
Happy Reading ๐
Dea terus mondar-mandir dengan hati yang gelisah, dia memikirkan ucapan Arumi tadi siang. Hatinya begitu gundah dia takut terjadi apa-apa dengan keluarganya. Walaupun dia sudah menghubungi keluarganya dan ternyata baik-baik saja tetap saja hati Deaa masih diliputi rasa cemas.
Dia bahkan tidak sadar Jika Dev sudah masuk ke dalam kamar. Dev yang melihat istrinya mondar-mandir dengan wajah yang begitu cemas mengerutkan dahinya dengan heran, dan melangkah mendekat ke arah Dea.
"Sayang, kamu kenapa kok kelihatan panik gitu?" tanya Dev dengan penasaran
"Iya Mas, aku aku kepikiran soal ucapan Arumi tadi siang Mas." tukas Dea
"Ucapan Harumi? Emangnya Arumi bilang apa?" bingung Dev
"Arumi bilang, kalau salah satu dari keluargaku akan celaka Mas. aku khawatir pada mereka, dan Arumi bilang kalau keluargaku yang akan celaka itu adalah laki-laki Mas. Aku takut kalau Ayah sama Kak Bagus kenapa-napa Mas." Jelas Dea dengan wajah yang begitu khawatir.
Dev memeluk Dea dengan hangat, lalu mengusap punggungnya. Dia mencoba menenangkan perasaan istrinya. "Sayang, kamu nggak usah khawatir, semua pasti akan baik-baik saja. Kamu tenang saja ya! Disana sudah ada anak buahku kok yang mengawasi keluarga kamu, dan menjaga mereka." ujar Dev untuk menenangkan sang istri.
Memang sepulangnya Dev dulu dari rumahnya Dea, dia memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi dan menjaga keluarga mertuanya itu. Dia takut jika Sesuatu terjadi kepada keluarganya Dea.
"Sudah, lebih baik sekarang kita makan yuk! Tapi sebelum itu, aku mau bersihin badan dulu. Kamu duluan aja ke bawah nanti aku nyusul." ucap Dev.
"Nggak Mas! Aku itu masih nggak doyan makan, perutku masih mual jika harus melihat makanan berat." Keluh Dea
" Ya sudah, terus kamu mau makan apa? Nggak mungkin kan, kamu seharian gak makan? Kasihan anak kita kalau sampai kamu nggak makan,dia butuh asupan gizi."
"Aku, lagi pengen makan mie ayam Mas." Pinta Dea
"Ya sudah, kalau gitu aku akan suruh pelayan untuk membuatkan mie ayam buat kamu."
"Nggak mau Mas, aku maunya mie ayam yang di luar. Kamu mandi ya, terus kita keluar cari mie ayam." pinta Dea dengan wajah memelas.
Dev yang melihat itu tentu saja tidak tega dia pun segera membersihkan diri, dan akan mengantar Dea keluar untuk mencari makan.
๐น
๐น
๐น
Al Baru saja sampai di rumah, dia langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri sementara itu Lala sudah siap dengan cake di tangannya, dia tadi sore membuat cake dan itu dia buat spesial untuk Al.
"Sayang, Mama berangkat dulu ya! Kamu sama Al hati-hati di rumah." Ujar Mama Rose
Mama Rose dan juga Papa Blossom memang malam ini ada acara, kebetulan anak dari rekan bisnisnya Papa Blossom sedang mengadakan acara pernikahan. Jadi Mama Rose pergi bersama Papa Blossom ke acara itu.
"Iya Mah, Mama sama Papa hati-hati di jalan ya!" ucap Lala sambil mencium tangan Mama Rose dan juga Papa Blossom.
Lala pun bertanya kepada pelayan dan ternyata Alvin memang sudah pulang, setelah itu Lala mengambil piring yang sudah berisi cake dan dibawa ke kamar Alvin.
Tok
Tok
Tok
"Sayang." kaget Alvin saat membuka pintu.
"Kamu udah pulang, kok Aku tadi nggak denger? Ini aku buatin cake buat kamu, Aku berharap kamu bakal suka ya!" ucap Lala sambil memberikan cake kepada Alvin.
Al tersenyum manis saat menerima cake itu dari tangan kekasihnya, dia menatap Lala dengan begitu hangat. "Terima kasih ya sayang, aku pasti menyukainya. Kan kamu yang buat, udah pasti aku suka dong! Mau rasanya asin, manis, gurih, pasti aku suka." goda Alvin sambil sedikit menggombal.
"Huh, dasar raja gombal." kekeh Lala
Al menarik pinggang Lala dan masuk ke dalam kamar. "Aku nggak gombal sayang, itu semua adalah faktanya. Walaupun nanti kamu masaknya asin, pedas, manis, atau gurih sekalipun. Aku akan tetap memakannya, karena masakan itu dibuat dari tangan orang yang spesial di hati aku." ucap Alvin dengan jujur.
Lala tersipu malu mendengar ucapan kekasih tampannya itu, dia mencubit perut Alvin dengan gemas lalu keduanya duduk di balkon untuk memakan cake itu.
"Bagaimana, enak kan?" Tanya Lala dengan wajah yang penasaran.
"Enak banget sayang, emang ya calon istri Alvin ini pintar sekali memasak. Makin Cinta deh sama kamu." goda Alvin sambil menjawil hidung Lala.
"Iih sayang, aku tuh mau kamu jawab jujur, enak apa enggak? Soalnya ini pertama kali aku bikin cake, ya walaupun tadi dibantuin sama Mama." jujur Lala
"Enak sayang, enak sekali. Aku suka kok, Makasih ya! Kamu memang calon istri yang baik. Ups maksud aku, calon ibu dari anak-anak aku." kekeh Alvin sambil mencubit kedua pipi Lala dengan gemas.
Lala menyandarkan kepalanya di bahu Al sambil melihat bintang di langit yang bertaburan Dengan Indah. "Sayang, aku ingin sekali Jika cinta kamu, nggak akan pernah luntur sampai maut memisahkan. Aku ingin kita sama-sama sampai maut yang memisahkan kita." ucap Lala dengan wajah sendu.
"Apa yang kamu katakan? Kamu jangan bicara seperti itu. Aku nggak suka ya." marah Alvin, lalu dia menggenggam tangan Lala dan menatap kedua bola mata itu dengan penuh cinta.
"Sayang, sampai kapanpun cinta ini hanya untuk kamu, aku nggak akan pernah sedikitpun mengurangi rasa cinta dan rasa sayang di hati ini buat kamu, nggak akan pernah sayang." ujar Alvin sambil memeluk tubuh Lala.
"Entah kenapa Aku takut sekali, Jika aku dan kamu dipisahkan."
"Sayang, manusia itu pasti akan kembali pada sang pencipta. Tapi aku berdoa dan berharap supaya kita juga, disatukan di dunia dan juga akhirat." ucap Alvin sambil mengecup tahi Lala dengan lembut.
Hati Lala menghangat mendengar ucapan sang kekasih. Entah kenapa ada rasa takut di dalam hati Lala, jika suatu saat dia berpisah dengan Alvin. Dia tidak pernah menemukan sosok sehangat, senyaman dan penuh kasih sayang dan cinta seperti Alvin, kecuali sang papa. Itu Kenapa Lala sangat takut sekali jika suatu hari dia harus kehilangan atau berpisah dengan Alvin.
Bersambung........