Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Penganggu


Happy reading.... .


Saat ini Hazel dan juga Nina sedang bersiap untuk liburan, sekaligus honeymoon mereka ke kota Bali,.dan Dea juga sudah stand by berada di rumah kediaman orang tua Hazel untuk mengantar sahabatnya itu ke bandara.


"Kalian hati-hati di sana! Ingat kamu Nin, pulang-pulang bawa anak ya," ucap Dea dengan nada bercanda ke arah Nina sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


Mendengar itu Nina langsung mencubit lengan milik Dea, lalu memajukan bibirnya. "Kamu ini De, emang kamu pikir bikin anak itu seperti bikin kue brownies, langsung jadi?"


Dea terkekeh kecil, begitupun dengan Haazel dan juga Dev yang berada di sana. Kemudian Hazel menggendong Berlian, dan mencium pipi gembul bayi berusia 6 bulan tersebut.


"Hati-hati ya Bro, ingat jangan kasar-kasar mainnya. Alon-alon saja, kasihan Nina kalau Lo gempur," goda Dev sambil menepuk bahu Hazel.


"Nggak akan dong! Gue kan mainnya lembut," jawab Hazel sambil terkekeh kecil. Sedangkan Dea dan juga Nina merona malu mendengar ucapan sompral suami mereka.


Setelah Nina dan juga Hazel naik pesawat, Dea dan Dev pun pulang ke rumah. Tidak Dea pungkiri Jika dia juga sangat berbahagia dengan pernikahan Nina dan Hazel, dan dia berharap jika Hazel menjaga Nina sampai mereka menua bersama.


Sesampainya mereka di rumah, Dev kaget saat melihat mobil kakaknya berada di teras. "Loh Mas, ini mobil siapa?" Tanya Dea dengan wajah bingung saat melihat mobil berwarna merah berada di teras rumahnya.


"Ini mobilnya Kak Reza, sayang. Kok ada di sini ya? Apa Kak Reza pulang? Kok dia nggak ngabarin aku dulu sih kalau mau pulang?" Bingung Dev sambil menggandeng tangan Dea masuk ke dalam rumah.


Dev dan dia masuk ke dalam rumah, dan ternyata benar di sana sudah ada Reza yang duduk bersama dengan kedua orang tua Dev, dan juga dengan Arumi, serta anak kedua mereka.


"Kak, kok Kamu balik nggak ngasih tahu aku sih, kak? Kan aku bisa jemput di bandara," ucap Dev sambil memeluk tubuh Reza, dan keduanya pun berpelukan dengan erat.


"Kan surprise, kalau aku minta kamu jemput di bandara, namanya bukan kejutan dong!" Jawab Reza sambil menepuk pundak Dev.


Kemudian mereka pun duduk bersama dan mengobrol, meluapkan segala rindu yang selama ini tertahan, karena Reza baru ini pulang dari luar negeri.


*************


Tidak terasa Hazel dan juga Nina sudah liburan selama 2 hari saja di Bali, dan waktu sisa mereka untuk bulan madu tinggal 8 hari lagi, karena mereka berbulan madu selama 10 hari.


Saat ini Hazel dan juga Nina sedang berada di pesisir pantai, mereka sedang menikmati pemandangan sekaligus matahari yang mulai tenggelam.


"Sayang, nanti kamu mau anak berapa?" Tanya Hazel sambil merangkul pundak Nina, dan saat ini Nina sedang bersender di bahu Hazel.


"Kalau Nina sih sedikasihnya saja sama Allah. Jika Allah kasih berapapun, Nina pasti akan terima. Karena kan anak itu adalah rezeki!" Jawab Nina sambil menatap lurus ke arah matahari yang mulai tenggelam.


Cup


Hazel mengecup kening Nina dengan gemas, kemudian memeluk tubuh istrinya dengan begitu erat. Seakan takut kehilangan Nina, walau hanya satu detik pun.


"Aawhhh..." Ringis orang itu sambil memegang punggungnya yang terasa sakit.


