Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Kau Tidak Bisa Keluar Dari Sini


Happy Reading 😘


Mata Amber membulat sempurna, saat melihat Dev mengacungkan pi sau cutter di depan wajahnya. Keringat mulai bercucuran di dahi Amber, dia merasa takut jika pisau itu yang terlihat begitu tajam menyayat kulit mulus nya.


Kepalanya menggeleng dengan cepat, seakan meminta permohonan kepada Dev untuk tidak melakukan hal di dalam pikirannya.


"Kenapa sekarang kau terlihat takut?" Ledek Dev sambil menatap Amber dengan tatapan mengejek.


Ember terus berontak, namun sayang ikatan tangannya di tiang itu benar-benar kuat, sehingga tangannya terasa sangat perih. Dilon dan Hazel hanya tertawa, saat melihat bagaimana Amber meronta ketakutan.


Satu say atan sudah Dev lakukan di pipi mulus Amber, sehingga membuat wanita itu meringis sakit, dan darah pun mulai bercucuran di wajah putih mulusnya.


"Kau pikir aku bercanda dengan ancamanku! Kau pikir, semudah itu aku memaafkan semua kesalahanmu? Dan kau pikir, semudah itu pula aku memberikan hukuman? Tidak Amber, kau tidak mengenal siapa Devan Bachtiar yang sebenarnya!" Seru Dev dengan Tegas, sambil menatap kedua mata Amber dengan tajam.


"Ini belum seberapa Amber, dengan semua kejahatan yang kamu lakukan kepada istriku!" Tekan Dave, sambil mengapit dagu Amber dan menghempaskan nya dengan kasar.


Saat Dev akan menyayat tangan Amber, tiba-tiba teleponnya berdering, lalu dia pun menghentikan aksinya, dan ternyata yang menelpon nya adalah sang Mama.


"Ya halo Mam, alssalamualaikum. Ada apa?" Tanya Dev.


"Waalaikumsalam, Def. Ini Dev, istri kamu pingsan," ucap Mama Linda di seberang sana dengan panik.


Dev yang mendengar itu seketika menjadi panik. "Lalu bagaimana Ma, keadaannya Dea sekarang?" Tanya Dev dengan wajah yang cemas.


"Mama belum tahu Dev, Dea sedang diperiksa oleh dokter," Jelas Mama.


"Ada apa Bro?" Tanya Dilon dengan wajah yang heran. "Istri lo baik-baik aja kan?" Timpal Hazel.


"Gue harus balik sekarang! Gue percaya kan dia sama kalian. Terserah mau kalian apain dia, tapi gue nggak mau menghabisi dia. Kalau kalian ingin menghabisinya silakan, tapi gue nggak mau mengotori tangan gue sendiri. Terserah mau kalian apakan," Ucap Dev dengan cuek, lalu dia pun melangkah keluar dari kamar itu.


Hazel dan juga Dilon saling menatap satu sama lain,.seakan memberi kode dengan senyum menyeringai di bibir mereka. Lalu mereka pun mendekat kearah Amber.


Melihat itu, Amber tentu saja ketakutan. Apalagi saat ini dia sedang menahan sakit di bagian wajahnya. Bagaimana tidak, luka itu menganga bahkan darah tidak henti menetes dari wajah Amber.


"Hahaha...... Nenek gayung, sekarang kau mainan kami," Ucap Dilon sambil mengeluarkan sebuah pisau lalu merobek baju Amber.


Kedua mata pria itu menatap dengan lapar saat baju ember dilucuti satu persatu. "Wow, ternyata lumayan juga body lo," Ucap Hazel sambil tersenyum miring dan menatap Amber dengan tatapan menghina.


Amber menggeleng dengan cepat, dia tidak mau kedua pria di hadapannya itu menjamah tubuhnya. Tapi sayang, Dilon dan juga Hazel malah tertawa terbahak-bahak, saat melihat wajah ketakutan Amber. Mereka pun membuka bajunya satu persatu.


"Siapa dulu yang mau mulai?" Tanya Dilon pada Hazel.


"Lo dulu lah, gue mah males," Ucap Hazel sambil menaikkan celananya kembali. Dilon yang mendengar itu semakin semangat, lalu dia membuka kain yang masih tersisa di tubuhnya, setelah itu dia pun melakukan ritual panas sekaligus hukuman untuk wanita itu.


"Kau seharusnya beruntung Nenek Gayung, kami tidak menghabisimu karena kami juga tidak ingin mengotori tangan kami. Tapi kau harus ingat, kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini, kau paham!" Tekan Dilon sambil mengg oyangkan tubuhnya lalu menampar wajah Amber.


'Akan ku balas kalian semua.' Batin Amber dengan penuh dendam, sambil menatap tajam ke arah di Dillon juga Hazel.


Bersambung......