Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Sudah Mencintaimu


Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dev sudah siap dengan setelan kantor nya setelah menghabiskan pagi yang panas bersama sang istri. Sementara itu Dea sedang duduk di tepi sofa menyiapkan sarapan yang tadi di bawa pelayan ke kamar.


Sebenarnya Dea sudah menolak untuk sarapan di dalam kamar, tapi karena area sensitif nya masih sakit dan ngilu akibat ulah Dev, akhirnya Dev pun menyuruh pelayan membawakan sarapan nya ke kamar.


Dea merasa tak enak sebenarnya pada Mertua dan kakak ipar nya. Tapi mau gimana lagi, Dea juga gak mau di ledek karena jalan nya yang aneh.


"Ayo Mas, sarapan dulu sini." Ajak Dea.


"Iya sayang! Oh ya, inget pesan Mas ya! Jangan keluar rumah ini tanpa izin dari Mas." Ucap Dev.


Dea mengangguk paham dan itu membuat Dev merasa sangat lega sebab Dea tipekal istri yang patuh pada titah suami nya.


Mereka pun sarapan untuk mengisi tenaga yang habis terkuras akibat pertempuran tadi malam dan juga tadi pagi. Membuat kedua insan itu memerlukan asupan tenaga yang lebih.


"Mas, eum apa Dea boleh minta sesuatu?" Tanya Dea setelah sarapan selesai.


"Apa sayang?" Ucap Dev sambil mengelap mulut nya.


Dea diam tak menjawab, dia seakan ragu dengan apa yang ingin dia minta dari Suaminya itu.


Dev yang melihat keraguan di wajah sang istri, segera menggenggam tangan Dea dan mengecup nya.


"Ada apa sayang? Katakan saja, gak usah malu ataupun merasa tak enak." Ucap Dev mencoba menenangkan perasaan Dea.


Dea menatap mata suaminya lalu mengutarakan permintaan nya.


"Mas, kemarin Ayah menelfon. Katanya padi di sawah pada mati seperti ada yang menyemprot nya dengan racun, begitu pun dengan sayuran. Apa Dea boleh minta tolong sama Mas?"


Dev mendengarkan ucapan istrinya sambil mengelus kepala Dea yang masih belum tertutup jilbab.


"Apa sayang? Katakanlah?"


"Dea mau minjam uang sama Mas buat modal Ayah menanam padi dan sayuran nya kembali. Dea janji Mas, nanti pasti Dea gan--"


Dev menaruh jari telunjuk nya di bibir lembut berwarna pink milik Dea, sehingga membuat ucapan Dea terhenti.


"Uang Mas, juga uang kamu sayang! Kapan dan berapapun yang kamu minta, Mas pasti kasih sayang." Tutur Dev.


Dea begitu terharu dengan ucapan suaminya, spontan Dea langsung memeluk tubuh Dev. Membuat pria itu tersenyum manis dan membalas pelukan Dea.


"Makasih ya Mas! Mas udah mau bantu Ayah." Ucap Dea dengan tulus sambil meneteskan air mata nya karena terharu.


Dea pun membuka ponsel nya dan memberikan foto nomor rekening Nina. Dahi Dev mengkerut heran saat melihat nama Nina yang tertera di ponsel Dea.


"Sayang, kok nomor rekening Nina?" Bingung Dev.


"Iya Mas, soalnya Ayah maupun kak Bagus gak ada yang punya rekening Mas." Jelas Dea.


Dev yang mendengar itu begitu miris, bahkan keluarga Dea tidak memiliki kartu credit sama sekali. Dev berjanji akan membuatkan mertua nya kartu credit.


"Iya sayang, nanti Mas transfer ke Nina ya!" Ucap Dev, lalu ia pamit untuk bekerja. Dea mengantarkan Dev sampai ke depan pintu kamar.


Saat pintu terbuka nampaklah Mama Linda yang baru saja akan mengetuk pintu kamar Dev.


"Mama...." Kaget Dev dan Dea


"Hehe... Mama ganggu ya?"


"Nggak kok Ma! Yasudah sayang aku berangkat dulu ya! Ingat pesan aku." Ucap Dev sambil mengecup kening Dea.


Setelah Dev turun ke bawah, Mama Linda masuk kedalam kamar Dev lalu duduk di tepi ranjang.


"Maaf ya, jika Mama ganggu kamu?"


"Gak papa Ma." Jawab Dea, lalu Mama Linda menyerahkan sebuah obat pada Dea.


Dea menerima obat itu dengan bingung, sebab ia tak merasa jika ia sedang sakit.


"Ma, kok obat? Untuk apa Ma? Dea tidak merasa jika Dea sedang sakit." Tutur Dea.


Mama Linda tersenyum, lalu mengusap rambut Panjang Dea yang tergerai indah setengah basah.


"Sayang, Mama tahu apa yang terjadi antara kamu dan Dev anak Mama. Jadi, obat ini untuk meredakan rasa nyeri akibat ulah anak Mama." Ujar Mama


Dea menunduk malu saat Mama Linda menyebut gamblang tentang apa yang terjadi semalam antara dia dan Suaminya.


"Gak usah malu sayang! Mama juga kan pernah muda? Nanti kamu minum ya! Mama berdo'a supaya kamu cepat hamil."


"Aamiin....." Jawab Dea.


Setelah itu Mama Linda langsung ke luar dari kamar itu, dan Dea langsung meminum obat pemberian Mama mertuanya itu.


Bersambung......