
Happy Reading😘
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore. Al, Lala dan Mama Rose kembali pulang ke rumah.
Selama dalam perjalanan Lala hanya diam. Dia tak berani walau hanya sekedar menatap Al di samping nya.
Sesampainya mereka di kediaman Blossom. Lala dan Al tercengang saat melihat dekorasi ruang keluarga yang sangat indah.
Sederhana dengan sentuhan bunga bunga, namun terlihat elegan dan mewah.
"Bagaiamana? Kalian suka kan?" Tanya Mama Rose.
"Mama yang menyiapkan ini?" Tanya Al pada sang Mama.
Mama Rose mengangguk, lalu menyuruh Lala dan Al bersiap siap, sebab acara akan di mulai jam 7 malam nanti.
Lala dan Al pun masuk ke kamarnya masing masing untuk membersihkan diri sekaligus bersiap siap.
Lala mengenakan kebaya abu abu dengan rok batik berwarna hitam yang Mama Rose belikan tadi di Mall.
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Lala di ketuk oleh Mama Rose, lalu pintu kamar pun terbuka. Mama Rose berdecak kagum saat melihat kebaya itu begitu pas di badan ramping Lala.
"Wah sayang, kamu cantik sekali memakai kebaya itu." Puji Mama Rose.
Lala hanya tersenyum manis saat mendengar pujian Mama Rose. Kemudian Mama Rose mulai merias wajah Lala dengan make-up yang natural namun sangat elegan dan manis.
"MasyaAllah anak perawan Mama, cantik sekali. Kalau kamu cantik dan manis begini mah, Al bisa ngiler nih!" Goda Mama
Pipi Lala kembali bersemu merah saat mendengar godaan Mama Rose.
Sedangkan di bawah sana, semua sudah berkumpul termasuk kedua sahabat Al dan juga keluarga nya.
Acara itu hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja, tapi kebetulan Paman dan Bibi nya Al tak bisa datang, sebab mereka ada di luar negri.
"Yuk turun sayang, semua sudah menunggu." Ajak Mama Rose
Lalu Mama Rose menggandeng tangan Lala menuruni tangga untuk menuju ruang keluarga.
Semua pelayan terkagum kagum melihat kecantikan Lala. Lala terlihat sangat manis dan juga cantik.
Dengan langkah perlahan, Lala memasuki ruang keluarga. Semua mata memandang ke arah Lala dengan decakan kagum.
Apalagi Al, dia bahkan tak berkedip sama sekali saat melihat Lala begitu sangat cantik.
"Wah Al, dia cantik sekali? Apa ada kembaran nya Al? Kalau ada gw mau dong." Ucap Dillon
Plak
Alvin menggeplak lengan sahabatnya itu dengan keras.
Dia tak ikhlas jika Lala di tatap begitu oleh Dillon maupun lelaki lain.
"Baiklah, karena Lala sudah ada disini. Kita mulai saja acara pertunangan nya ya." Ujar Papa Blossom.
"Bentar dulu Om! Kan kita belum di kenalin sama dia? Ya, walaupun aku sama Dillon sudah kenal." Ucap Hazel
Papa Blossom pun memperkenalkan Lala pada keluarga Hazel dan juga Dillon. Setelah acara perkenalan, acara pun di mulai.
Disana juga sudah ada seorang fotografer yang siap mengambil setiap moment istimewa itu.
Lala dengan wajah malu nya, berdiri di samping Al. Lalu Mama Rose memberikan sebuah cincin pada Al untuk di pasangkan di tangan Lala.
"Aku berharap hubungan kita akan sampai ke pelaminan nanti, dan aku harap jawaban kamu tidak membuat aku patah hati." Ucap Al saat akan memasangkan cincin di tangan Lala.
Tangan Lala sedikit bergetar saat Al memasangkan cincin itu di jari manisnya. Semua orang bertepuk tangan dan foto pun sudah di abadikan.
Sekarang giliran Lala yang memasangkan cincin di jari manisnya Al.
"Aku berharap, cinta kamu tak pernah luntur untuku." Ucap Lala dengan nada lirih namun jelas terdengar.
Setelah itu dia pun menyematkan cincin di jari manis Al. Dan mereka sudah sah mengikat hubungan mereka oleh sebuah pertunangan.
Semua wajah terlihat sangat bahagia, begitu pun dengan orang-tua Al. Mereka sangat bahagia saat melihat wajah bahagia Al.
Kemudian fotografer mengarahkan Al dan Lala berfoto berdua.
Mereka terlihat sangat serasi, Dillon dan Hazel pun turut bahagia saat melihat sahabatnya bertunangan dan menemukan tambatan hatinya.
"Selamat ya Bro! Gw senang, sekarang es batu sudah cair." Ledek Dillon.
"Lo juga sama Hazel harusnya nyusul gw. Oh, atau kalian berdua saja yang bertunangan?"
"Semprul, Lo pikir eyke ini pemakan jeruk? Ogah gw sama dia! Terong nya aja belum tentu sesuai sama kriteria gw." Ledek Hazel sambil melirik ke arah Dillon.
"Eh, sarimen. Kalau ngomong tuh di jaga ya! Gini gini, gw udah ke mak erot tahu supaya tambah jumbo! Mau gw buktiin hah, ayo..." Ajak Dillon.
Pletak
Pletak
Jidat Dillon dan Hazel di sentil oleh Papa Blossom sampai mereka mengaduh.
"Kalian ini macam laki setengah lekong saja! Apa gak malu hah sama Lala?" Ucap Papa Blossom tak habis pikir.
Lala dan Al saling pandang dengan senyum di bibir mereka. Lal bersyukur sebab di kelilingi oleh orang orang baik.
Dia juga sangat terhibur oleh kedua sahabat kekasihnya itu.
Bersambung......
Ampun dah author ini sama kelakuan Dillon dan Hazel🤣🤣bikin sakit perut aja🤦🏻♀️
Readers jangan lupa datang ya nanti di pernikahan Al dan Lala. kita kawal mereka sampai halal🤭😍