Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Nenek Gayung


Happy Reading😘


"Dev, lu udah gila ya? Kenapa lu Ngasih waktu sama nenek gayung itu?" Kesal Dilon saat mereka berada di satu kamar.


"Siapa juga yang ngasih waktu buat nenek gayung itu? Gue cuma mau nelpon Dea Sebentar, gue kangen sama dia. Kita akan tetap pada misi kita yang pertama." Jelas Dev.


Setelah itu Dev berjalan ke arah balkon dan menelpon Dea. "Halo sayang assalamualaikum, kamu lagi apa?" Tanya Dev dengan suara yang lembut.


"Aku lagi tiduran aja Mas, aku tadi Dapat telepon dari Kak bagus, katanya ada yang mau nabrak Ayah Mas. Tapi untung ada anak buah kamu yang nyelametin Ayah, terima kasih ya Mas."


"Lalu bagaimana? Ayah nggak papa kan?" Tanya Dev dengan panik.


"Alhamdulillah Mas, Ayah nggak papa. Hanya saja ada luka-luka kecil sedikit, dan juga pelakunya sudah ditangkap dan dibawa ke kantor polisi, sama Kak bagus dan juga anak buahnya Mas. Sekali lagi terima kasih ya Mas! Mungkin kalau nggak ada anak buahnya Mas, aku nggak tahu apa yang akan terjadi sama Ayah." Ucap Dea dengan nada yang begitu sedih.


"Sudah, kamu nggak usah nangis. Nggak usah sedih, aku kan udah janji sama kamu, aku akan jagain kamu dan juga keluarga kamu. Jadi kamu nggak usah sedih lagi ya!"


"Iya Mas, kamu udah sampai belum?"


"Alhamdulillah udah Sayang, kamu gimana Udah makan belum?" Tanya Dev.


"Hehehe..... Belum Mas! Aku Pengen rujak, tapi maunya rujak jambu." Keluh Dea.


"Ya sudah, kalau gitu kamu minta gih Sama pelayan, biar dibuatkan dan dicarikan jambunya. Aku tutup dulu ya, soalnya aku masih ada urusan." Ucap Dev.


"Iya Mas, kamu jaga kesehatan ya di sana Assalamualaikum....."


Setelah menjawab salam dari Dea, Dev pun menutup teleponnya, lalu berjalan ke arah Dillon dan Hazel. "Cielah, yang baru teleponan sama Ayang" Ledek Dillon.


"Huh, sirik aja lo. Makanya cepet nikah, biar tidur ada yang nemenin, nggak ditemenin guling mulu."


"Males ah, gue nikah yang ada entar ribet lagi? Gue dilarang ke sana-sini, enakan juga gue kayak gini. Kalau lagi butuh, ya tinggal bayar aja jajanan di luaran sana, kan banyak?" Ucap Dillon sambil mengangkat satu kakinya ke atas meja.


"Dasar lo Predator gua...." Ledek Hazel.


"Yee.... Kayak lo bukan Predator gua aja? Lo tuh Predator guanya buaya tahu nggak?" Ketus Dilon.


Dev menggelengkan kepalanya saat melihat perdebatan antara dua Predator ganas itu. "Sudah-sudah, mending kita urus nenek lampir itu yuk! Rasanya tangan Gue udah gatal banget." Ucap Dev menengahi.


"Nah, gitu kek dari tadi. Yuk, gue udah nggak sabar banget nih. Pengen rasanya gue remas-remas tuh Jelly kenyalnya dia. Gue pengen tahu rasanya kayak apa?" Tukas Dillon dengan nada tidak sabar.


Hazel menggeplak kepala Dilon dengan keras. "Dasar ya, di otak Lo itu hanya ada sela ngka ngan mulu. Emang nggak ada ya, di otak lo itu urusan bisnis dan juga yang lain?" Kesal Hazel.


"Biarin aja, otak-otak gua. Mendingan Otak gua daripada Otak Lu."


"Udah, kenapa sih Kalian ini berantem terus? Gue jahit bibir Kalian satu-satu mau." Ancam Dev dengan Tatapan yang begitu tajam kepada kedua sahabatnya.


Dillon dan Hazel pun terdiam saat mendengar bentakan Dev. Setelah itu mereka masuk kembali ke dalam kamar di mana Di sana Amber tergeletak di lantai dan meronta ingin berdiri.


"Wah, ternyata kembarannya Nenek Gayung lagi butuh bantuan guys. Dia terjatuh, Ayo kita tolong." Ucap Dilon dengan nada mengejek.


"Lepasin Gue, dasar kalian pria baj ingan! Gue nggak akan pernah ngampunin kalian. Lepasin Gue!" Teriak Amber dengan emosi.


"Hahaha..... Amber, Amber. Sudah kayak gini aja, kamu masih arogan? Kamu bener-bener mencari mati sendiri ya?" Decak Dev sambil tertawa.


Dilon mengangkat tubuh Amber, dan juga kursinya ke posisi semula. Lalu menjambak rambut Amber dengan keras. "Heh kembaran Nenek Gayung, Lo itu jangan banyak tingkah. Seharusnya Lo itu sekarang Berdoa apa iya jasad lo bakal diterima atau nggak?" Ledek Dilon.


"Eh Dil, bukan masalah diterima atau enggaknya. Tapi harusnya dia itu berdoa, apakah akan menyakitkan atau malah mengenakkan?" Timpal Hazel Sambil tertawa menggelegar.


"Kuy lah, gue udah nggak sabar nih eksekusi kembaran Nenek Gayung." Ucap Dilon sambil membuka ikatan di tubuh Amber, lalu kembali mengikat nya di tiang yang ada di ruangan itu.


"Lepasin Gue" Teriak Amber sambil meludah ke wajah Dillon.


Dillon yang diludahi seperti itu Tentu saja sangat marah, kemudian dia mena mpar wajah Amber dengan keras, sampai wanita itu meringis. "Ternyata kau memang mencari mati!" Geram Dilon, sambil mengeluarkan sapu tangan di saku celananya, dan menyumpal mulut Amber.


"Dengan ini, Lo nggak akan bisa untuk teriak lagi dan mengeluarkan suara cempreng Lo itu yang seperti sampah." Hina Dillon sambil menatap tajam kedua mata Amber.


Sedangkan Dev sudah mengeluarkan pisau cutter yang ada di saku jaketnya, sambil berjalan mendekat ke arah Amber , dan mengacungkan pisau itu di wajah Amber.


Bersambung.........