
Happy reading..........
Hazel berjalan dengan Nina mendekat ke arah tante Eriska dan juga Monica, dengan senyum yang merekah di wajah mereka. Nina juga terlihat begitu heran, sebab ada Monica di sana. Tetapi dia mencoba menampilkan wajah yang biasa saja, walaupun Monica menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.
Monica semakin menatap tajam ke arah Nina, dengan perasaan tak suka, dan rahang mengeras. Namun dia mencoba untuk bersikap manis di hadapan Hazel.
Dan saat Hazel ada di dekat dia, Monica pun bergelayut manja di lengan kekar Hazel. "Kamu kemana aja sih? Aku kan nungguin kamu dari tadi," ucap Monica dengan nada yang manja sambil melirik sinis ke arah Nina.
Dia sengaja melakukan itu, karena dia ingin membuktikan kepada Nina bahwa dialah yang berhak memiliki Hazel. Tetapi Nina hanya melihat kelakuan Monica dengan senyuman miring di bibirnya.
'Dasar nenek lampir! Udah kayak perangko aja ke sink nempel, ke sana nempel,' batin Nina sambil melihat Monica yang sedang bergelayutan di lengan calon suaminya.
Hazel merasa tidak enak kepada Nina, dia pun melepaskan tangan Monica dengan paksa. Walaupun Monica mencengkram erat lengan Hazel.
"Lepaskan! Atau aku buat malu kamu di sini" ancam Hazel sambil menatap tajam ke arah wanita yang berada di sampingnya, dengan suara yang begitu datar dan dingin.
Monica berdecak kesal, kemudian dia pun melepaskan pegangan tangannya di lengan Hazel. "Kenapa sih? Biasanya juga kamu nggak kenapa-napa! Enggak masalah kalau aku bergelayut manja di lengan kamu," gerutu Monica dengan wajah yang ditekuk, berharap jika Hazel akan meminta maaf kepadanya dan merayu dirinya.
Suara MC mengalihkan perhatian mereka, MC itu pun memanggil Hazel untuk naik ke atas panggung. Dan dngan penuh rasa percaya diri Hazel pun naik.
"Selamat malam semuanya! Terima kasih untuk kalian yang sudah hadir di acara ini. Sebenarnya malam ini, saya ingin memperkenalkan seseorang yang sudah membuat hati saya bergetar, dan membuat saya merasakan artinya cinta yang sesungguhnya." Hazel berucap sambil menatap semua orang yang ada di hadapannya, lalu tatapan Hazel mengarah ke Nina yang berada di samping Monica.
Monica tersenyum manis saat Hazel menatap ke arah dia. Padahal Hazel bukan menatap ke arah Monica, melainkan menatap ke arah Nina. Tetapi dengan pedenya, Monica malah tersenyum manis ke arah Hazel.
Suara riuh para tamu yang ada di sana berbisik-bisik, menebak Siapa wanita yang telah meluluh lantahkan hati Hazel.
"Kalau begitu, saya akan mempersilahkan wanita istimewa yang sudah mencairkan hati saya, dan membuat saya merasa nyaman berada di dekatnya. Silakan naik wanitaku," ucap Hazel sambil membentangkan tangannya ke arah Nina.
Monica menganggap jika dialah yang dipanggil oleh Hazel. Dengan pedenya Monica memasang wajah yang begitu manis, kemudian Monica menatap sinis ke arah Nina yang berada di sampingnya.
"Sudah kubilang, Hazel itu hanya milikku! Dan kau wanita kampung, tidak cocok bersanding dengan Dia," ucap Monica setengah berbisik di telinga Nina.
Dengan penuh rasa percaya diri, Monica mengibaskan rambutnya. Lalu berjalan berlenggak-lenggok bak model, menghampiri panggung di mana Hazel berada. Namun baru saja satu langkah kakinya menaiki tangga panggung, tiba-tiba Hazel mengatakan sesuatu yang membuat wajah Monica seketika malu sampai ke ubun-ubun.
"Nina... Nina ke sini! Naiklah ke panggung," Hazel berucap dengan suara yang begitu lembut, membuat semua orang seketika menatap ke arah Nina yang ditunjuk oleh Hazel.
