Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Pertemanan Tidak Tulus


Happy Reading😘


Apa ada yang mau gabung di Grup nya Al dan Lala? Jika Iya bisa chat ke nomor 088221358205😘Di sana juga akan di umumkan para pemenang dari Giveaway ya, dan buat yang belum ikutan jangan lupa ikutan 🤗


"Mas, apa kata anak buah kamu?" Tanya Dea dengan penasaran.


"Katanya dia hampir menemukan pelakunya sayang, dan kita tunggu kabar dari dia, karena sekarang dia sedang mengikuti orang itu." Jawab Dev sambil memeluk Dea kembali.


Setelah itu mereka pun tidur dan menjemput alam mimpi bersama dalam pelukan hangat satu sama lain.


🌹


🌹


🌹


Al melajukan mobilnya membelah jalanan yang sedikit lenggang, sedangkan Lala hanya diam sambil memandangi indahnya lampu jalanan yang berjejer di jalan.


Entah kenapa, dari dulu Lala sangat suka melihat lampu jalanan saat malam hari. Sebab bagi Lala itu sangatlah indah.


Al membelokan mobil nya menuju sebuah Cafe untuk menghabiskan waktu berdua dengan Lala.


"Loh, kok kita ke Cafe sayang?" Heran Lala


"Iya, soalnya aku mau minum kopi sambil menghabiskan waktu sama kamu." Jawab Al sambil membuka seatbelt nya.


Al kemudian membuka pintu mobil di samping Lala, lalu mengulurkan tangan nya.


Lala yang melihat itu tentu saja dengan senang hati menyambut uluran tangan sang kekasih, dan mereka pun masuk kedalam Cafe.


Al memilih ruang VVIP di sana. Dia tak mau waktunya bersama Lala di ganggu oleh orang lain.


Setelah memesan makanan dan minuman, Al dan Lala pun masuk kedalam ruangan yang sudah di pesan.


Ruangan itu sangat indah, apalagi langsung tertuju pada jalanan di luar sana. Kebetulan Cafe itu berlantai 3 dan masih baru satu tahun di buka.


"Kamu suka?" Tanya Al


Lala mengangguk dengan senyum manis di wajah nya.


"Sayang, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Al.


"Apa itu sayang?"


"Apa kamu semasa sekolah gak punya sahabat?" Tanya Al dengan penasaran.


Saat Lala akan menjawab, tiba tiba pintu di ketuk dan pelayan masuk membawakan pesanan Al dan Lala.


"Terimakasih.." Ucap Lala pada kedua pelayan.


Setelah itu Lala meminun juz alpukat nya sambil menatap jalanan yang ramai oleh lalu lalang kendaraan.


Dulu Lala mempunyai 3 sahabat, mereka sangat dekat. Bahkan kemana mana selalu Lala yang meneraktir.


Tapi saat Papa nya Lala bangkrut, satu persatu sahabat Lala menjauhi Lala. Bahkan ada yang memusuhi nya.


Al yang mendengar itu, segera merangkul pundak sang kekasih. Dia tak menyangka jika masih ada seorang sahabat yang melihat dari segi materi.


"Sabar ya sayang, mereka berarti berteman denganmu tidak tulus. Dan kamu harus bersyukur, sebab Allah sudah menunjukkan siapa mereka sebenarnya." Ucap Al sambil mencium pucuk kepala Lala yang bersender di bahu nya.


"Yasudah, sekarang kita makan dulu yuk!" Ajak Al sambil menyuapi Lala burger yang di pesan nya tadi.


Dengan senang hati Lala menerima suapan itu. Dia benar benar bahagia bisa di pertemukan dengan Al.


Pria dewasa yang begitu menyanyanginya dan menjaga nya. Dan Lala merasa terlindungi saat ada Al di sisiNya.


Setelah makanan habis, Lala dan Al masih menikmati waktu berdua mereka. Apalagi terlihat jika di luar mulai turun rintik rintik hujan.


"Sayang, kita pulang yuk. Udah jam 9.30 loh. Nanti Mama nyariin." Ucap Lala


Al melihat jam di tangan nya dan ternyata benar. Al merasa waktu begitu singkat, padahal ia ingin sekali masih menghabiskan waktunya bersama Lala.


"Yasudah Yuk."


Sebelum keluar dari ruangan itu, Al melepas jaket nya dan di pakaikan pada Lala.


"Kenapa dilepas sayang?" Heran Lala


"Udara di luar sangat dingin, aku gak mau sampai kamu sakit." Ucap Al dengan penuh perhatian.


Mereka pun keluar dari Cafe. Pas sampai di depan Cafe, hujan sudah turun lumayan deras, dan mobil Al juga terparkir cukup jauh.


"Kita pakai jaket kamu saja ya buat ke mobil." Ujar Lala.


Lala membuka jaket Al, dan menjadikannya payung untuk tubuh mereka.


Al segera mngambil jaket Itu dan menyuruh Lala untuk memeluk pinggang nya. Lalu mereka pun menerobos hujan menuju dimana mobil Al terparkir.


Blam


Pintu mobil tertutup, Lala dan Al sedikit kebasahan karena jaket tadi tak sepenuhnya menutup tubuh mereka.


Ketika mobil menyala, Lala mengecilkan AC mobil dan menggosok tangan nya yang terasa dingin.


Al tentu saja tak tinggal diam. Dia menggosok tangan nya lalu menggenggam tangan Lala supaya terasa hangat.


"Kita pulang ya, aku gak mau kamu semakin kedinginan."


Lala mengangguk, lalu Al menjalankan mobil nya. Jaket yang tadi mereka jadikan payung juga tak bisa Al pakaikan pada Lala, sebab sudah basah.


Bersambung......