Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Kedua Kalinya


Happy Reading 😘😘


"Lala....." Panggil Mama Rose saat Lala sedang membantu pelayan lain untuk membereskan dapur.


"Iya Nyonya."


Lala segera berlari kecil menuju meja makan dimana Mama Rose tengah makan sarapan.


"La, kamu bangunkan Alvin di kamar nya ya! Saya harus arisan soalnya." Titah Mama Rosa


Mata Lala membulat saat mendengar perintah Mama Rose.


'Apa! Membangunkan Tuan Alvin. Bagaimana ini? Aku masih canggung dengan kejadian malam itu.' Batin Lala.


"La..." Panggil Mama Rose, pasalnya Lala malah melamun.


"I-iya Nyonya, sa-saya akan membangunkan Tuan Al." Ucap Lala, lalu berjalan menuju tangga untuk ke lantai atas.


Dada Lala sudah berdebar hebat, saat langkah nya satu demi satu menaiki anak tangga. Lala masih enggan bertemu dengan Al, dia bahkan mencoba menghindari Al, tapi Mama Rose malah menyuruhnya untuk menemui pria yang sudah mencuri ciuman pepertama nya itu.


Lala tak tahu saja, jika itu adalah sebuah rencana dari Mama Rose agar Lala dan Alvin dekat.


Mama Rose ingin Lala menjadi menantunya, sebab dia melihat jika Lala anak yang baik.


Tok


Tok


Tok


Pintu di ketik oleh Lala, dia memanggil nama Al tapi tak ada sahutan.


"Ck, dasar Bos. Jam 8 gini masih belum bangun! Apa dia gak berangkat ke kantor apa?" Gerutu Lala dengan kesal.


Lalu perlahan Lala membuka pintu kamar itu, dan ternyata tidak di kunci.


Kamar itu terlihat gelap, dan hanya ada penerangan lampu tidur saja. Lala pun berjalan menuju gorden kamar dan menyibakan nya. Seketika cahaya matahari masuk menerangi kamar itu.


Al menggeliat saat merasakan silau dan terganggu.


Lala melangkah menuju samping ranjang, dan melihat Al begitu nyenyak dalam tidurnya. Mata Lala tertuju pada bibir Al yang berwarna pink, sebab Al tak suka merokok.


Gluk


Seketika Lala meneguk ludah nya, saat mengingat bibir itulah yang menciumnya dengan sangat lembut.


'Ya ampun Lala! Kenapa malah mikirin kejadian itu sih? Sadar La, sadar. Itu hanya ketidak sengajaan saja.' Rutuk Lala dalam hati nya.


Hap


Tangan Lala di tarik oleh Al hingga tubuh Lala jatuh menimpa tubuh kekar Al. Pandangan mereka terpaku satu sama lain. Jantung keduanya kembali berdebar saling bersahutan.


Al yang gemas melihat Lala melamun sambil menggigit bibir bawah nya, membuat ia menarik Lala hingga jatuh di atas nya.


"Apa yang sedang kau pikirkan gadis kecil?" Tanya Al dengan suara serak nya.


Lala yang tersadar segera menarik tubuh nya untuk bangun dari tubuh Al, tapi sayang Al tak membiarkan itu.


Dia memegang pinggang Lala dengan erat, hingga membuat gadis itu tak bisa berdiri. Bahkan bisa Al lihat jika wajah Lala saat ini sedang merah merona seperti tomat rebus.


Tapi Al sangat menyukainya. Bagi Al itu sangatlah menggemaskan.


"Tu-tuan, lepaskan Tuan. Nan-ti kalau Nyo-nya lihat tak enak." Punya Lala dengan gugup.


Dapat Lala rasakan dada Al berdebar hebat, begitu pun dengan Al.


'Ku kira hanya aku yang merasakan itu.' Batin Lala.


"Memangnya kenapa? Salah sendiri kenapa mengganggu tidurku hem!"


Lala terlihat semakin gugup, dia tak berani menatap Al. Kedua matanya terus menatap ke arah lain.


Dapat Lala rasakan deru nafas hangat milik Al menerpa wajah nya. Dan itu semakin membuat Lala tak nyaman, apalagi dengan posisi sei-ntim itu.


"Tuan, lepaskan saya! Nanti kalau Nyonya lihat bagaimana Tuan. Saya tidak mau nanti Nyonya salah faham! Tuan tol--"


Cup


Ucapan Lala terhenti saat Al menarik tengkuk nya dan kembali men-cium bibir nya. Kedua mata Lala kembali membulat saat bibir hangat milik Al kembali meny-esap bibir bawah nya.


Gerakan demi gerakan lembut Al berikan hingga membuat Lala memejamkan mata nya. Lala yang sempat berontak akhirnya tak berdaya dengan hisa-pan lembut dari bibir Al.


Kedua nya sama sama memejamkan mata menikmati manisnya kecapean hangat di pagi itu, hingga tak terasa Lala mulai membalas nya.


Ciuman itu membuat Lala merasa candu, entah kenapa Lala malah menyukainya. Hingga tanpa sadar keduanya pun larut dalam ciumann panas.


Hoosshh


Hoosshh


Keduanya menarik nafas banyak banyak saat pangutan itu terlepas. Kedua mata mereka kembali beradu, hingga membuat Lala merasakan sebuah kehangatan di balik tatapan Al.


Tapi Lala segera sadar, dan langsung berdiri. Dia kembali merutuki kebodohan nya karena sudah terbuai oleh kehangatan bibir Alvin.


'Bodoh kau La! Kenapa kau malah memberikan nya lagi?' Batin Lala dengan kesal pada dirinya sendiri.


Al, Al. Halalin aja Al, kasihan anak orang🤣


Bersambung.....