Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Penyerangan


Happy Reading 😘😘


Maaf Author telat up🙏Author nya lagi sakit🤧Jadi mohon do'a nya ya, agar Author cepet sembuh🤗


Siang ini rencana nya Dea akan mengantarkan makan siang ke kantor Dev, walaupun Dev sudah melarang nya tapi Dea ingin sekali kesana. Akhirnya Dev meminta Alvin untuk menjemput Istrinya itu.


"Silahkan Nona." ucap Alvin sambil membukakan pintu mobil untuk Dea.


"Terimakasih"


Mobil pun melaju meninggalkan Mansion, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan antara Alvin dan juga Dea. Keduanya sama sama sibuk dengan pikiran nya.


Alvin juga tengah memikirkan bagaimana keadaan Lala di apartemen nya. Sebab terakhir dia meninggalkan Lala, gadis itu masih melamun sambil memandangi foto sang Papa.


Alvin membawa Lala ke apartemen nya sebab Al tahu jika Lala tak punya siapa siapa lagi. Awalnya Lala menolak nya, tapi karena paksaan dari Alvin, akhirnya Lala pun mau.


Di tempat lain, Dev sedang gelisah memikirkan Dea yang tak kunjung sampai juga. Dia mencoba menelfon Dea dan tak lama telfon pun tersambung.


"Hallo, Assalamu'alaikum Mas." ucap Dea di sebrang sana.


"Waalaikumsalam sayang, kamu dimana? Kenapa belum nyampe kantor?" tanya Dev dengan cemas.


Dea malah terkekeh saat mendengar ucapan suaminya. "Kenapa ketawa sih? Aku tuh cemas tahu." ucap Dev dengan kesal.


"Ya, lagian kamu mah aneh Mas! Orang aku baru keluar 10 menit yang lalu, masa udah sampe apa belum?" heran Dea.


"Sayang, aku tuh khawatir sama kamu!"


"Aku gak papa sayang! Aaawwh... Loh, kak Alvin kenapa ngerem mendadak?" tanya Dea pada Alvin.


"Maaf Nona, di depan ada mobil yang menghadang." ujar Alvin


Pandangan Dea tertuju pada mobil depan, dia melihat ada 4 orang yang turun dari mobil itu dengan perawakan yang besar, dan memakai topeng.


"Sayang, ada apa? Kamu kenapa?" panik Dev.


"Mas, i-ini Mas, ada yang menghadang mobil kita! Dan ada 4 orang yang turun dari mobil Mas, mereka gedor gedor kaca mobil Mas! Aaagghhh... Mas, Dea takut." ucap Dea dengan ketakutan.


Lalu Dev meminta Dea untuk menyerahkan ponsel nya pada Alvin.


"Hallo Dev." ucap Alvin dengan wajah tegang.


"Hallo, Vin Lo tabrak aja mobil di depan. Lo kabur dari sana Vin! Gw gak mau ambil resiko buat istri Gw, Lo paham!" ujar Dev


''Lo gila apa! Sama aja bikin celaka b*go." kesal Al


"Heh, oncom. Mobil itu anti peledak, anti penyok juga. Udah Lo nurut sama gw."


Alvin pun mengiyakan perintah Dev, lalu dia menyerahkan kembali ponsel nya pada Dea. 4 orang di luar terus menggedor kaca mobil bagian belakang dimana Dea duduk.


Lalu salah satu dari mereka memegang linggis dan mencoba memecahkan kaca mobil tersebut, tapi aneh kaca mobil itu tak bisa pecah, bahkan retak pun tidak.


Dea menutup wajah nya sambil menjerit, lalu Al mulai menjalankan mobil nya.


"Nona pegangan Non." ucap Al.


Dea langsung berpegangan dan Al langsung menabrak mobil di depan nya itu, hingga mobil itu penyok dan bergeser, tubuh Dea terguncang saat tabrakan itu terjadi.


Bruuk


Aaaggghh


Suara hantaman keras terdengar begitu nyaring, goncangan pun terjadi di dalam mobil Dea. Setelah berhasil menggeser mobil itu, Al segera melajukan mobil nya dengan cepat menuju kantor.


"Non gak papa kan?" tanya Al


"Gak papa Kak." jawab Dea dengan wajah yang masih syok.


Bagaimana tidak Syok, dia melihat orang orang itu membawa senjata tajam seperti linggis, pisau dan pistol. Apalagi mereka terus menggedor kaca mobil dan mencoba membobol nya.


Dev menunggu Dea di lobi kantor, dia begitu mencemaskan keadaan istrinya itu, Apalagi Dea di hubungi tak menjawab terus, membuat Dev semakin cemas.


Tak lama mobil pun sampai, Dev yang melihat itu segera menuju pintu mobil bagian penumpang dan membuka nya. Saat pintu terbuka, Dev langsung masuk kedalam mobil dan memeluk istrinya yang masih dalam mode ketakutan.


Cup


Cup


Cup


Dev menciumi seluruh wajah Dea, dia tak perduli jika di dalam mobil itu masih ada Alvin.


Al yang melihat itu segera keluar dari mobil, dia tak mau menjadi obat nyamuk untuk Dev


"Dasar Bos gendeung! Udah tahu masih ada gw, tapi main nyosor aja." gerutu Al sambil masuk ke kantor dan memberikan kunci mobil itu pada satpam.


"Sayang, kamu gak papa kan? Gak ada yang luka kan?" tanya Dev dengan cemas.


Dea menggeleng lemah. "Aku takut Mas." ucap Dea sambil menenggelamkan wajah nya di dada bidang Dev.


Lututnya terasa amat lemas saat melihat 4 orang itu membawa senjata. Tak bisa Dea bayangkan jika salah satu senjata itu mengenai tubuh nya.


"Tenang sayang! Di sini ada aku." ucap Dev sambil mengusap kepala dan punggung Dea.


Setelah itu dia menggendong Dea masuk kedalam kantor, dia tak perduli dengan tatapan semua karyawan nya.


'Lihat saja kau Am! Aku akan buat kau menyesal.' batin Dev dengan rahang mengeras menahan amarah.


Bersambung.......