horor bagi Erna.


"Pak, saya mau dia hukum dengan berat! Akan saya kirim buktinya." Ucap Al pada polisi


"Baik Pak." Jawab polisi itu.


"Kau dengar ya Tuan, pengacara ku akan membebaskan aku dari sini. Kau tak tahu siapa keluargaku!" Teriak Erna Tapi Al tak perduli dengan ucapan wanita itu.


Setelah itu Al pergi dari sana, dia tak perduli dengan teriakan Erna yang meminta di bebaskan.


Al menuju mobilnya dimana Mama dan Papa nya menunggu.


"Bagaimana Al?" Tanya Mama Rose yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Al.


"Ya gak gimana gimana Ma! Yang pasti dia gak akan bebas." Jawab Al


Mereka pun pergi dari kantor polisi untuk pulang ke rumah.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Lala baru saja bangun dari tidur nya, dia duduk sambil mengingat apa yang terjadi. Saat ingatan Lala terkumpul, wajahnya mendadak cemas dan keluar menuju kamar Al.


Tapi sesampainya Lala di kamar Al, dia tak menemukan tunangan tampan nya itu.


"Kemana dia? Ah iya, aku lupa kalau pasti dia kembali ke kantor lagi." Ucap Lala sambil menepuk jidatnya. Tapi sedetik kemudian Lala menggeleng.


"Nggak, nggak mungkin. Punggung dia kan lagi terluka? Ah, aku tanya sama pelayan saja."


Lala pun turun ke lantai bawah dan bertanya pada pelayan disana tentang keberadaan Al.


"Oh, tadi Tuan Muda, Nyonya sama Tuan Besar keluar Nona."


"Waduh, kalau itu saya kurang tahu Nona." Jawab pelayan itu.


Lala pun mengangguk faham, lalu berjalan ke dapur untuk mengambil air putih dingin.


Saat melihat lobster di kulkas, Lala seketika mempunyai ide bagus. Ia meminta tolong pada koki disana untuk membantunya memasak lobster itu.


"Biar saya saja Nona." Ucap koki itu.


"Aku ingin memasaknya untuk Kak Al Bibi. Tolong bantu aku ya!" Pinta Lala dengan wajah memelas.


Koki yang bernama Bi Mela itu pun mengangguk, lalu mulai menyiapkan bahan bahan untuk memasak lobster asam manis.


Lala tidak bisa memotong lobster itu, makanya dia hanya memotong bawang dan bahan lainnya saja.


30 menit masakan itu sudah jadi. Aroma nya sangat wangi hingga tercium ke penjuru ruangan.


"Waaah, ini pasti Tuan Muda sangat suka Nona." Ucap Bi Mela.


"Semoga ya Bi." Jawab Lala yang tengah menghias lobster itu di piring.


Setelah semua masakan jadi, Lala pun pamit ke kamar untuk mandi sebab jam sudah menunjukkan pukul 17.30 sore.


Berbarengan dengan itu mobil Al baru sampai di rumah. Mereka langsung turun dan masuk kedalam.


"Eeeumm... Wangi apa ini?" Ucap Mama Rose sambil menghirup aroma masakan.


"Iya Ma, wangi sekali. Papa jadi laper." Timpal Papa Blossom.


Mama Rose pun berjalan ke dapur dan melihat meja makan yang sudah penuh oleh makanan.


"Bi Mela, ini Bibi yang masak sebanyak ini? " Heran Mama Rose sambil mengambil udang crispy di piring.


"Bukan Nyonya, tapi Nona muda. Nona sengaja masak buat Tuan Muda katanya." Jawab Bi Mela.


Mama Rose melirik ke arah Al, sedangkan yang di lirik hanya diam saja tanpa ekspresi.


Padahal jauh di lubuk hati Al dia begitu senang dan bahagia sebab Lala memasak semua ini untuk dirinya.


"Ekhm, Pa. Kayaknya sudah ada calon istri idaman ya Pa." Ledek Mama Rose sambil melirik ke arah Al.


"Iya Ma, calon istri dan mantu idaman."


"Apaan sih Ma, Pa." Ujar Al dengan malu


Al tak mau semakin di goda Mama dan Papanya, dia pun melangkah meninggalkan meja makan menuju kamar nya.


Bibirnya tertarik ke atas saat melihat kamar Lala.


"Aku benar benar gak sabar menghalalkan kamu sayang!" Ucap Al dengan lirih sambil melihat kamar Lala.


Setelah itu Al pun masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Bersambung.......