
Happy Reading ๐๐
Sesampainya di kantor Dev langsung memerintahkan Alvin untuk mengirim uang sebesar 10 juta pada mertua nya di kampung. Dia juga menyuruh anak buah Alvin membuatkan buku tabungan untuk mertua nya di kampung.
"Kamu urus semua ya Al, saya Terima beres." Ucap Dev
"Baik Bos."
"Oya Al, kerjaan buat 2 minggu kedepan siapkan biar saya cek, soalnya minggu depan saya harus pulang ke kampung Dea."
"Mau ngapain?"
"Itu, sahabat nya Dea mau menikah! Dan Lo tahu Gak! Sahabat nya si Dea itu mau nikah sama cowok yang suka sama istri gw?"
"Serius? Bagus dong! Artinya Lo gak punya saingan lagi?" Ucap Al masih duduk di hadapan Dev.
"Nah itu dia Al. Gw kesana sekaligus mau memastikan tu Cowok bener bener nikah sama sahabat nya Dea." Ujar Dev
Setelah berbincang Alvin pun pamit kembali ke ruangan nya. Dia harus menyiapkan berkas berkas yang di perintahkan oleh Dev. Alvin juga pasti lembur untuk beberapa hari kedepan.
๐น
๐น
๐น
Lala sedang membersihkan kamar Alvin, sedari dia kerja di sana. Lala selalu menatap pada sebuah foto yang di taruh di atas nakas samping tempat tidur.
Di foto itu Lala melihat Alvin tersenyum bahagia bersama seorang wanita cantik. Lala tak menyangka jika orang se dingin Al bisa tersenyum bahagia seperti itu, padahal selama ini wajah nya sangat datar tanpa senyuman.
"Tuan Al, sangat tampan jika sedang tersenyum seperti itu? Mereka nampak sangat serasi, tampan dan cantik. Pasti Tuan Alvin sangat mencintai wanita itu? Beruntung nya dia...." Gumam Lala sambil mengusap foto tersebut.
Setelah membersihkan kamar Alvin, Lala pun mengambil baju kotor di keranjang dan membawa nya kemesin cuci di belakang.
Tangan Lala memegang sebuah kain dalaman milik Al. Dengan perasaan jijik Lala melempar benda itu kedalam mesin cuci. Bibir nya menggerutu kesal, sebab baru pertama ini dia memegang benda keramat milik orang lain.
"Huuuhhh... Kalau bukan karena kerjaan mah, males aku harus pegang tuh cd tarzan? Geli iiih...." Gumam Lala sambil bergidik geli, otak nya bahkan sudah melalang buana ke atas langit.
Lala membayangkan betapa besar dan gagahnya belalai kuda itu. Seketika Lala langsung memukul kepala nya saat piktor nya mulai merajalela.
"Apaan sih La! Kenapa juga gw mikirin hal menjij ikan itu sih? Iiih... Kenapa lagi nih otak ngeres banget?" Gerutu Lala pada dirinya sendiri.
๐น
๐น
๐น
Hari ini adalah hari dimana Dea amat sangat bahagia, sebab ia akan bertemu dengan keluarga nya lagi. Walaupun setiap hari mereka selalu video call lewat ponsel, tapi Dea tak puas sebelum bertemu langsung.
"Sayang, ada yang kelupaan gak?" Tanya Dev saat akan masuk kedalam mobil.
Dea terdiam memikirkan apa ada barang yang tertinggal atau tidak, dan ternyata tidak ada. "Nggak ada Mas, semua sudah kok!" Jawab Dea.
"Yasudah kita berangkat sekarang." Ucap Dev.
Dea mengangguk, mereka hanya berangkat berdua saja sebab Mama dan Papa tak bisa ikut karena ada Dira di Mansion dan lagi hamil. Mereka takut jika Dira kenapa napa.
Saat Dea dan Dev akan masuk kedalam mobil tiba tiba Arumi berteriak.
"Jangaaan......" Dev dan Dea seketika menoleh ke arah Arumi.
"Arumi, kenapa sayang?" Tanya Dira sambil berjongkok di hadapan Arumi.
"Aunty, Om Dev. Jangan naik mobil itu... Itu akan meledak di jalan." Jelas Rumi.
"Bagaimana bisa Rum?" Tanya Dira dengan wajah terkejut.
Begitupun dengan Mama dan semua orang di sana. Dea juga sangat syok saat mendengar penjelasan Rumi, memang Dea sudah tahu kelebihan Rumi dari suaminya
"Rumi lihat kalau ada orang yang menaruh Bom pakai motor di samping mobil Om Dev, lalu tak lama mobil nya meledak? Om, jangan berangkat Om..." Punya Arumi.
Dev dan Papa saling melihat satu sama lain, seakan mereka sedang kontak batin. Lalu Dev mengajak Papa nya berdiskusi tentang apa yang harus di ambil.
"Kamu bawa pengawal aja Dev." Usul Papa.
"Bisa memang Pa! Cuma tetap saja kan bisa. Atau begini saja Dev punya ide cemerlang." Ucap Dev
"Apa itu?" Tanya Papa.
Lalu Dev membisikan sesuatu pada Papa, dan seketika wajah Papa mengangguk setuju. Setelah itu Dev mengajak Dea ke kamar nya untuk berganti pakaian.
"Mas, kenapa harus berpakaian seperti ini?" Bingung Dea
"Untuk mengelabui mereka sayang."
"Tapi kamu yakin kita aman?" Cemas Dea, Dev mengangguk lalu mereka pun turun ke bawah.
"Dev, hati hati ya! Jangan ngebut ngebut." Pesan Mama sambil memeluk Dea.
"Iya Ma, Mama tenang saja! Aku akan jaga Dea. Oya Rumi, kalau ada apa apa segera telfon Om ya." Pesan Dev pada Rumi.
"Siap Om."
Setelah itu Dean dan Dev pun berangkat tapi setelah mobil Dev keluar, setelah beberapa menit barulah Dev dan Dea keluar menggunakan motor.
Bersambung........