Dengan tersenyum manis, Nina pun berjalan menuju panggung. Dan saat dia melewati Monica, Nina menatap Monica dengan senyum penuh kemenangan mengembang di wajahnya. Kemudian dia pun naik ke atas panggung dan berdiri di samping Hazel.
Monica masih tertegun, saat melihat Hazel memanggil Nina. Dia masih belum percaya jika wanita itu naik ke atas panggung.
"Perkenalkan, dia adalah wanita yang sudah mencuri hati saya, dan membuat jantung saya selalu berdebar. Nina Anggraini, wanita cantik dan solehah yang menjadi tambatan hati saya," ucap Hazel sambil menatap lembut dan hangat ke arah Nina.
Monica mengepalkan kedua tangannya, kemudian dia menaiki panggung dan menghampiri Hazel dan Nina. "Tidak! Kamu pasti bercanda kan Hazel? Wanita kampung ini tidak mungkin menjadi pendamping hidup kamu! Yang pantas itu cuma aku, bukan wanita kampung dan norak ini!" Teriak Monica, tidak terima melihat Hazel menyatakan cinta dan keseriusan nya ke untuk Nina.
Monica mengangkat tangannya, hendak menampar wajah Nina. Tetapi dengan cepat, Hazel menahan tangan Monica kemudian menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar, dan menatap tajam ke arah Monica.
"Hazel, kamu nggak bisa dong giniin aku! Bukan dia kan wanita yang kamu maksud? Tapi aku. Dia tidak pantas Hazel! Dia wanita kampung, dia wanita norak."
Monica berujar dengan nada yang begitu tajam dan sedikit berteriak, sambil menatap ke arah Nina dengan penuh kebencian.
"Kamu bilang apa? Kamu jangan mimpi! Aku selama ini tidak pernah menganggap kamu lebih dari teman. Tetapi, Jika kamu menganggap aku lebih dari teman, itu adalah masalah kamu, bukan masalah aku. Emangnya kamu tahu wanita kriteria aku itu seperti apa? Dan, emangnya kamu tahu wanita yang aku inginkan itu seperti apa? Dan kamu pikir kriteria yang aku mau itu, seperti kamu? Tidak! Kamu salah. Wanita yang membuat aku jatuh cinta, adalah Nina. Mungkin dia memang dari kampung. Mungkin dia tidak sekaya kamu, tetapi dia wanita sholehah, dia wanita yang bisa menjaga martabatnya, dan dia wanita yang aku idamkan selama ini. Jadi, jangan pernah sekalipun kamu menghina dia atau kamu akan tahu akibatnya." Bentak Hazel.
Monica mendengus dengan kesal, dia menghentakkan kakinya lalu turun dari panggung. Namun baru saja dia turun dari panggung, dan menuruni satu anak tangga, tiba-tiba kakiknya terseleo hingga dia pun jatuh. Tetapi bukannya menolong nya, semua orang malah mentertawakan Monica, hingga membuat wanita itu benar-benar malu.
Dengan tertatih, Monica pun bangkit kembali dan pergi meninggalkan acara itu dengan Hati yang kesal. Dia benar-benar malu dipermalukan sedemikian rupa oleh Hazel. Karena di sana banyak teman-temannya. Padahal tadi sebelum Hazel datang, Monica sudah berujar kepada teman-temannya bahwa dialah yang akan dilamar oleh Hazel malam ini. Tetapi ternyata yang dilamar oleh Hazel adalah Nina, bukanlah Monica. Dan itu sangat membuat Monica malu.
Semua orang yang ada di acara itu berbisik-bisik satu sama lain. Ada yang menyayangkan Hazel bersama Nina, tetapi ada yang mendukung sebagian. Ada juga yang menertawakan Monica, karena sudah dipermalukan, dan lebih tepatnya dia mempermalukan diri sendiri, karena sudah dengan pedenya maju tanpa disebut namanya.
Bersambung. . . .....
Maaf ya author baru bisa update🙏🙏soalnya beberapa hari ini sangat sibuk ditambah badan juga kurang fit🙃 jadi beberapa novel author telat update Jadi harap kalian untuk maklum🙏🙏