Nina juga kaget sampai dia melepas pelukannya di tubuh Hazel, lalu Hazel menarik tangan pria yang ada di hadapannya kemudian dia pun memfitting tangan pria itu.


"Aduduh... Sakit ampun," ucap pria itu sambil meringis kesakitan


Hasil membulatkan matanya saat mendengar suara pria yang ada di hadapannya. Kemudian dia pun melepaskan pria itu, dan ternyata pria itu adalah Dilon,.sahabat Hazel.


"Ya ampun... Gue kira siapa? Lagian lu ngapain pakai nutup mata gue, udah kayak cewek aja tau nggak!" Kesal Hazel dengan wajah ditekuk.


Dilon berdiri sambil mengusap bajunya yang kotor oleh pasir, kemudian dia pun terkekeh kecil. "Lagian ngapain kalian mojok di sini berdua?" Ledek Dilon ke arah Hazel dan juga Nina.


"Eh, kutu kupret! Harusnya gw yang nanya sama lo, ngapain lo ada di sini? Ganggu orang honeymoon aja!" Kesal Hazel sambil merangkul pundak Nina.


"Gue lagi ada kerjaan di sini, gue kira lu nggak jadi liburannya. Eh ternyata jadi, kebetulan dong gue ketemu sama kalian, jadi gue ikut gabung ya?" Pinta Dillon.


"Nggak! Enak aja, ganggu orang bulan madu aja Lo. Udah sana, mendingan lo sama cewek-cewek lo aja, jangan gangguin honeymoonnya gue sama Nina," tolak Hazel dengan keras.


Dilon semakin terkekeh melihat kekesalan Hazel, padahal Dilon adandi sana memang karena untuk meeting bersama salah satu klien, dan dia sama sekali tidak tahu jika Hazel dan Nina menginap di hotel yang sama.


Saat Hazel dan juga Dillon sedang mengobrol, tiba-tiba ada seorang wanita yang berjalan mendekat ke arah Dillon, sambil membawa topi milik Dillo.


"Tuan, maaf ini topi--" Ucapan wanita itu terhenti saat melihat Hazel yang berada di hadapan Dilon.


Kedua mata Hazel pun membulat saat melihat wanita itu, wajahnya menampilkan ekspresi terkejut.


"Amber...!" Kaget Hazel saat melihat Amber menghampiri Dillon.


Amber hanya tersenyum saja, kemudian Hazel menatap Dilon dengan wajah yang penuh tanda tanya. Dia mengkode Dilon dengan matanya, kenapa Amber bisa ada di sana. Dilon yang mengerti pun menjelaskan kepada Hazel, kenapa Amber berada di sana bersama dengan dia.


"Amber sekarang menjadi asisten gue! Ya, awalnya sih gue mau bikin pelajaran yang berat sama Ambe. Tapi gue teringat dengan kata-kata De waktu itu, jika manusia patut mendapatkan kesempatan kedua. Dan gue rasa Amber juga patut untuk mendapatkan Kesempatan Kedua. Jadi saat ini dia bekerja untuk gue! Kenapa, ada masalah?" Tanya Dilon kepada Hazel.


"Syukur deh, dan gue rasa sekarang lo udah bertobat ya Am. Jangan sampai lo merusak rumah tangganya, Dea dan Dev lagi. Mereka udah bahagia, dan mereka sudah mempunyai anak," ujar Hazel sambil merangkul pinggang Nina.


Sedangkan Nina hanya diam saja, mematung melihat interaksi antara Hazel, Dillon juga Amber. Dan Nina juga tidak tahu siapa Amber, makanya dia diam saja sambil memperhatikan interaksi mereka. Kemudian mereka pun berjalan menuju ke restoran yang ada di hotel itu untuk melakukan makan malam.


'Sebenarnya wanita itu siapa ya? Kenapa Bang Hazel seperti sudah mengenal wanita itu? Lalu, kenapa juga Tuan Dilon bilang untuk memberikan kesempatan kedua kepada wanita itu? Ada apa ini sebenarnya?' batin Nina bertanya-tanya sambil melihat ke arah Amber.


Bersambung