
Happy Reading😘
Pasangan pengantin baru itu pun bangun saat Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Mereka terlalu kelelahan karena acara, dan juga karena ritual ajaib semalam.
Lala membuka matanya secara perlahan, dia merasakan sesuatu menimpa perutnya, dan saat dia melihat ke arah bawah, betapa kagetnya Lala saat ia tidak memakai apapun di bawah sana. Seketika pikirannya langsung tersambung ke dalam kejadian semalam, di mana ia sudah menyerahkan semuanya kepada Al suaminya.
'Astaga, jadi semalam itu nyata?' Batin Lala sambil menggigit bibir bawahnya.
Dia menyingkirkan tangan Al secara perlahan di perutnya, lalu turun dari ranjang. Lala sedikit meringis saat merasakan bagian intinya yang begitu sakit, dia sampai berpegangan ke sisi tempat tidur, karena untuk melangkah saja dia sampai harus menahan sakit yang teramat sangat.
"Perkasa banget sih semalam Kak Al? Sampai aku nggak bisa jalan gini," Gumam Lala sambil terus berjalan.
Haap
Tiba-tiba tubuh Lala melayang, dan ternyata Ak sedang menggendongnya. "Loh sayang, kamu udah bangun?" Tanya Lala sambil mengalungkan tangannya ke leher Al.
Namun Al tidak menjawab, dia malah berjalan terus ke kamar mandi. Lala meminta diturunkan, tetapi Al tidak menggubrisnya. Setelah itu Al mendudukan Lala di bathtub.
"Kamu gimana mau jalan, orang kamu meringis kayak gitu?" Ledek Al sambil mengisi air hangat di bathtub.
"Kita mandi bareng yuk!" Ajak Al dengan tatapan menggoda, namun Lala segera menggeleng. Dia tahu arti dari kata mandi bareng yang Al maksud. Lala pun menyuruh Al untuk keluar dari kamar mandi tapi Al menolak.
"Kak ini Lala masih sakit! Kakak jahat banget sih?" Keluh Lala sambil menekuk wajahnya.
Alnyang melihat itu pun menjadi tidak tega, dia mengusap rambut istrinya lalu mengecup kening Lala dengan lembut. "Mandilah Sayang! Aku juga akan mandi di sini," Ucap Al sambil berjalan ke arah dinding Kaca dan mengguyur tubuhnya dengan shower.
Setelah 30 menit Lala membersihkan diri, dia pun keluar dan berjalan ke arah lemari. Dia sudah bisa berjalan walau masih sedikit sakit, sementara itu Al sudah duduk di sofa dengan makanan yang sudah siap di atas meja.
"Sini Sayang, kita sarapan dulu!" Ajak Al sambil Melambaikan tangannya saat Lala sudah berganti baju.
🌹
🌹
🌹
"Ini Mas, tadi aku habis teleponan dari Kak bagus," Jawab Dea.
"Lalu apa yang Kak Bagus bicarakan? Apa ada masalah lagi?" Tanya Dev sambil menyenderkan dagunya di pundak sang istri.
"Enggak ada Mas! Cuma aku menanyakan kabar ayah sama ibu aja, alhamdulillah sudah tidak ada lagi yang menyakiti keluarga aku. Terima kasih ya Mas," Ucap Dea sambil mengusap tangan Dev yang berada di perutnya.
"Sama-sama sayang! aku akan selalu menjaga kamu, dan juga keluarga kamu," Jelas Dev sambil mencium pipi Dea.
"Gimana? Jadi kan hari ini?" Tanya Dea pada sang suami.
"Jadi dong Sayang, yuk siap-siap dulu! " Ajak Dev sambil menggandeng tangan Dea masuk ke dalam rumah.
Hari ini Dea meminta untuk diajak berjalan-jalan ke puncak, dia ingin sekali merasakan suasana yang asri, karena di kota Jakarta hanya ada bangunan-bangunan yang menjulang tinggi dan sangat jarang udara yang segar tercium di kota padat itu.
Dev, Dea, dan juga orang tua Dev, sudah berada di dalam mobil. Mereka juga membawa beberapa pelayan dan juga beberapa pengawal untuk ikut bersama mereka. Rencananya mereka akan menginap di villa milik keluarga Bachtiar yang ada di kota Bandung.
"Mas, aku mau manisan itu," Pinta Dea sambil menunjuk gerobak yang ada di pinggir jalan, saat mobil berhenti di lampu merah.
"Tapi sayang, bagaimana kalau dia bikinnya nggak higienis? Kan nanti kandungan kamu kenapa-napa?" Posesif Dev.
"Ya ampun Mas, aku pengen. Kamu mau anak kamu ileran?" Rajuk Dea dengan wajah cemberut.
"Sudah Dev, kamu turuti saja keinginan istri kamu! Nanti kalau nggak diturutin anak kamu ileran loh," Timpal Mama Linda.
Dev pun akhirnya menuruti permintaan istrinya, alu turun dari mobil dan membeli manisan mangga muda itu.
"Makasih Sayang!" Ucap manja Dea saat Dev masuk ke dalam mobil, dan membawa manisan mangga yang Dea mau.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang mereka pun sampai di villa keluarga Bachtiar, lalu dev langsung mengajak dia ke kamar untuk beristirahat. Sebab dia tahu jika istrinya itu pasti kecapean dan juga merasa lelah.
"Ma, Pa. Dev ajak Dea ke kamar dulu ya! Kasihan Dea pasti kelelahan," Pamit Dev pada kedua orang tuanya.
Bersambung..........